Agam, Seriusnews.id – Tim SAR gabungan mengevakuasi empat nelayan hilang kontak di kawasan perairan Gosong Kain, Tiku, Kabupaten Agam, Kamis (15/10). Seluruh korban berhasil dievakuasi petugas menuju daratan dalam keadaan selamat setelah sempat terombang-ambing di lautan.
Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Padang, Hendri, mengonfirmasi keberhasilan penemuan para nelayan tersebut kepada wartawan. Keberhasilan ini sekaligus menandai tuntasnya operasi pencarian maritim yang telah melibatkan puluhan petugas sejak beberapa hari terakhir.
Pihak SAR menerima kabar penemuan para penyintas dari nelayan setempat sekitar pukul 07.45 WIB. Nelayan lain yang sedang melintas menemukan posisi mereka lebih awal sekitar pukul 06.10 WIB di area perairan lepas.
Lokasi penemuan berada pada titik koordinat 0°33’31.31″ Lintang Selatan dan 99°39’35.19″ Bujur Timur. Titik penemuan tersebut berjarak sekitar dua mil laut dari perkiraan awal lokasi kejadian yang telah diperbarui petugas.
Nelayan penolong segera mengikat kedua armada perahu korban lalu menariknya perlahan menuju garis pantai. Tim SAR gabungan kemudian menjemput dan memastikan proses evakuasi tuntas sepenuhnya pada pukul 08.20 WIB.
Para korban terdiri atas Edi (52) bersama rekannya Tolen (55) yang mengemudikan biduak 04 bercat hijau. Sementara dua nelayan lainnya meliputi pemuda bernama Is Fadli (25) serta Tio Rusnaldi (25) yang menunggangi perahu biduak Pondok Mande kelir biru.
Seluruh korban merupakan warga Gasan Gadang yang menggantungkan mata pencaharian harian mereka di perairan barat Sumatra. Pihak keluarga korban menyambut kepulangan mereka dengan rasa haru begitu rombongan kapal penyelamat merapat di tepi pantai.
Operasi Gabungan Menyisir Puluhan Mil Laut Perairan Agam
Sebelumnya, Basarnas Padang mengerahkan kekuatan personel tambahan dan armada laut sejak Kamis subuh guna mempercepat penyisiran. Tim SAR memberangkatkan armada Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Padang yang mengangkut delapan personel terlatih.
Armada RIB 03 Pasaman turut meluncur membelah ombak dengan membawa lima personel untuk memperluas jangkauan pencarian. Hendri membeberkan bahwa para komandan lapangan membagi satuan tugas menjadi dua kelompok kerja utama di dua sektor strategis.
Kedua kelompok tersebut membagi tugas untuk menyapu total area pencarian maritim seluas 42 mil laut persegi. Luasnya medan operasi menuntut strategi pemetaan rute yang matang agar tidak ada titik koordinat yang terlewatkan.
Kelompok A memimpin pergerakan di tengah laut menggunakan kombinasi kapal RIB, perahu karet LCR, dan perahu nelayan lokal. Sementara itu, kelompok B menyisir daratan dengan berjalan kaki menyusuri bentangan bibir pantai secara mendalam.
Kolaborasi di lapangan melibatkan jajaran personel Unit Siaga SAR Agam, Kantor SAR Padang, serta Pos SAR Pasaman. Unsur kemaritiman dari TNI Angkatan Laut dan Polairud ikut mengamankan jalur pelayaran selama proses operasi berlangsung.
Babinsa Gasan bersama sukarelawan Palang Merah Indonesia Agam turut memberikan dukungan logistik serta penanganan medis darurat. Petugas BPBD Padang Pariaman, aparat nagari, hingga pengurus persatuan nelayan bahu-membahu menyukseskan misi kemanusiaan tersebut.
Evaluasi Operasi Penyelamatan Selesai Menjelang Tengah Hari Tiba
Begitu proses evakuasi medis rampung, seluruh komandan regu mengumpulkan personel untuk menggelar agenda evaluasi penutup pada pukul 13.30 WIB. Pertemuan debriefing ini bertujuan mencatat seluruh kronologi teknis penanganan musibah sekaligus memeriksa kelengkapan armada penyelamat.
Hendri memastikan seluruh unsur gabungan telah membubarkan barisan dan kembali menuju markas kesatuan dinas masing-masing. Pihak Basarnas secara resmi mengusulkan penutupan operasi pencarian setelah seluruh korban terbukti pulang tanpa cedera serius.
Sebelum peristiwa ini terjadi, dua perahu nelayan tersebut berangkat melaut bersama rombongan sejak Selasa (13/10) pukul 14.00 WIB. Empat unit perahu jaring bertolak bersama membawa total delapan nelayan menuju perairan lepas Tiku.
Dua perahu jaring berhasil kembali mendarat dengan aman sesuai jadwal tangkap ikan yang mereka rencanakan. Namun, dua perahu lain yang ditumpangi empat korban justru tertinggal dan tidak kunjung merapat ke dermaga.
Keluarga korban kemudian melaporkan kehilangan kontak ke kantor Basarnas Padang pada Rabu (14/10) siang. Laporan resmi tersebut langsung memicu pengerahan puluhan tim penolong hingga akhirnya seluruh korban berhasil ditemukan selamat.(ar)









