Padang, seriusnews.id – Hujan berintensitas tinggi memicu luapan air yang menghantam permukiman warga hingga menyebabkan banjir padang ratusan rumah terendam air keruh. Genangan yang belum surut sejak Minggu (11/10/2026) pagi tersebut memaksa sebanyak 672 warga meninggalkan hunian mereka.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat luapan air mulai menembus pemukiman warga sejak Sabtu (10/10/2026). Petugas Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Sumatera Barat terus memutakhirkan dampak kerusakan pemukiman di lokasi kejadian.
Genangan air melanda wilayah tiga kecamatan sekaligus, yakni Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo. Luapan arus merendam enam area kelurahan meliputi Kuranji, Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, Lubuk Minturun, Tabiang Banda Gadang, serta Gurun Laweh.
Kecamatan Kuranji menjadi titik luapan paling parah dengan sebaran ratusan pengungsi di berbagai posko darurat. Petugas memusatkan penanganan warga terdampak di wilayah ini guna mempercepat pemenuhan kebutuhan pangan harian pengungsi.
Sebanyak 367 jiwa memilih bertahan di tenda darurat Lapau Munggu serta kediaman warga sekitar yang lebih aman. Sementara itu, 250 warga memadati Mushalla Ar Ridwan Kampung Tangah dan 55 orang lainnya menempati Warung Jembatan Guo.
Derasnya arus luapan merusak satu unit rumah warga hingga roboh berat dan merusak empat bangunan berkategori sedang. Sebanyak 120 rumah penduduk lainnya masih terendam genangan air bercampur endapan lumpur pekat.
Tanggul Jebol Picu Akses Jalan Warga Terputus
Arus air menghancurkan badan jalan utama di sekitar intake PDAM daerah Guo Kecamatan Kuranji hingga putus total. Kerusakan jalur darat tersebut menghambat laju mobilitas warga serta memperlambat distribusi pertolongan pertama ke pemukiman terisolir.
Tim SAR gabungan langsung menerjunkan perahu karet guna mengevakuasi sebanyak 238 jiwa dari titik air terdalam. Barisan personel Basarnas, TNI, Polri, BPBD, Dinas Sosial, bersama sukarelawan menyisir gang sempit untuk menjemput para lansia.
Pemerintah daerah mengarahkan fokus teknis pada titik tanggul jebol di bantaran aliran sungai Lapau Munggu Kuranji. Kerusakan tanggul sungai tersebut menuntut penanganan tanggap darurat segera agar tidak memicu luapan susulan saat hujan lebat.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengimbau warga tetap memantau peringatan dini cuaca. Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai wajib segera mengevakuasi diri begitu debit sungai kembali naik.
Penyaluran Bantuan Pangan Darurat Menjangkau Seluruh Posko
Pemerintah Kota Padang mengalirkan ribuan paket logistik makanan cepat saji ke posko pengungsian sejak dini hari. Bank Nagari bersama bagian umum balai kota membagikan 500 bungkus nasi hangat untuk konsumsi pagi para pengungsi.
Dinas Sosial Kota Padang menyalurkan 23 dus mi instan dan 30 paket makanan khusus anak ke lokasi pengungsian. Petugas lapangan juga membagikan 30 paket perlengkapan keluarga serta 16 paket busana anak yang sangat mendesak.
BPBD Kota Padang memasok sebanyak 100 lembar selimut hangat guna melindungi para pengungsi dari udara dingin malam. Instansi sosial daerah juga menambahkan 30 lembar kasur busa agar warga dapat beristirahat dengan layak.
Wali Kota Padang memimpin langsung jajaran pimpinan daerah meninjau titik banjir di kawasan Perumahan Cluster Luminpark. Rombongan pejabat Forkopimda memantau ketinggian debit air sekaligus memastikan keselamatan para penghuni kompleks perumahan yang terisolasi.
Aparat gabungan menegaskan komitmen pendampingan penuh terhadap para pengungsi hingga situasi air benar-benar surut total. Petugas posko terus memasak kebutuhan logistik dan membagikan bantuan air bersih ke seluruh tenda darurat warga.(ar)









