Padang, seriusnews.id – Manajemen Semen Padang FC akhirnya buka suara mengenai penyebab klub berjuluk Kabau Sirah masuk daftar hukuman FIFA Registration Ban List. Mereka menegaskan bahwa kemunculan sanksi FIFA Semen Padang berakar dari sisa tunggakan finansial kepengurusan periode lalu.
Pihak manajemen baru saat ini terus menjalin koordinasi intensif bersama PT Semen Padang selaku pemilik resmi klub. Langkah cepat tersebut bertujuan menuntaskan seluruh beban administratif masa lalu agar tidak mengacaukan perjalanan tim pada kompetisi musim ini.
CEO Semen Padang FC, Muhammad Ammar Tsaqif Rosiade, membeberkan komitmen penuh jajarannya dalam membereskan persoalan tersebut. Sejak menerima mandat kepengurusan, jajaran pengurus baru sebenarnya langsung mencurahkan konsentrasi untuk memperkuat materi pemain serta mematangkan persiapan taktik.
Namun, masa transisi manajemen langsung menghadapi hambatan serius berupa temuan beban utang lama senilai Rp9 miliar. Jajaran manajemen baru pun berinisiatif mencari dana talangan cepat demi menjaga kelancaran operasional harian dan martabat klub.
Penyaluran dana talangan itu berjalan dengan kesepakatan tegas bahwa pihak PT Semen Padang memikul tanggung jawab penuh pengembaliannya. Manajemen memastikan pihak pengelola telah melunasi kewajiban talangan senilai Rp9 miliar tersebut secara tuntas.
Manajemen Koordinasikan Sisa Tunggakan Empat Miliar Rupiah
Persoalan administratif rupanya belum berhenti pada pembayaran tahap awal tersebut. Pihak manajemen kembali menerima pemberitahuan resmi mengenai sisa utang lama sebesar Rp4 miliar pada bulan lalu.
Tunggakan baru itulah yang memicu kemunculan nama Semen Padang FC dalam sistem larangan pendaftaran pemain milik FIFA. Otoritas sepak bola dunia bahkan berpotensi memperpanjang sanksi larangan transfer tersebut jika proses verifikasi dokumen administrasi belum rampung sempurna.
Total kewajiban finansial dari era kepengurusan terdahulu kini menyentuh nominal fantastis sebesar Rp13 miliar. Angka tersebut mencakup dana talangan Rp9 miliar yang sudah selesai serta sisa tunggakan Rp4 miliar yang kini memicu hukuman.
Pihak pengelola terus mendorong koordinasi cepat bersama jajaran direksi PT Semen Padang guna melunasi sisa kewajiban Rp4 miliar itu. Upaya bersama ini juga mengantisipasi kemungkinan munculnya tagihan susulan dari sisa kontrak kerja sama masa lalu.
Pihak pemilik klub berjanji menyelesaikan seluruh akar tunggakan tersebut secara langsung hingga tuntas. Komitmen nyata pemegang saham menjadi jaminan utama pemulihan status pendaftaran pemain Semen Padang FC di kancah sepak bola nasional.
Suporter Diminta Tetap Tenang Kawal Target Juara
Menanggapi kepanikan para pendukung setia Kabau Sirah di berbagai media sosial, manajemen mengimbau suporter agar tetap berkepala dingin. Pihak klub menegaskan proses penanganan utang lama tengah berjalan di jalur penyelesaian bersama pemilik klub.
Manajemen meminta suporter tidak terlarut dalam kecemasan berlebih dan tetap memberikan dukungan langsung di stadion. Pengurus baru memastikan skuad asuhan tetap mengunci konsentrasi penuh demi mewujudkan ambisi besar merebut gelar juara musim ini.
Penyampaian klarifikasi resmi ini menjadi bukti nyata keterbukaan informasi manajemen kepada seluruh pendukung, mitra sponsor, serta pecinta sepak bola Sumatra Barat. Manajemen ingin memastikan bahwa setiap persoalan warisan masa lalu terbuka secara terang benderang ke ruang publik.
Meski begitu, suporter tetap perlu mengawal proses pembayaran sisa utang dan pencabutan status sanksi FIFA hingga tuntas. Perkembangan status administratif klub di meja FIFA akan menentukan kelancaran perburuan prestasi Semen Padang FC ke depan.(ar)









