Petani Makin Mudah Tebus Pupuk Subsidi di KDKMP

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Petani menunjukkan KTP saat menebus pupuk subsidi melalui aplikasi di Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP).(poto: AI).

Ilustrasi Petani menunjukkan KTP saat menebus pupuk subsidi melalui aplikasi di Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP).(poto: AI).

Jakarta, Seriusnews.id – PT Pupuk Indonesia (Persero) mempercepat langkah strategis dalam mematangkan distribusi pupuk subsidi KDKMP bagi kalangan petani di tingkat pedesaan. Kebijakan ini mempermudah para petani menjangkau pasokan pupuk secara langsung tanpa kendala jarak yang jauh.

Perseroan menyiapkan seluruh kebutuhan mulai dari ketersediaan stok, integrasi sistem penebusan, hingga pemantauan distribusi terpadu. Langkah terkoordinasi ini menjamin pasokan pupuk bersubsidi sampai ke tangan penerima secara aman dan transparan.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menegaskan perseroan terus memberikan pendampingan teknis kepada pengelola koperasi di lapangan. Edukasi intensif ini bertujuan menyamakan pemahaman mengenai tata cara operasional penebusan barang bersubsidi.

Pelaksanaan di berbagai daerah melibatkan koordinasi aktif bersama jajaran pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan. Manajemen perseroan selalu menyesuaikan setiap tahapan implementasi dengan kesiapan fasilitas masing-masing wilayah.

Rahmad menyampaikan dukungan penuh terhadap penguatan peran KDKMP sebagai garda terdepan distribusi pupuk di desa. Perseroan berkomitmen penuh menjaga kelancaran pasokan demi memacu produktivitas lahan pertanian dan memperkokoh ketahanan pangan nasional.

Baca Juga :  Polri Resmikan Slogan Baru dan Posko Polisi Bersama Masyarakat

Mekanisme Penebusan Pupuk Subsidi Petani Sangat Mudah Dipahami

Para petani penerima manfaat tidak menghadapi perubahan mekanisme penebusan pupuk di gerai KDKMP. Mereka yang sudah tercatat di sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) cukup menunjukkan KTP asli kepada petugas.

Petugas koperasi memproses verifikasi dan pencatatan transaksi secara langsung melalui aplikasi i-Pubers. Petani juga membayar tebusan pupuk sesuai batasan Harga Eceran Tertinggi (HET) resmi dari pemerintah.

Perseroan menyiagakan fasilitas Command Center guna mengawasi seluruh pergerakan armada pupuk secara langsung (real-time). Pusat komando ini memantau perjalanan muatan mulai dari pintu pabrik sampai ke rak penyimpanan KDKMP.

Sistem digital tersebut memudahkan manajemen merespons kebutuhan mendesak di sentra-sentra produksi pertanian. Pengawasan ini menerapkan prinsip tujuh tepat (7T), yakni tepat jenis, jumlah, harga, tempat, waktu, mutu, serta penerima.

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Tetapkan Tersangka Pembawa Botol Cairan Berbahaya Saat Aksi di DPR RI

KDKMP Berperan Strategis Menyalurkan Berbagai Barang Subsidi Desa

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan peran KDKMP sebagai pusat pelayanan kebutuhan bersubsidi masyarakat desa. Unit usaha ini berada di bawah kepemilikan desa dengan pengelolaan langsung oleh Kepala Desa dan Ketua Koperasi.

Seorang manajer operasional turut membantu pengurus dalam melayani penyaluran barang-barang subsidi bagi warga setempat. Koperasi desa ini kelak melayani bantuan subsidi alat dan mesin pertanian (alsintan) hingga komoditas pupuk.

Pemerintah bergerak cepat dengan memeriksa kesiapan 10.070 unit KDKMP di sembilan provinsi sejak 15 Oktober 2026. Pemeriksaan serentak ini mempercepat operasionalisasi koperasi agar segera melayani kebutuhan para petani.

Pupuk Indonesia mengintegrasikan KDKMP ke dalam rantai distribusi pupuk bersubsidi sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025. Kini gerai KDKMP yang telah memenuhi standar kesiapan sudah mulai melayani penebusan pupuk bagi petani.(ar)

Berita Terkait

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Akibat Siklon Tropis
Daftar Lengkap Harga BBM Seluruh SPBU Oktober 2026
Tunjangan Guru Non-ASN Mulai Cair Pekan Depan, Kemendikdasmen Tuntaskan Dokumen Pencairan
Buka MTQ Sijunjung, Gubernur Mahyeldi Tekankan Pengamalan Nilai Al-Qur’an
Presiden Prabowo Lantik Jenderal Tandyo Budi Jadi KSAD Baru: Ini Rekam Jejak Tempurnya
Prabowo Resmi Rombak Kabinet: Lantik Kepala BNPB dan Empat Wamen Baru di Istana
Kemenaker Buka Seleksi Hakim Ad Hoc PHI 2026, Cek Syarat dan Batas Pendaftarannya
OTT KPK di BNPB: Sestama dan Belasan Orang Ditangkap
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:25 WIB

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Akibat Siklon Tropis

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:12 WIB

Daftar Lengkap Harga BBM Seluruh SPBU Oktober 2026

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:57 WIB

Petani Makin Mudah Tebus Pupuk Subsidi di KDKMP

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Tunjangan Guru Non-ASN Mulai Cair Pekan Depan, Kemendikdasmen Tuntaskan Dokumen Pencairan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Buka MTQ Sijunjung, Gubernur Mahyeldi Tekankan Pengamalan Nilai Al-Qur’an

Berita Terbaru

Tiga pesilat muda asal SMAN 1 Sungai Penuh sukses menyabet medali pada Kejuaraan Nasional Silat Satria Muda Indonesia di Cibubur, Jakarta, sepanjang 13 hingga 18 Oktober 2026.(poto: dorlanhikmah.com).

Pendidikan

Pesilat SMAN 1 Sungai Penuh Sabet Tiga Medali Kejurnas SMI

Kamis, 22 Okt 2026 - 14:29 WIB

Tim gabungan lintas instansi menertibkan ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini menggelar lapak liar di fasilitas umum, Rabu (21/10/2026).(poto: padangkita.com).

Regional

Revitalisasi Pasar Raya Padang Relokasi Ratusan PKL

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:42 WIB

Waliota Alfin, Duduk berdampingan dengan beberapa orang Kepala Daerah saat menghadiir HUT ke-72 Tanjab Timur.(poto: istimewa).

Pemerintahan

Hadiri HUT Ke-27 Tanjab Timur, Walkot Alfin Dorong Sinergi

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:37 WIB