Gus Kikin Tegaskan PBNU Kembali ke Akar Tradisi Pesantren

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rais A’am KH Miftachul Akhyar dan Ketum PBNU Gus Kikin pimpin Apel Hari Santri 2026 di Ponpes Tebuireng Jombang, Kamis (22/10).(poto: kompas.com).

Rais A’am KH Miftachul Akhyar dan Ketum PBNU Gus Kikin pimpin Apel Hari Santri 2026 di Ponpes Tebuireng Jombang, Kamis (22/10).(poto: kompas.com).

Jakarta, Seriusnews.id – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menggelar pelantikan pengurus baru PBNU masa khidmat 2026–2031 dengan suasana bersahaja. Seluruh jajaran pengurus memusatkan prosesi khidmat ini di Pondok Pesantren Al-Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (24/10/2026).

Langkah memilih pesantren menjadi pesan penting bagi arah gerak jam’iyah ke depan. Para pengurus ingin mendekatkan kembali roda organisasi ke tempat awal mula para ulama mendirikan wadah perjuangan ini.

Ketua Umum PBNU Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menyampaikan alasan di balik konsep sederhana tersebut. Pihaknya sengaja menjauhkan seremoni dari kemewahan agar seluruh jajaran mengingat jati diri Nahdlatul Ulama.

“Kegiatan pelantikan ini sengaja disiapkan secara sederhana dan dipilih berlokasi di pondok pesantren sebagai penanda komitmen kepengurusan masa khidmat ini untuk kembali ke akar tradisi,” ujar Gus Kikin saat menyampaikan pidato sambutan.

Menurut Gus Kikin, pesantren melahirkan ulama-ulama besar yang mengikhlaskan hidup demi kemaslahatan umat. Nilai luhur itulah yang wajib menjadi pedoman pengurus dalam menjalankan amanah lima tahun ke depan.

Baca Juga :  Prabowo Buka Rakornas TPAKD, Mahyeldi Pacu Finansial Warga

Menjaga Keutuhan Bangsa Lewat Semangat Santri

Momentum pelantikan ini beriringan erat dengan peringatan Hari Santri 2026. Semangat juang kaum santri menjadi dorongan moril bagi struktur pengurus baru untuk memperkuat peran sosial keagamaan di tengah masyarakat.

Gus Kikin mengajak seluruh fungsionaris merapatkan barisan kerja. Tantangan zaman menuntut jam’iyah tetap kokoh menjaga tradisi sekaligus mengawal persatuan Republik Indonesia.

“Kami berharap semua pengurus Nahdlatul Ulama bersatu dan berada dalam satu barisan untuk bersama-sama menguatkan akar tradisi pesantren dan menjaga keutuhan negeri yang kita cintai ini,” kata Gus Kikin di hadapan para hadirin.

Ia menilai sinergi yang utuh akan menghasilkan program kerja nyata. Pengurus di tingkat pusat hingga daerah harus saling topang demi menjawab persoalan warga nahdliyin secara nyata.

Pesantren pun tidak boleh sekadar menjadi latar belakang sejarah belaka. Wadah pendidikan khas nusantara ini harus terus menjadi kompas moral dan pusat peradaban bagi gerak langkah organisasi.

Merajut Keterwakilan Wilayah dan Lintas Generasi

Gus Kikin juga membeberkan pertimbangan matang dalam menyusun susunan kepengurusan periode ini. Tim penyusun sengaja merangkul berbagai elemen untuk memastikan kebersamaan berjalan optimal.

Baca Juga :  Ratusan Santri Meriahkan Hari Santri 2026 di Pariaman

Struktur anyar tersebut memadukan tokoh senior berpengalaman dengan figur muda yang adaptif terhadap dinamika zaman. Keterwakilan daerah dari Sabang sampai Merauke turut melengkapi barisan kepengurusan PBNU saat ini.

“Komposisi kepengurusan ini telah disusun dengan berusaha mempertimbangkan semua aspek keterwakilan, baik dari sisi kewilayahan maupun keterwakilan antargenerasi,” ucap Gus Kikin menerangkan peta personel kepengurusan.

Ia menyadari susunan pengurus tidak lepas dari ruang koreksi dan evaluasi. Gus Kikin dengan rendah hati mengakui keterbatasan manusia dalam meramu struktur organisasi raksasa seperti PBNU.

“Jika ada kekurangan di satu atau dua sisi, semata-mata karena kita semua adalah manusia yang penuh dengan keterbatasan,” sambungnya menambahkan.

Seluruh jajaran kepengurusan kini bersiap tancap gas menjalankan program kerja strategis. Mereka menargetkan penguatan basis pesantren, pemberdayaan ekonomi warga, serta penguatan dakwah yang menyejukkan bagi keutuhan bangsa.(ar)

Berita Terkait

BMKG Rilis Peringatan Hujan Ekstrem Besok, Ini Wilayahnya
Prabowo Buka Rakornas TPAKD, Mahyeldi Pacu Finansial Warga
BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Akibat Siklon Tropis
Daftar Lengkap Harga BBM Seluruh SPBU Oktober 2026
Petani Makin Mudah Tebus Pupuk Subsidi di KDKMP
Tunjangan Guru Non-ASN Mulai Cair Pekan Depan, Kemendikdasmen Tuntaskan Dokumen Pencairan
Buka MTQ Sijunjung, Gubernur Mahyeldi Tekankan Pengamalan Nilai Al-Qur’an
Presiden Prabowo Lantik Jenderal Tandyo Budi Jadi KSAD Baru: Ini Rekam Jejak Tempurnya
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:35 WIB

BMKG Rilis Peringatan Hujan Ekstrem Besok, Ini Wilayahnya

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Gus Kikin Tegaskan PBNU Kembali ke Akar Tradisi Pesantren

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:53 WIB

Prabowo Buka Rakornas TPAKD, Mahyeldi Pacu Finansial Warga

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:25 WIB

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Akibat Siklon Tropis

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:12 WIB

Daftar Lengkap Harga BBM Seluruh SPBU Oktober 2026

Berita Terbaru

Deretan emas batangan Antam di Pegadaian siap diperjualbelikan seiring turunnya harga jual dan buyback hari ini.(poto: AI).

Bisnis

Harga Emas Antam Pegadaian Turun Hari Ini: Cek Rinciannya

Sabtu, 24 Okt 2026 - 15:51 WIB

Instruktur memandu teknik pengereman motor matik di lintasan Astra Motor Safety Riding Center.(ilustrasi poto: AI).

Otomotif

Trik Mencegah Rem Blong Motor Matik di Turunan Panjang

Sabtu, 24 Okt 2026 - 15:40 WIB

Ilustrasi Suasana jalanan kota saat hujan lebat dan langit mendung gelap, masyarakat diimbau waspadai potensi cuaca ekstrem.(poto: AI).

Nasional

BMKG Rilis Peringatan Hujan Ekstrem Besok, Ini Wilayahnya

Sabtu, 24 Okt 2026 - 15:35 WIB

Rais A’am KH Miftachul Akhyar dan Ketum PBNU Gus Kikin pimpin Apel Hari Santri 2026 di Ponpes Tebuireng Jombang, Kamis (22/10).(poto: kompas.com).

Nasional

Gus Kikin Tegaskan PBNU Kembali ke Akar Tradisi Pesantren

Sabtu, 24 Okt 2026 - 15:31 WIB