BMKG Ungkap El Nino Sangat Kuat Landa Jawa Timur hingga April 2027

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: BPBD Jatim menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan serta sawah yang mengering akibat El Nino.(poto: AI).

Ilustrasi: BPBD Jatim menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan serta sawah yang mengering akibat El Nino.(poto: AI).

Jakarta, seriusnews.id – Fenomena El Nino Jawa Timur kini resmi mencapai level sangat kuat dan memicu ancaman bencana kekeringan yang meluas. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas 1 Juanda memprakirakan anomali iklim ekstrem ini masih terus bertahan sampai akhir Catur Wulan I 2027 atau sekitar April mendatang.

Prakirawan BMKG Kelas 1 Juanda Andre Wijaya mengonfirmasi kondisi atmosfer terkini tersebut saat memberikan keterangan resmi pada Kamis (8/10/2026). Andre menegaskan bahwa hasil pemantauan stasiun cuaca menunjukkan intensitas fenomena pemanasan suhu permukaan laut ini belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Peningkatan suhu permukaan laut di kawasan Samudra Pasifik Tengah serta Pasifik Timur memicu penguatan anomali cuaca tersebut secara signifikan. Perairan luas itu mencatatkan kondisi temperatur yang jauh lebih hangat jika para pengamat membandingkannya dengan kondisi batas normal.

Penyebab Anomali Cuaca Pasifik dan Prediksi Musim Hujan

Perubahan pola hembusan sirkulasi angin serta dinamika atmosfer yang kian menguat ikut memperparah kondisi kekeringan di daratan. Andre memaparkan bahwa semakin besar angka deviasi atau penyimpangan temperatur dari ukuran normal, maka level kategori El Nino juga menjadi semakin kuat.

Baca Juga :  Gerbong Mutasi Kapolri Bergerak: Irjen Jawari Pimpin Polda Sumbar, Simak Profil Lengkapnya

Dampak pergeseran iklim global ini memicu lonjakan temperatur udara yang sangat menyengat di berbagai kawasan Jawa Timur. Stasiun Klimatologi Jawa Timur merilis infografis resmi per Kamis (8/10/2026) yang mencatat rekor temperatur tertinggi mencapai 38,3 derajat Celsius di wilayah Kabupaten Lamongan.

Kondisi cuaca terik ini mempercepat hilangnya cadangan air tanah dan memicu kekeringan parah pada sektor lahan pertanian warga. BMKG Juanda menegaskan bahwa krisis kekeringan yang melanda berbagai kawasan ini baru akan berakhir seiring kehadiran musim hujan secara menyeluruh.

Andre memproyeksikan awal periode musim hujan di seluruh wilayah Jawa Timur baru akan mulai mengguyur pada dasarian ketiga November 2026. Datangnya curah hujan pada akhir November tersebut bakal menghentikan dampak kemarau panjang yang merugikan aktivitas harian masyarakat.

Penyaluran Bantuan Air Bersih Bagi Puluhan Daerah Terdampak

Kemarau berkepanjangan ini membuat masyarakat di berbagai pelosok daerah mengalami kesulitan dalam memperoleh pasokan air bersih layak konsumsi. Sektor pertanian juga menerima pukulan telak akibat tanah ladang garapan warga mengering kerontang selama berbulan-bulan.

Baca Juga :  Wali Kota Padang Imbau Waspada Cuaca Ekstrem, BPBD Siaga Penuh Antisipasi Bencana

Catatan kebencanaan menunjukkan krisis air bersih dan kekeringan tersebut telah melanda sedikitnya 24 kabupaten dan kota per Sabtu (3/10/2026). Mengamati kegentingan lapangan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur segera menetapkan status darurat bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Langkah penetapan status darurat pada 24 kabupaten dan kota tersebut memacu percepatan penanganan krisis air bagi ratusan ribu penduduk terdampak. Pihak BPBD Jawa Timur langsung menggencarkan aksi pendistribusian atau dropping air bersih ke puluhan wilayah kantong krisis.

Petugas gabungan telah menyalurkan pasokan armada tangki air bersih menuju 25 kabupaten dan kota di berbagai penjuru Jawa Timur. BPBD mengatur kapasitas pengiriman volume bantuan cairan tersebut dengan menyesuaikan kebutuhan harian riil masing-masing warga penerima manfaat.

Akumulasi penyaluran air bersih hingga Sabtu (3/10/2026) sudah menembus angka fantastis sebanyak 25.350.750 liter ke seluruh titik lokasi krisis. Pasokan air tersebut sukses menjangkau 36.009 kepala keluarga atau setara dengan 395.438 jiwa warga yang terdampak langsung bencana kekeringan.(ar)

Berita Terkait

Sah! Ini Susunan Dewan Pengawas LPP RRI Periode 2026–2031
Heboh Selebrasi Power Rangers Prabowo Rayakan Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Kemen Imipas Pecat Kalapas Cibinong Imbas Skandal Klaster Mewah Narapidana
Andre Rosiade Beberkan 5 Perintah Prabowo Rombak Ekosistem Haji Nasional
Komdigi Tegur Operator Seluler Soal Paket Internet Non-Rollover yang Langgar Putusan MK
Peneliti BRIN Usul Sekda Jabat Kepala Daerah Menjelang Pilkada 2031
Kepala BGN Bongkar Modus Yayasan Minta Setoran Dapur MBG
Rocky Gerung Masuk Wantimpres, Tegaskan Tetap Kritis Kawal Etika Istana
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:39 WIB

BMKG Ungkap El Nino Sangat Kuat Landa Jawa Timur hingga April 2027

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Heboh Selebrasi Power Rangers Prabowo Rayakan Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:13 WIB

Kemen Imipas Pecat Kalapas Cibinong Imbas Skandal Klaster Mewah Narapidana

Minggu, 4 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Andre Rosiade Beberkan 5 Perintah Prabowo Rombak Ekosistem Haji Nasional

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Komdigi Tegur Operator Seluler Soal Paket Internet Non-Rollover yang Langgar Putusan MK

Berita Terbaru