Solok, seriusnews.id – Hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Solok sejak Senin sore hingga malam hari. Tingginya curah hujan tersebut memicu banjir bandang Arosuka Solok yang merusak permukiman warga.
Bencana galodo menerjang kawasan Kecamatan Gunung Talang sekitar pukul 19.45 WIB. Material lumpur, batu besar, serta kayu terbawa arus dari hulu Sungai Batang Laso.
Terjangan material banjir bandang merusak bangunan rumah warga di sekitar lokasi kejadian. Rumah milik Ika Dian Wahyuni Sari, guru SMKN 2 Gunung Talang, dilaporkan hancur total.
Bangunan rumah milik guru lainnya, Armayesi, juga mengalami kerusakan sangat berat. Kedua tenaga pengajar tersebut menjadi korban terdampak dalam musibah musim hujan ini.
Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Solok langsung merespons kejadian tersebut. Pihaknya bergerak cepat mengumpulkan data para guru yang menjadi korban banjir.
Ketua PGRI Kabupaten Solok, Youngkerman, mengonfirmasi proses pendataan anggotanya yang masih berjalan. Pihaknya terus memastikan keselamatan seluruh tenaga pendidik di kawasan terdampak bencana.
Petugas di lapangan mencatat kerusakan tidak hanya terjadi pada bangunan tempat tinggal. Arus banjir bandang juga merusak sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat.
Pihak berwenang masih menghitung total kerugian materiil akibat musibah galodo di Gunung Talang. Sampai Selasa pagi, petugas belum menerima laporan mengenai keberadaan korban jiwa.
Luapan air dan material banjir meluas hingga ke kawasan perkantoran pemerintah daerah. Sejumlah gedung dinas ikut menerjang material lumpur dan bebatuan yang dibawa arus.
Kantor Dinas PUPR serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari mengalami dampak cukup parah. Petugas menemukan material pasir memenuhi halaman serta ruangan kantor pada Selasa pagi.
Derasnya arus galodo membawa material lumpur hingga menutup akses jalan nasional. Jalur utama yang menghubungkan Solok dan Padang sempat lumpuh total selama beberapa jam.
Tumpukan kayu dan batu ukuran besar menutupi seluruh badan jalan di sekitar Kantor Bupati. Kendaraan dari kedua arah sama sekali tidak dapat melintas sejak Senin malam.
Petugas Gabungan Bersihkan Material Jalur Solok Padang
Tim gabungan langsung turun ke lokasi untuk membersihkan sisa material banjir bandang. Petugas bekerja keras membuka kembali jalur transportasi vital tersebut hingga Selasa pagi.
Proses pembersihan jalan melibatkan berbagai instansi terkait dengan peralatan pengerukan material. Petugas akhirnya berhasil menyingkirkan tumpukan batu dan lumpur dari atas permukaan aspal.
Kendaraan kini sudah dapat melintasi jalur Solok menuju Padang secara normal kembali. Namun, warga sekitar tetap mewaspadai potensi curah hujan susulan di kawasan hulu.
PGRI Kabupaten Solok terus berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk memantau perkembangan terkini. Organisasi profesi guru ini menyiapkan langkah bantuan bagi para anggota yang terdampak.
Proses pendataan korban dan penanganan pascabencana masih berlanjut di sepanjang kawasan Arosuka. Pemerintah daerah terus menyalurkan bantuan darurat bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.(ar)









