Padang, seriusnews.id – Hujan berintensitas tinggi memicu bencana banjir Kota Padang hingga melumpuhkan aktivitas warga pada Sabtu (10/10/2026). Tanggul penahan air yang baru saja tuntas menjalani perbaikan pascabencana November 2025 kembali jebol dan mengalirkan air bah ke permukiman.
Dua kecamatan mencatat dampak luapan air paling parah, yakni Kuranji dan Nanggalo. Limpasan air sungai yang deras langsung merendam perumahan warga di kedua wilayah padat penduduk tersebut.
Ketinggian genangan air terus naik secara cepat dan mengepung ratusan rumah dalam waktu singkat. Kompleks Perumahan Lumin Park bahkan menghadapi kondisi genangan yang jauh lebih buruk ketimbang musibah tahun lalu.
Arus banjir yang sangat kuat mengalir deras melintasi jalan raya serta lorong permukiman warga. Masyarakat yang terkejut langsung menyelamatkan barang berharga mereka ke titik yang lebih tinggi.
Tim Gabungan Terus Berjibaku Menyelamatkan Warga Terdampak Banjir
Petugas gabungan langsung menerjunkan regu penyelamat ke lokasi genangan untuk menyisir kawasan terdampak. Para personel menyusuri lorong permukiman guna menjemput warga yang masih terjebak di dalam rumah.
Tim evakuasi menghadapi tantangan berat berupa derasnya arus air yang mengalir di sepanjang permukiman. Petugas terus mengayuh perahu karet dengan hati-hati demi membawa lansia dan anak-anak ke tempat aman.
Prioritas penyelamatan menyasar titik-titik genangan paling dalam yang membahayakan keselamatan jiwa penduduk. Suara sirine kendaraan darurat bersahut-sahutan mengawal proses pengungsian sementara para korban.
Warga yang berhasil keluar dari kepungan banjir segera menuju posko darurat di dataran lebih tinggi. Mereka mengamankan diri sambil memantau pergerakan air bah yang belum menunjukkan tanda-tanda surut.
Kepanikan sempat melanda sejumlah keluarga lantaran air bah naik sangat cepat saat sore hari. Relawan terus mendampingi warga yang membutuhkan pertolongan cepat di tengah cuaca ekstrem.
Kerusakan Tanggul Picu Sorotan Kritis Warga Sekitar Aliran
Bencana berulang ini memicu kekecewaan mendalam dan pertanyaan serius dari masyarakat setempat. Warga mempertanyakan kekuatan serta kualitas konstruksi tanggul yang belum genap setahun selesai diperbaiki.
Masyarakat sebelumnya menaruh harapan besar pada tanggul tersebut sebagai benteng utama penangkal luapan sungai. Namun, jebolnya dinding penahan air itu justru kembali mengancam keselamatan nyawa dan harta benda.
Kerusakan berulang ini menegaskan urgensi evaluasi teknis menyeluruh terhadap seluruh infrastruktur penahan banjir di Padang. Para ahli konstruksi perlu memeriksa secara detail penyebab jebolnya struktur dinding beton tersebut.
Pemerintah daerah harus segera mengkaji ulang tingkat ketahanan material serta metode penanganan fisik sungai. Pengawasan berkala menjadi kunci mutlak agar proyek perbaikan tanggul mampu menahan debit air maksimal.
Peristiwa ini menjadi alarm nyata bagi pengelolaan tata air dan mitigasi risiko bencana di perkotaan. Pihak terkait wajib memastikan pemeliharaan infrastruktur berjalan rutin agar warga terbebas dari ancaman bencana yang sama.(ar)









