Jakarta, Seriusnews.id – Pasar mobil listrik perkotaan kian ramai. BYD resmi meluncurkan BYD Seagull generasi kedua di China. Mobil kompak ini hadir dalam lima varian. Harganya berkisar dari Rp 177,4 juta hingga Rp 269 juta.
Ukuran bodi mobil mengalami pembesaran drastis. Panjang bodi kini mencapai 4.205 mm. Lebar bodi tercatat 1.810 mm dan tinggi 1.570 mm.
Jarak sumbu roda mobil membentang 2.650 mm. Ruang kabin kini mampu menampung lima penumpang dengan lega. Desain luar tetap mempertahankan konsep Marine Aesthetics yang sporty.
Dasbor mobil mengusung konsep horizontal modern. Pengemudi menikmati layar sentuh DiLink 150 seluas 15,6 inci. Sistem hiburan ini langsung terhubung dengan teknologi DeepSeek AI.
Kursi pengemudi menawarkan pengaturan elektrik enam arah. Kursi depan juga memiliki fungsi pemanas dan pendingin udara. Pengemudi bahkan dapat memakai fitur pemijat punggung.
Kabin menyediakan pengisi daya nirkabel berdaya 50 watt. Tata lampu interior menyuguhkan 127 opsi warna menarik. Sistem audio mobil mengandalkan delapan pengeras suara berkualitas.
Ruang bagasi depan sanggup memuat barang hingga 94 liter. Bagasi belakang dapat membesar sampai 1.380 liter. Pengguna cukup melipat bangku baris kedua untuk membawa koper.
BYD memasang Blade Battery generasi terbaru pada Seagull. Baterai ini sudah mendukung pengisian daya kilat Flash Charging. Konsumen dapat memilih baterai 30,1 kWh atau 39,2 kWh.
Varian baterai kecil menempuh jarak 320 kilometer. Sementara itu, varian besar sanggup menjelajah hingga 420 kilometer. Jarak tempuh tersebut mengacu pada standar pengujian CLTC.
Motor penggerak menyajikan dua pilihan tenaga, yaitu 114 TK dan 127 TK. Keduanya menghasilkan torsi puncak sebesar 130 Nm. Mobil mampu melaju lincah melibas jalan perkotaan.
Keselamatan Berkendara dan Peluang Ekspor
Insinyur BYD memasang suspensi belakang independen multilink. Mobil lincah berputar balik dengan radius putar 4,95 meter. Struktur bodi sangkar mobil memberi perlindungan benturan yang kokoh.
Pabrikan melengkapi mobil dengan enam kantung udara keselamatan. Pengemudi juga dapat memilih fitur DiPilot 300 berbasis LiDAR. Fitur otonom ini mampu membaca lampu lalu lintas secara akurat.
Masyarakat Indonesia masih harus menunggu kehadiran mobil ini. Head of PR PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, memberi keterangan resmi. Luther menegaskan bahwa pabrikan masih fokus melayani pasar domestik China.
BYD Indonesia saat ini memilih fokus menjual Atto 1 model berjalan. Permintaan pasar domestik terhadap model lama tersebut masih sangat tinggi.(ar)









