Surau Adat Minangkabau di Nagari Salayo Solok, Jejak Sejarah dan Fungsi Sosial yang Masih Terjaga

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surau Angku Imam Bagindo Malin ( poto : infosumbar.net )

Surau Angku Imam Bagindo Malin ( poto : infosumbar.net )

Sumatera Barat, seriusnews.id – Surau adat Minangkabau masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Nagari Salayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok.

Surau tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga mencerminkan struktur adat, status sosial, dan sejarah panjang masyarakat Minangkabau.

Salah satu yang masih berdiri hingga kini adalah Surau Imam Bagindo Malin di Nagari Salayo. Bangunan ini menjadi bukti nyata bagaimana adat dan agama berpadu dalam kehidupan masyarakat sejak masa lalu.

Surau Imam Bagindo Malin dan Jejak Tokoh Adat

Surau Imam Bagindo Malin berdiri dengan arsitektur khas Minangkabau. Atap gonjong menjulang menjadi ciri utama bangunan, sementara kaligrafi besar di bagian depan memperkuat identitasnya sebagai pusat kegiatan keagamaan.

Di halaman surau, terdapat prasasti batu yang mencatat sejarah berdirinya serta peran tokoh adat yang pernah memimpin dan menghidupkan surau tersebut. Keberadaan prasasti ini memperlihatkan bahwa surau tidak hanya berdiri sebagai bangunan ibadah, tetapi juga sebagai penanda sejarah nagari.

Bundo Kandung Nagari Salayo, Yetna, menjelaskan bahwa Angku Imam Bagindo Malin pernah menjabat sebagai Manti Adat Suku Kampai sekaligus Imam Adaik Nagari. Hal ini menunjukkan kuatnya keterkaitan antara struktur adat dan fungsi keagamaan di Minangkabau.

Baca Juga :  Wapres Gibran Tinjau Penanganan Banjir Bandang Solok

Pada masa lalu, masyarakat tidak dapat membangun surau secara sembarangan. Pendirian surau mengikuti aturan adat yang ketat dan hanya kaum tertentu yang memiliki hak untuk membangunnya.

Surau biasanya berkaitan dengan syarat adat seperti balabuah batapian, bapandam pakuburan, serta fungsi sebagai tempat bersujud bagi masyarakat. Selain itu, surau juga terhubung dengan rumah gadang, tanah pusako tinggi, serta gelar dan jabatan adat.

Tidak semua pemimpin adat memiliki surau sendiri. Surau lebih sering menjadi penanda identitas suatu kaum dan kedudukan sosial dalam struktur adat Minangkabau.

Fungsi Surau Sebelum dan Sesudah Islam Masuk

Sebelum Islam berkembang di Minangkabau, surau telah berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pembinaan nilai sosial. Masyarakat memanfaatkan surau untuk belajar adat, moral, dan pengetahuan dasar kehidupan.

Di dalamnya, masyarakat diajarkan nilai menjaga hak orang lain dan tidak mengambil yang bukan miliknya. Nilai ini menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter sosial masyarakat Minangkabau.

Baca Juga :  Pimpin Harhubnas 2026, Gubernur Sumbar Dorong Pemerataan Akses Transportasi Desa

Selain itu, surau juga menjadi tempat berkumpul para pemuka adat untuk membahas urusan kaum dan nagari. Dalam kondisi tertentu, surau juga berfungsi sebagai tempat latihan bela diri atau basilek bagi pemuda.

Transformasi dan Fungsi Surau Saat Ini

Seiring perkembangan zaman, fungsi Surau Imam Bagindo Malin mengalami perubahan. Bangunan lama yang dahulu berbahan kayu dan beratap ijuk telah dibangun kembali pada tahun 1991 dengan struktur yang lebih modern.

Meski mengalami pembaruan, fungsi utama surau tetap berjalan. Saat ini, surau digunakan untuk salat lima waktu, kegiatan pengajian, serta aktivitas keagamaan masyarakat sekitar.

Hingga kini, surau tetap menjadi simbol penting dalam kehidupan masyarakat Minangkabau. Keberadaannya mencerminkan filosofi adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah yang masih dijalankan secara konsisten.

Surau Imam Bagindo Malin tidak hanya berdiri sebagai bangunan fisik, tetapi juga sebagai saksi hidup perjalanan adat, agama, dan sejarah masyarakat Nagari Salayo yang terus terjaga hingga sekarang.(ar)

Berita Terkait

Musda V IJTI Sumbar Soroti Peran Jurnalis Televisi Atasi Bencana
Revitalisasi Pasar Raya Padang Relokasi Ratusan PKL
Kapolda Sumbar Lantik Dirlantas dan Kabidkum Baru
Sitinjau Lauik Sempat Lumpuh Imbas Tumpahan Solar, Kini Normal
Pemko Padang Gandeng BRI Genjot PAD Lewat Sistem Digital
Wagub Sumbar Bentuk Tim Khusus Hadapi Kepungan Kabut Asap Kiriman
Siaga 24 Jam Penuh, Polda Sumbar Optimalkan Layanan Darurat Call Center 110
Telkomsel Bangun Empat BTS Baru di Mentawai Usai Dikawal Andre Rosiade
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:54 WIB

Musda V IJTI Sumbar Soroti Peran Jurnalis Televisi Atasi Bencana

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Revitalisasi Pasar Raya Padang Relokasi Ratusan PKL

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Kapolda Sumbar Lantik Dirlantas dan Kabidkum Baru

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Sitinjau Lauik Sempat Lumpuh Imbas Tumpahan Solar, Kini Normal

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:38 WIB

Pemko Padang Gandeng BRI Genjot PAD Lewat Sistem Digital

Berita Terbaru

Tiga pesilat muda asal SMAN 1 Sungai Penuh sukses menyabet medali pada Kejuaraan Nasional Silat Satria Muda Indonesia di Cibubur, Jakarta, sepanjang 13 hingga 18 Oktober 2026.(poto: dorlanhikmah.com).

Pendidikan

Pesilat SMAN 1 Sungai Penuh Sabet Tiga Medali Kejurnas SMI

Kamis, 22 Okt 2026 - 14:29 WIB

Tim gabungan lintas instansi menertibkan ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini menggelar lapak liar di fasilitas umum, Rabu (21/10/2026).(poto: padangkita.com).

Regional

Revitalisasi Pasar Raya Padang Relokasi Ratusan PKL

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:42 WIB

Waliota Alfin, Duduk berdampingan dengan beberapa orang Kepala Daerah saat menghadiir HUT ke-72 Tanjab Timur.(poto: istimewa).

Pemerintahan

Hadiri HUT Ke-27 Tanjab Timur, Walkot Alfin Dorong Sinergi

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:37 WIB