DPRD Kota Padang Ketok Palu KUA-PPAS 2027 dengan Catatan Kritis

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 1 September 2026 - 16:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat paripurna DPRD Padang menyepakati penyampaian pendapat akhir fraksi terhadap KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027 di Gedung DPRD Padang, Senin (31/8/2026).(poto: padangkita.com).

Rapat paripurna DPRD Padang menyepakati penyampaian pendapat akhir fraksi terhadap KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027 di Gedung DPRD Padang, Senin (31/8/2026).(poto: padangkita.com).

Padang, seriusnews.id – Rapat paripurna DPRD Padang menyepakati penyampaian pendapat akhir fraksi terhadap Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027 di Gedung DPRD Padang, Senin (31/8/2026). Rapat paripurna DPRD Padang ini menjadi momentum krusial dalam menentukan arah kebijakan anggaran serta pembangunan daerah pada tahun mendatang.

Ketua DPRD Kota Padang Muharlion memimpin langsung jalannya persidangan dengan pendampingan tiga wakil ketua serta sekretaris dewan secara rinci. Wali Kota Padang Fadly Amran bersama jajaran eksekutif, Sekda Raju Minrofa Chaniago, dan Forkopimda turut hadir menyimak setiap catatan strategis fraksi.

Juru bicara Fraksi PKS Gufron memaparkan struktur pendapatan daerah dalam dokumen Ringkasan Akun Pemko Padang yang memuat nilai Rp2,737 triliun. Pemerintah Kota Padang menargetkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp1,155 triliun atau meningkat dari target tahun sebelumnya sebesar Rp1,126 triliun.

Meski porsi kontribusi PAD telah menyumbang 42,22 persen, alokasi dana transfer pusat masih mendominasi pendapatan daerah dengan nilai Rp1,581 triliun. Gufron menegaskan bahwa ketergantungan pada dana transfer pusat membuat ruang fiskal daerah sangat rentan terhadap dinamika kebijakan pemerintah pusat.

Baca Juga :  Pemko Padang Mulai Pembangunan Kembali Jembatan Kampung Tanjung Kuranji

Fraksi PKS mendesak eksekutif memperluas basis pajak daerah serta menerapkan digitalisasi pemungutan guna menutup berbagai potensi kebocoran retribusi. Pemerintah kota harus merancang strategi intensifikasi pendapatan yang tidak membebani pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah serta masyarakat kelas bawah.

Evaluasi Ketimpangan Belanja Operasi dan Alokasi Wajib

Sementara itu, juru bicara Fraksi PAN Usmardi Thareb membedah ketimpangan postur belanja daerah yang mengalami pergeseran cukup signifikan dari tahun lalu. Belanja operasi melonjak drastis sebesar Rp172 miliar menjadi Rp2,640 triliun, sedangkan alokasi belanja modal justru menyusut menjadi Rp183,325 miliar.

Usmardi turut mempertanyakan efektivitas pemungutan pajak air tanah pada sektor perhotelan yang berpotensi memicu kebocoran pendapatan daerah. Selain itu, alokasi anggaran fungsi pendidikan yang baru menyentuh Rp227,445 miliar atau 8,39 persen masih berada jauh dari ketentuan minimal 20 persen.

Kondisi serupa terjadi pada alokasi belanja infrastruktur pelayanan publik yang baru mencapai angka Rp571,998 miliar atau setara 21,10 persen. Angka tersebut belum memenuhi ambang batas minimal 40 persen sebagaimana amanat surat edaran Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat.

Baca Juga :  12 Atlet SOIna Kota Padang Wakili Sumbar Berlaga di Pesonas II 2026

Sikap Tembak Langsung Gerindra Lewat Persetujuan Bersyarat

Meski menghadapi gelombang kritik dari legislatif, seluruh fraksi di DPRD Kota Padang pada akhirnya menyetujui dokumen rancangan KUA-PPAS APBD 2027. Namun, Fraksi Partai Gerindra secara tegas menyatakan menerima bersyarat atas dokumen anggaran usulan pihak eksekutif tersebut.

Ketua Fraksi Gerindra Wahyu Hidayat menuntut komitmen tertulis terkait revisi anggaran mitigasi bencana serta penyusunan peta jalan penyesuaian belanja pegawai. Gerindra menegaskan bakal menggunakan instrumen koreksi paksa pada tahapan pembahasan RAPBD jika pihak eksekutif mengabaikan persyaratan penting tersebut.

Syarat mendasar dari Gerindra tersebut mencakup target penurunan rasio belanja pegawai menjadi maksimal 30 persen pada tahun 2029 mendatang. Keputusan persetujuan bersyarat ini menjadi sinyal kuat bahwa legislatif akan mengawal ketat penyusunan Rancangan APBD Kota Padang 2027.(ar)

Berita Terkait

Hadiri HUT Ke-27 Tanjab Timur, Walkot Alfin Dorong Sinergi
Cegah Karhutla, Pemprov Sumbar dan Polda Targetkan Nol Titik Api
Pemko Padang Siap Pertahankan Juara Keterbukaan Informasi Tingkat Sumbar 2026
Menjelang 2 Tahun Prabowo-Gibran, Ikappi DKI Soroti Distribusi dan Harga Pangan Pasar
Kapolda Sumbar Temui Gubernur Mahyeldi Bahas Kamtibmas hingga Mitigasi Bencana
Pemko Padang Pacu Pembelajaran Mandiri Demi Tingkatkan Kompetensi ASN
Targetkan Swasti Saba Wistara, Pemko Padang Tuntaskan Verifikasi Kota Sehat 2026
Wawako Maigus Nasir Lantik 27 Pejabat Baru Pemko Padang, Tegaskan Birokrasi Bukan Sekadar Rutinitas Rapat
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:37 WIB

Hadiri HUT Ke-27 Tanjab Timur, Walkot Alfin Dorong Sinergi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:27 WIB

Cegah Karhutla, Pemprov Sumbar dan Polda Targetkan Nol Titik Api

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:18 WIB

Pemko Padang Siap Pertahankan Juara Keterbukaan Informasi Tingkat Sumbar 2026

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Menjelang 2 Tahun Prabowo-Gibran, Ikappi DKI Soroti Distribusi dan Harga Pangan Pasar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Kapolda Sumbar Temui Gubernur Mahyeldi Bahas Kamtibmas hingga Mitigasi Bencana

Berita Terbaru

Deretan emas batangan Antam di Pegadaian siap diperjualbelikan seiring turunnya harga jual dan buyback hari ini.(poto: AI).

Bisnis

Harga Emas Antam Pegadaian Turun Hari Ini: Cek Rinciannya

Sabtu, 24 Okt 2026 - 15:51 WIB

Instruktur memandu teknik pengereman motor matik di lintasan Astra Motor Safety Riding Center.(ilustrasi poto: AI).

Otomotif

Trik Mencegah Rem Blong Motor Matik di Turunan Panjang

Sabtu, 24 Okt 2026 - 15:40 WIB

Ilustrasi Suasana jalanan kota saat hujan lebat dan langit mendung gelap, masyarakat diimbau waspadai potensi cuaca ekstrem.(poto: AI).

Nasional

BMKG Rilis Peringatan Hujan Ekstrem Besok, Ini Wilayahnya

Sabtu, 24 Okt 2026 - 15:35 WIB

Rais A’am KH Miftachul Akhyar dan Ketum PBNU Gus Kikin pimpin Apel Hari Santri 2026 di Ponpes Tebuireng Jombang, Kamis (22/10).(poto: kompas.com).

Nasional

Gus Kikin Tegaskan PBNU Kembali ke Akar Tradisi Pesantren

Sabtu, 24 Okt 2026 - 15:31 WIB