Solok, seriusnews.id – Tim SAR gabungan kembali membuahkan hasil dalam proses pencarian korban galodo Arosuka yang memasuki hari kelima pada Jumat (25/9). Petugas menemukan seorang pria bernama Agusra (59) dalam keadaan meninggal dunia di belakang kawasan Kantor Bupati Solok.
Korban merupakan warga Jorong Pasar Usang, Nagari Koto Gadang Guguk, Kabupaten Solok yang hilang sejak bencana melanda. Petugas mendeteksi keberadaan jasad korban pada titik koordinat 0°57’13.90″S dan 100°37’16.01″E sekitar pukul 11.00 WIB.
Lokasi penemuan jasad tersebut berjarak sekitar 713,73 meter dari lokasi kejadian perkara awal. Petugas langsung mengevakuasi jasad Agusra menuju RSUD Arosuka untuk menjalani penanganan medis lebih lanjut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Abdul Malik, memimpin langsung jalannya operasi pencarian tersebut. Pihaknya terus mengoordinasikan penyisiran seluruh area terdampak bersama ribuan personel gabungan dari berbagai unsur penanggulangan bencana.
Tim SAR Membagi Wilayah Operasi Menjadi Empat Sektor
Para petugas memulai operasi pencarian sejak pukul 07.00 WIB di bawah naungan cuaca yang cukup cerah. Pihaknya membagi wilayah penyisiran menjadi empat sektor utama dengan total panjang area mencapai 14 kilometer.
SRU 1 mengerahkan personel untuk menyisir sektor A di sekitar lokasi kejadian perkara sepanjang 2,5 kilometer. Sementara itu, SRU 2 bergerak menyisir area sektor B yang membentang sepanjang 3,5 kilometer.
Tim SRU 3 menelusuri area penyisiran sektor C dengan daya jangkau wilayah hingga lima kilometer. Sektor D yang juga memiliki panjang lintasan lima kilometer menjadi fokus pencarian bagi tim SRU 4.
Sebanyak 1.407 personel gabungan bahu-membahu menyisir tiap jengkal lokasi terdampak untuk menemukan korban lainnya. Anggota tim tersebut berasal dari Kantor SAR Padang, TNI, Polri, BNPB, BPBD, hingga relawan kemanusiaan.
Banjir Bandang Menerjang Wilayah Arosuka Sejak Senin Malam
Petugas juga mengerahkan deretan alat berat seperti ekskavator hingga drone termal untuk memaksimalkan operasi SAR di lapangan. Selain itu, armada kendaraan operasional, peralatan keselamatan air, serta perlengkapan mountaineering turut mendukung pergerakan petugas.
Bencana banjir bandang atau galodo ini pertama kali menerjang wilayah Arosuka pada Senin (21/9) malam. Hujan deras dengan intensitas tinggi telah mengguyur kawasan Kabupaten Solok sejak pukul 18.00 WIB sebelum air bah datang.
Luapan air bercampur material lumpur kemudian menghantam pemukiman warga Arosuka dan sekitarnya sekitar pukul 20.00 WIB. Data sementara operasi SAR mencatat sebanyak 36 orang masuk dalam daftar pencarian akibat musibah hebat ini.
Hingga saat ini, tim gabungan mengonfirmasi dua korban meninggal dunia, yakni Agusra dan seorang pemuda bernama Daffi Arrahman (21). Tim SAR terus melanjutkan upaya pencarian di lapangan untuk menemukan sisa korban yang belum terdata keberadaannya.(ar)









