Kurangi Dampak Sosial, Pemkab Agam Matangkan Jalur Alternatif Tol Sicincin – Bukittinggi

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 16 Juli 2026 - 05:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses ketika pembangunan Jalan Tol Padang - Sicincin.(poto: padangkita.com).

Proses ketika pembangunan Jalan Tol Padang - Sicincin.(poto: padangkita.com).

Agam, seriusnews.id – Pemerintah Kabupaten Agam bergerak cepat menindaklanjuti rencana pengalihan rute jalan tol demi menghindari penolakan warga setempat. Pemerintah daerah kini mematangkan opsi trase baru tol sicincin menuju Bukittinggi sebagai solusi pembangunan infrastruktur yang lebih ramah sosial. Langkah taktis ini menyusul sikap warga Kubang Putiah, Kecamatan Banuhampu, yang menolak rencana awal proyek jalan bebas hambatan tersebut.

Untuk membahas kelanjutan proyek strategis ini, jajaran Pemkab Agam menggelar rapat koordinasi khusus pada Rabu (15/7/2026). Pertemuan penting tersebut berlangsung di Kantor Camat Sungai Pua dengan melibatkan berbagai unsur pemerintahan dari tingkat daerah hingga kecamatan. Jajaran Pemprov Sumbar, Kejaksaan Negeri Agam, serta seluruh wali nagari se-Kecamatan Sungai Pua turut menghadiri rapat ini.

Bupati Agam, Benni Warlis, memimpin langsung jalannya diskusi guna menyamakan pemahaman seluruh pihak terkait pemindahan rute tersebut. Rapat ini menjadi tindak lanjut nyata setelah pertemuan serupa di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat sehari sebelumnya. Semua pihak kini berupaya merumuskan kesepakatan terbaik agar pembangunan infrastruktur nasional ini berjalan lancar tanpa memicu hambatan sosial baru.

Bupati Agam Usulkan Jalur Baru Lewat Jalan Bypass

Dalam kesempatan itu, Bupati Benni Warlis menawarkan sebuah solusi jalur baru yang lebih efisien dan pendek bagi masyarakat. Pemerintah daerah mengusulkan rute yang membentang sepanjang enam kilometer dari kawasan Pasar Amor menuju Simpang Taluak. Jalur alternatif ini nantinya akan langsung terhubung dengan koridor Jalan Bypass Bukittinggi yang sudah ada.

Benni menegaskan pentingnya menyamakan persepsi dengan pihak kecamatan dan pemerintahan nagari terlebih dahulu sebelum melangkah lebih jauh. Hal ini sangat krusial sebelum pemerintah membawa draf usulan tersebut ke hadapan tokoh adat niniak mamak dan warga setempat. Langkah persuasif ini bertujuan agar sosialisasi proyek di tingkat bawah dapat berjalan kondusif serta transparan.

Baca Juga :  Pemkab Agam Bagikan 33 Ribu Bendera Merah Putih Peringati HUT RI

Bupati berharap seluruh elemen masyarakat dapat memahami pentingnya pembangunan akses jalan bebas hambatan ini bagi masa depan daerah. Dukungan dari para wali nagari menjadi kunci utama dalam menjembatani komunikasi yang sehat antara pemerintah dan pemilik lahan. Melalui jalinan komunikasi yang baik, pemerintah optimis proses pembebasan lahan akan berjalan lancar sesuai rencana kerja.

Trase Alternatif Ini Memiliki Risiko Sosial Lebih Kecil

Pemkab Agam memilih rute alternatif ini karena memiliki potensi gesekan sosial yang jauh lebih rendah daripada jalur pertama. Pemerintah juga tetap mempertahankan konsep dasar pembangunan awal yang menghubungkan Tol Sicincin dengan wilayah Kota Bukittinggi. Jalur baru ini dinilai lebih realistis karena memaksimalkan keberadaan koridor Bypass yang sudah masuk dalam rencana tata ruang daerah.

Benni membeberkan perbandingan dampak kerusakan properti warga antara rencana lama dengan usulan jalur alternatif terbaru tersebut. Rute terdahulu berpotensi menggusur setidaknya 80 unit rumah tinggal, tempat ibadah, serta bangunan penting lainnya milik masyarakat sekitar. Sementara itu, jalur Bypass ini menawarkan risiko kerusakan pemukiman yang jauh lebih minim bagi warga sekitar proyek.

Meskipun demikian, Benni menyatakan bahwa draf rencana pembangunan ini masih berada dalam tahap penyusunan dokumen awal yang fleksibel. Pihaknya tetap mengedepankan proses konsultasi publik sebagai penentu utama persetujuan usulan rute tersebut oleh masyarakat lokal. Jika mayoritas warga tetap menyatakan penolakan dalam konsultasi nanti, maka pemerintah akan merumuskan kembali skema alternatif lainnya.

Baca Juga :  Kernet Truk Tewas Terlindas di Tanjakan Barangan Padang Pariaman

Wacana Pengalihan Jalur Tol Sempat Mengarah Ke Singkarak

Sebelum opsi Bypass ini mengemuka, sempat muncul gagasan untuk mengalihkan seluruh rute pembangunan tol ini ke daerah lain. Pemerintah Provinsi Sumbar pernah mengkaji pengalihan jalur tol menuju kawasan Singkarak hingga menembus wilayah Kabupaten Tanah Datar. Kajian tersebut sempat menjadi pertimbangan serius karena menawarkan proses pembebasan lahan yang relatif lebih mudah dan murah bagi kas negara.

Selain itu, rute awal Tol Sicincin – Bukittinggi memang memerlukan alokasi anggaran yang sangat besar akibat tantangan alam yang cukup berat. Kontraktor harus membangun jembatan tol yang panjang serta menembus perbukitan untuk membuat terowongan khusus yang memakan biaya besar. Wilayah Bukittinggi juga berada di dekat garis patahan aktif yang rawan terhadap bencana gempa bumi berkekuatan besar.

Namun, sebagian besar pihak menolak keras rencana pengalihan jalur tol ke wilayah Singkarak yang jauh dari kota tujuan utama tersebut. Penolakan muncul karena proyek tol ini memiliki misi strategis untuk mendongkrak sektor pariwisata unggulan di Kota Bukittinggi secara langsung. Oleh sebab itu, jalur utama jalan tol ini harus tetap menyentuh langsung area kota wisata tersebut demi menggerakkan roda ekonomi daerah.

Sebagai informasi tambahan, proyek Tol Sicincin – Bukittinggi merupakan kelanjutan dari Tol Padang – Sicincin sepanjang 36,6 kilometer yang sudah beroperasi. Proyek strategis nasional ini akan menyambungkan wilayah Sumatera Barat hingga Provinsi Riau dengan total panjang mencapai 254 kilometer. Pemerintah daerah terus mengupayakan percepatan konstruksi agar sisa ruas tol di wilayah Sumbar dapat segera menyusul kesuksesan pembangunan di Provinsi Riau.(ar)

Berita Terkait

Musda V IJTI Sumbar Soroti Peran Jurnalis Televisi Atasi Bencana
Revitalisasi Pasar Raya Padang Relokasi Ratusan PKL
Kapolda Sumbar Lantik Dirlantas dan Kabidkum Baru
Sitinjau Lauik Sempat Lumpuh Imbas Tumpahan Solar, Kini Normal
Pemko Padang Gandeng BRI Genjot PAD Lewat Sistem Digital
Wagub Sumbar Bentuk Tim Khusus Hadapi Kepungan Kabut Asap Kiriman
Siaga 24 Jam Penuh, Polda Sumbar Optimalkan Layanan Darurat Call Center 110
Telkomsel Bangun Empat BTS Baru di Mentawai Usai Dikawal Andre Rosiade
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:54 WIB

Musda V IJTI Sumbar Soroti Peran Jurnalis Televisi Atasi Bencana

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Revitalisasi Pasar Raya Padang Relokasi Ratusan PKL

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Kapolda Sumbar Lantik Dirlantas dan Kabidkum Baru

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Sitinjau Lauik Sempat Lumpuh Imbas Tumpahan Solar, Kini Normal

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:38 WIB

Pemko Padang Gandeng BRI Genjot PAD Lewat Sistem Digital

Berita Terbaru

Tiga pesilat muda asal SMAN 1 Sungai Penuh sukses menyabet medali pada Kejuaraan Nasional Silat Satria Muda Indonesia di Cibubur, Jakarta, sepanjang 13 hingga 18 Oktober 2026.(poto: dorlanhikmah.com).

Pendidikan

Pesilat SMAN 1 Sungai Penuh Sabet Tiga Medali Kejurnas SMI

Kamis, 22 Okt 2026 - 14:29 WIB

Tim gabungan lintas instansi menertibkan ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini menggelar lapak liar di fasilitas umum, Rabu (21/10/2026).(poto: padangkita.com).

Regional

Revitalisasi Pasar Raya Padang Relokasi Ratusan PKL

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:42 WIB

Waliota Alfin, Duduk berdampingan dengan beberapa orang Kepala Daerah saat menghadiir HUT ke-72 Tanjab Timur.(poto: istimewa).

Pemerintahan

Hadiri HUT Ke-27 Tanjab Timur, Walkot Alfin Dorong Sinergi

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:37 WIB