Padang, seriusnews.id – Hujan deras mengguyur wilayah Sumatera Barat sejak Sabtu siang dan memicu banjir di Kota Padang pada sejumlah titik rawan. Air meluap dengan cepat ke pemukiman warga setelah curah hujan tinggi melanda kawasan tersebut tanpa henti.
Kondisi cuaca ekstrem tersebut mendorong tim siaga bencana segera mengambil tindakan cepat di lapangan. Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang langsung menerjunkan tim penyelamat untuk menyisir kawasan terdampak luapan air.
Warga Lubuk Minturun bernama Diki melaporkan genangan air yang terus meninggi kepada petugas pada pukul 14.30 WIB. Informasi awal tersebut langsung mengarahkan fokus operasi penyelamatan ke area permukiman yang mulai terisolasi genangan air.
Laporan warga menunjuk kawasan Lumin Park di Lubuk Minturun sebagai salah satu titik terdampak genangan cukup parah. Petugas piket menerima laporan darurat tersebut dan langsung menyiapkan regu penyelamat beserta armada evakuasi air.
Kepala Kantor SAR Kelas A Padang Abdul Malik mengonfirmasi pihaknya bergerak cepat begitu menerima laporan warga. Pihaknya langsung mengoordinasikan tim siaga untuk merespons ancaman luapan air yang berpotensi membahayakan keselamatan warga sekitar.
Personel SAR Bawa Perahu Karet Menuju Lokasi
Tujuh personel rescuer berangkat dari markas komando pada pukul 14.40 WIB menuju lokasi kejadian. Tim penyelamat menempuh jalur darat sejauh 8,6 kilometer dengan estimasi waktu perjalanan sekitar 20 menit berkendara.
Regu penyelamat mengendarai mobil operasional rescue double cabin yang memuat beragam instrumen evakuasi banjir. Mobilisasi armada darurat tersebut bertujuan mempercepat proses pembukaan jalur pertolongan bagi warga yang membutuhkan evakuasi segera.
Tim SAR mengangkut satu unit perahu karet atau LCR lengkap dengan mesin motor tempel handal. Perlengkapan SAR air ini menjadi tumpuan utama petugas untuk menyusuri gang sempit dan genangan dalam.
Petugas juga membawa serangkaian perlengkapan evakuasi darurat, kantong peralatan medis, serta perangkat komunikasi radio lapangan. Seluruh peralatan pendukung ini memastikan koordinasi operasi penanganan genangan berjalan lancar tanpa kendala teknis saat menembus hujan lebat.
Setibanya di titik banjir, personel gabungan langsung memetakan lokasi warga yang memerlukan evakuasi prioritas menuju tempat aman. Petugas terus memantau debit air seraya memastikan tidak ada warga yang terjebak di dalam bangunan rumah.
Petugas Catat Data Korban Serta Ingatkan Warga
Kantor SAR Padang saat ini masih terus mendata korban serta warga yang terdampak genangan air. Petugas di lapangan memprioritaskan keselamatan kelompok rentan sebelum menghimpun seluruh data kerugian material secara menyeluruh.
Abdul Malik menegaskan pihaknya akan menyampaikan perkembangan lanjutan operasi penanganan luapan air secara berkala kepada publik. Tim penyelamat tetap bertahan di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan muka air yang lebih tinggi.
Pihak SAR Padang meminta masyarakat sekitar aliran sungai meningkatkan kewaspadaan penuh menghadapi cuaca buruk yang masih berlangsung. Hujan lebat yang terus turun dapat memicu lonjakan debit air sungai secara mendadak sewaktu-waktu.
Warga yang tinggal di dekat bantaran sungai sebaiknya segera mengungsi mandiri jika melihat tanda-tanda kenaikan air. Langkah pencegahan dini sangat penting guna menghindari ancaman arus deras yang membahayakan keselamatan jiwa seluruh keluarga.
Tim gabungan terus bersiaga penuh di pos komando dan lokasi terdampak sembari memantau perkembangan cuaca Kota Padang. Petugas siap merespons setiap panggilan darurat dari warga selama intensitas curah hujan tinggi masih menyelimuti daerah ini.(ar)









