Harga Pertamax Naik, Ekonom Unmul Ajak Kelas Menengah Ubah Pola Konsumsi

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Antrean memanjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).( ilustrasi poto : ANTARA )

Antrean memanjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).( ilustrasi poto : ANTARA )

Jakarta, seriusnews.id – Kondisi harga Pertamax naik menjadi momentum bagi masyarakat kelas menengah untuk menata ulang kebiasaan belanja dan menyesuaikan gaya hidup dengan kondisi ekonomi saat ini.

Pengamat Ekonomi Universitas Mulawarman (Unmul) Kalimantan Timur, Khairil Anwar, menilai konsumen utama Pertamax perlu mulai menekan pengeluaran yang hanya berorientasi pada gaya hidup.

Khairil menyampaikan pandangan tersebut di Samarinda, Jumat. Ia menilai kelompok kelas menengah ke atas memiliki kemampuan lebih besar untuk mengatur ulang pola konsumsi dibanding kelompok lain.

Menurut Khairil, perubahan perilaku konsumsi menjadi langkah yang relevan ketika biaya energi meningkat. Ia mendorong masyarakat agar lebih fokus pada kebutuhan utama dan mengurangi belanja yang tidak mendesak.

Pemerintah Dinilai Memiliki Pilihan Terbatas

Khairil menjelaskan pemerintah menghadapi ruang fiskal yang terbatas dalam menentukan kebijakan energi. Ia juga menyoroti posisi Indonesia yang tidak lagi menjadi negara eksportir minyak.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat pemerintah harus mengambil keputusan yang menyesuaikan kemampuan anggaran negara. Karena itu, masyarakat perlu melihat kebijakan harga energi secara lebih luas.

Baca Juga :  Pertamina Gerak Cepat Kirim BBM dan LPG ke Aceh Usai Banjir

Khairil menekankan bahwa perubahan harga BBM tidak hanya bergantung pada faktor domestik. Berbagai kondisi ekonomi ikut memengaruhi arah kebijakan pemerintah.

Khairil melihat masyarakat dan pelaku usaha saat ini memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi tekanan ekonomi. Pengalaman menghadapi berbagai periode sulit membentuk kemampuan adaptasi yang lebih kuat.

Meski harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, ia menilai masyarakat tidak menunjukkan respons berlebihan.

Menurut Khairil, pengalaman menghadapi tekanan ekonomi pada 2008, 2015, dan masa pandemi COVID-19 memberi pelajaran penting bagi dunia usaha dan konsumen.

Para pelaku usaha kini memahami cara menjaga nilai perusahaan saat kondisi ekonomi berubah. Konsumen juga mulai memperhitungkan pengeluaran dengan lebih cermat.

Khairil menilai konsumen kelas menengah semestinya sudah mulai melakukan antisipasi sejak beberapa bulan terakhir. Salah satu langkah yang ia sarankan yaitu memilih kendaraan yang lebih hemat bahan bakar.

Selain itu, ia mendorong masyarakat menerapkan gaya hidup hemat atau frugal living. Langkah tersebut membantu rumah tangga menjaga kestabilan pengeluaran.

Baca Juga :  Istana Jawab Tuntutan Demo Mahasiswa, Klaim Efisiensi APBN dan Evaluasi MBG

Khairil menegaskan bahwa hidup hemat bukan berarti mengurangi kualitas hidup. Masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas dengan pengelolaan keuangan yang lebih disiplin.

Dampak Kenaikan Pertamax Dinilai Lebih Terbatas

Khairil menjelaskan kenaikan harga Pertamax lebih banyak memengaruhi mobilitas pribadi. Mayoritas pengguna Pertamax berasal dari kendaraan individu.

Ia membandingkan kondisi itu dengan kenaikan harga solar yang memberi pengaruh langsung terhadap sektor logistik nasional.

Menurut dia, kenaikan solar biasanya mendorong biaya distribusi dan memicu kenaikan harga barang di berbagai sektor. Sementara itu, kenaikan Pertamax lebih banyak memengaruhi pengeluaran rumah tangga pengguna kendaraan pribadi.

Sebagai langkah lanjutan, Khairil meminta pemerintah segera menyalurkan bantalan sosial untuk menjaga daya beli masyarakat.

Ia juga mendorong pemerintah memperluas edukasi teknis bersama bengkel yang kompeten agar masyarakat memahami cara mengurangi biaya operasional kendaraan.

Menurut Khairil, langkah efisiensi kendaraan dapat membantu masyarakat menyesuaikan pengeluaran tanpa mengurangi mobilitas sehari-hari.(ar)

Berita Terkait

Pemerintah Guyur Diskon Tiket Nataru 2026/2027
Kemnaker Ingatkan Pekerja Waspada Tautan Palsu BSU 2026
BMKG Rilis Peringatan Hujan Ekstrem Besok, Ini Wilayahnya
Gus Kikin Tegaskan PBNU Kembali ke Akar Tradisi Pesantren
Prabowo Buka Rakornas TPAKD, Mahyeldi Pacu Finansial Warga
BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Akibat Siklon Tropis
Daftar Lengkap Harga BBM Seluruh SPBU Oktober 2026
Petani Makin Mudah Tebus Pupuk Subsidi di KDKMP
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Pemerintah Guyur Diskon Tiket Nataru 2026/2027

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Kemnaker Ingatkan Pekerja Waspada Tautan Palsu BSU 2026

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:35 WIB

BMKG Rilis Peringatan Hujan Ekstrem Besok, Ini Wilayahnya

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Gus Kikin Tegaskan PBNU Kembali ke Akar Tradisi Pesantren

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:53 WIB

Prabowo Buka Rakornas TPAKD, Mahyeldi Pacu Finansial Warga

Berita Terbaru

Secangkir air rebusan kulit manis hangat beralas tatakan kayu, disajikan bersama batang kayu manis, bubuk rempah, dan madu di meja dapur.

Kesehatan

Rahasia Manfaat Kulit Manis untuk Gula Darah dan Diet Sehat

Rabu, 28 Okt 2026 - 14:36 WIB

Deretan rempah herbal alami seperti kunyit, jahe, bawang putih, dan daun salam yang ampuh menurunkan kolesterol.

Kesehatan

5 Herbal Penurun Kolesterol Alami yang Terbukti Manjur

Rabu, 28 Okt 2026 - 14:30 WIB

Seduhan kunyit hangat, madu alami, dan lidah buaya yang ampuh meredakan gejala asam lambung serta maag.

Kesehatan

5 Obat Herbal Asam Lambung Alami yang Redakan Maag Cepat

Rabu, 28 Okt 2026 - 14:26 WIB

Ilustrasi Uji coba implementasi platform LMS Ruang Kelas Digital di hadapan siswa dan guru SMPN 17 Kota Padang.(poto: AI).

Pendidikan

SMPN 17 Padang Uji Coba Ruang Kelas Digital Diskominfo

Rabu, 28 Okt 2026 - 14:21 WIB