Kabut Asap Selimuti Padang, DPRD Desak Pemko Terapkan Sekolah Daring

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Kota Padang Muharlion.(poto: padangkita.com).

Ketua DPRD Kota Padang Muharlion.(poto: padangkita.com).

Padang, seriusnews.id – Bencana ekologi kabut asap Kota Padang kembali menyelimuti permukiman warga dan memicu kekhawatiran masyarakat luas. Penurunan kualitas udara ini berpotensi besar mengancam kesehatan para siswa yang setiap hari beraktivitas di lingkungan sekolah.

Kondisi udara yang terus memburuk mendorong respon cepat dari berbagai pihak di Sumatra Barat. Tingkat pencemaran udara kini telah berfluktuasi pada rentang kategori sedang hingga tidak sehat bagi pernapasan warga.

Ketua DPRD Kota Padang Muharlion secara terbuka meminta jajaran eksekutif segera mengambil keputusan tegas. Ia mengingatkan dinas terkait agar tidak mengorbankan keselamatan para peserta didik di tengah paparan polusi pekat.

Politisi ini menekankan bahwa pihak sekolah harus mengutamakan keselamatan fisik siswa di atas segalanya. Pemerintah daerah wajib menunjukkan kepekaan tinggi terhadap ancaman infeksi saluran pernapasan yang membayangi anak-anak.

DPRD Usulkan Pembelajaran Jarak Jauh Demi Pelajar Padang

Muharlion mengusulkan agar dinas pendidikan segera mengaktifkan skema Pembelajaran Jarak Jauh bagi seluruh sekolah. Skema belajar daring tersebut menjadi solusi darurat terbaik sampai kondisi udara luar ruangan kembali normal.

Langkah pengalihan kegiatan belajar mengajar ini bertujuan menekan risiko paparan polusi udara secara langsung kepada anak-anak. Ruang kelas konvensional berpotensi menjadi tempat berbahaya jika kabut asap terus masuk tanpa penyaring udara.

Baca Juga :  Fakultas Teknik Universitas Andalas Perkuat Ketahanan Pangan lewat Bioteknologi dan Smart Agriculture

“Yang kita kasihani itu pelajar. Jika kabut asap membahayakan, terpaksa kita minta pemko untuk meliburkan sekolah, dan pembelajaran dilaksanakan secara pembelajaran jarak jauh (PJJ),” tegas Muharlion.

Ia mengingatkan jajaran Pemerintah Kota Padang agar tidak menunggu kondisi lingkungan jatuh ke tingkat krisis berbahaya. Pemangku kebijakan harus mengedepankan tindakan pencegahan sedini mungkin berdasarkan rekomendasi lembaga kesehatan resmi demi masa depan generasi penerus.

Hak atas perlindungan kesehatan bagi anak-anak sekolah merupakan amanat penting yang tidak boleh diabaikan. Ketegasan pemerintah daerah dalam menetapkan kebijakan darurat akan melindungi ribuan pelajar dari dampak buruk polusi udara jangka panjang.

BMKG Pantau Titik Panas Kiriman Provinsi Tetangga

Kondisi atmosfer Sumatra Barat saat ini rupanya sangat dipengaruhi oleh fenomena meteorologi skala regional. Asap tebal yang mengepung Kota Padang tidak berasal murni dari titik api kebakaran lahan lokal.

Hembusan angin kencang membawa partikel abu serta asap kiriman dari provinsi tetangga menuju wilayah Sumatra Barat. Sirkulasi udara tersebut meningkatkan kepekatan kabut asap di berbagai sudut kota dalam beberapa hari terakhir.

Ketua Tim Publikasi dan Diseminasi BMKG Minangkabau Yudha Nugraha menyampaikan bahwa hasil tangkapan satelit menunjukkan titik panas lokal sangat minim. Petugas hanya mendeteksi keberadaan satu titik panas di wilayah Kabupaten Dharmasraya.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Sumbar Hari Ini: Sebagian Besar Wilayah Hujan Sore hingga Malam

“Untuk di Sumbar pantauan terakhir terdapat hotspot hanya satu lokasi di Dharmasraya, sedangkan untuk titik panas signifikan terpantau di Sumsel dan Jambi, dengan arah angin dari tenggara yang menjadi sumber utama asap,” kata Yudha pada Rabu (7/10/2026).

Yudha memastikan pergerakan angin tenggara memegang peran utama dalam mendistribusikan kabut asap lintas provinsi ini. BMKG terus mengamati pola hembusan angin harian serta sebaran titik api dari wilayah Sumatera Selatan dan Jambi secara ketat.

Melihat status mutu udara yang belum membaik, BMKG Minangkabau mengimbau warga membiasakan diri mengenakan masker medis di luar ruangan. Masker berfungsi menyaring partikel debu halus agar tidak langsung merusak saluran organ pernapasan.

BMKG terus memperbarui data perkembangan titik api dan sirkulasi angin kepada pemerintah daerah setiap waktu. Pasokan informasi akurat ini sangat membantu para pengambil kebijakan dalam merumuskan skema perlindungan masyarakat secara tepat sasaran.

Ketegasan pemerintah dalam meliburkan sekolah serta mengalihkan pembelajaran ke rumah menjadi bentuk perlindungan mutlak bagi generasi muda. Langkah terpadu ini mampu meminimalkan dampak buruk bencana asap sebelum kualitas udara merosot ke level yang kian parah.(ar)

Berita Terkait

Kadiskominfo Padang Tegaskan Literasi Digital Survival Skill Mahasiswa
Kualitas Udara Buruk, Sekolah di Padang Perketat Aturan Belajar dan Wajibkan Masker
Kualitas Udara Padang Berbahaya Pemko Terbitkan Edaran Baru Sekolah
Dies Natalis ke-70 UNAND: Menuju Reputasi Global dan Kolaborasi Riset Nasional
Pemko Padang Gandeng KPJ Healthcare University Malaysia Perkuat Sektor Kesehatan dan Pendidikan
Pemko Padang Gelar Bimtek Guru BK untuk Tekan Kekerasan Anak
Kabut Asap Pekat Selimuti Padang, Pemko Liburkan Sekolah Tatap Muka
Pemko Padang Lepas Mahasiswa Penerima Progul Padang Juara
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, DPRD Desak Pemko Terapkan Sekolah Daring

Senin, 28 September 2026 - 14:14 WIB

Kadiskominfo Padang Tegaskan Literasi Digital Survival Skill Mahasiswa

Selasa, 15 September 2026 - 20:41 WIB

Kualitas Udara Buruk, Sekolah di Padang Perketat Aturan Belajar dan Wajibkan Masker

Senin, 14 September 2026 - 16:28 WIB

Kualitas Udara Padang Berbahaya Pemko Terbitkan Edaran Baru Sekolah

Senin, 14 September 2026 - 16:20 WIB

Dies Natalis ke-70 UNAND: Menuju Reputasi Global dan Kolaborasi Riset Nasional

Berita Terbaru