Jaga Rumah Gadang, Warga Panyalaian Suarakan Nasib Jalur Tol Sicincin–Bukittinggi

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Niniak mamak Nagari Panyalaian mendesak pemerintah melindungi tanah ulayat dan Rumah Gadang dari proyek jalur Tol Sicincin–Bukittinggi.(poto: fajarsumbar.com).

Ilustrasi Niniak mamak Nagari Panyalaian mendesak pemerintah melindungi tanah ulayat dan Rumah Gadang dari proyek jalur Tol Sicincin–Bukittinggi.(poto: fajarsumbar.com).

Tanah Datar, Seriusnews.id – Niniak mamak dan masyarakat Nagari Panyalaian, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, meminta perlindungan penuh terhadap tanah ulayat. Sikap ini menyikapi rencana penentuan jalur tol sicincin bukittinggi yang berpotensi melintasi wilayah perkampungan mereka.

Masyarakat menegaskan langkah tersebut bukan bentuk penolakan terhadap proyek infrastruktur nasional. Mereka hanya memperjuangkan kelestarian Rumah Gadang dan ruang hidup kaum adat setempat.

Pemerintah Kabupaten Tanah Datar memfasilitasi dialog ini melalui forum koordinasi resmi pada 29 September 2026. Pertemuan di Sekretariat Daerah tersebut melibatkan perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan konsultan PT Hutama Karya.

Kerapatan Adat Nagari (KAN), niniak mamak, dan tokoh masyarakat turut mengawal pertemuan tersebut secara langsung. Seluruh pihak berdiskusi mencari titik temu terbaik demi menyelamatkan aset pusaka tinggi nagari.

Warga Nagari Panyalaian Minta Perlindungan Tanah Ulayat

Masyarakat meminta pemerintah dan pelaksana proyek mengkaji ulang penetapan rute jalan secara komprehensif. Kajian mendalam ini sangat penting guna mencegah kerusakan pada peninggalan bersejarah masyarakat Minangkabau.

Warga juga menuntut proses komunikasi pembangunan berlangsung terbuka dan transparan dari hulu ke hilir. Kejelasan informasi membantu masyarakat memahami secara rinci peta dampak lingkungan serta pembebasan lahan.

Baca Juga :  Pemerintah Kabupaten Agam Resmi Lepas Tiga Pelajar Terbaik Menuju Paskibraka Sumatera Barat

Sebelumnya, warga Jorong Pasa Rabaa dan Sawah Parik telah menyuarakan keresahan mereka secara terbuka. Mereka membentangkan spanduk penolakan di sepanjang jalan nasional Padang Panjang–Bukittinggi pada akhir September 2026.

Spanduk tersebut memuat pesan tegas agar jalur proyek tidak menggusur perkampungan warga nagari. Aksi ini membuktikan bahwa penentuan rute di lapangan masih membutuhkan musyawarah yang jauh lebih matang.

Pemerintah daerah perlu menampung seluruh aspirasi akar rumput sebelum mengetuk palu keputusan akhir. Langkah dialogis ini dapat meredam potensi konflik sosial di tengah masyarakat hukum adat.

Kelancaran proyek strategis ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif para pemangku adat di nagari. Pendekatan persuasif menjadi kunci penting demi mencapai mufakat yang berkeadilan bagi semua pihak.

Opsi Pintu Keluar Mengarah Ke Eks Pasar Amor

Sementara itu, pihak perencana sempat mengarahkan rencana pintu keluar tol ke kawasan eks Pasar Amor. Lokasi pintu keluar tersebut berada di wilayah Nagari Batu Palano, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam.

Pemerintah merancang akses lanjutan menuju Simpang Taluak melalui jalan pintas bypass non-tol. Skema rekayasa rute ini menjadi opsi kompromi untuk mengakomodasi kondisi geografis dan masukan publik.

Baca Juga :  Dampak Cuaca Ekstrem Kota Padang: BPBD Evakuasi Warga dan Bersihkan Pohon Tumbang

Kendati demikian, jalur sambungan dari Padang Panjang menuju gerbang tol tersebut masih menyisakan perdebatan. Pihak berwenang belum mencapai kesepakatan final dengan komunitas masyarakat yang berada di lintasan proyek.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Sumbar, Ahdiyarsyah, memastikan sosialisasi berlanjut intensif. Pihaknya berencana memperluas jangkauan sosialisasi tatap muka hingga menyentuh level jorong terdampak.

Pemerintah provinsi menegaskan bahwa pemetaan rute baru akan berkekuatan tetap setelah warga mencapai kata sepakat. Oleh karena itu, skenario gerbang tol eks Pasar Amor belum berstatus sebagai keputusan mutlak.

Proyek jalan bebas hambatan ini memang membawa harapan besar untuk mempercepat denyut ekonomi regional. Namun, akselerasi pembangunan fisik tidak boleh mengorbankan akar kebudayaan serta identitas nagari setempat.

Hingga pertengahan Oktober 2026, pemerintah belum menerbitkan surat penetapan lokasi resmi rute lanjutan tersebut. Masyarakat Nagari Panyalaian kini masih menunggu kepastian penetapan jalur yang benar-benar berpihak pada hak adat.(ar)

Berita Terkait

Musda V IJTI Sumbar Soroti Peran Jurnalis Televisi Atasi Bencana
Revitalisasi Pasar Raya Padang Relokasi Ratusan PKL
Kapolda Sumbar Lantik Dirlantas dan Kabidkum Baru
Sitinjau Lauik Sempat Lumpuh Imbas Tumpahan Solar, Kini Normal
Pemko Padang Gandeng BRI Genjot PAD Lewat Sistem Digital
Wagub Sumbar Bentuk Tim Khusus Hadapi Kepungan Kabut Asap Kiriman
Siaga 24 Jam Penuh, Polda Sumbar Optimalkan Layanan Darurat Call Center 110
Telkomsel Bangun Empat BTS Baru di Mentawai Usai Dikawal Andre Rosiade
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:54 WIB

Musda V IJTI Sumbar Soroti Peran Jurnalis Televisi Atasi Bencana

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Revitalisasi Pasar Raya Padang Relokasi Ratusan PKL

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Kapolda Sumbar Lantik Dirlantas dan Kabidkum Baru

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Sitinjau Lauik Sempat Lumpuh Imbas Tumpahan Solar, Kini Normal

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:38 WIB

Pemko Padang Gandeng BRI Genjot PAD Lewat Sistem Digital

Berita Terbaru

Tiga pesilat muda asal SMAN 1 Sungai Penuh sukses menyabet medali pada Kejuaraan Nasional Silat Satria Muda Indonesia di Cibubur, Jakarta, sepanjang 13 hingga 18 Oktober 2026.(poto: dorlanhikmah.com).

Pendidikan

Pesilat SMAN 1 Sungai Penuh Sabet Tiga Medali Kejurnas SMI

Kamis, 22 Okt 2026 - 14:29 WIB

Tim gabungan lintas instansi menertibkan ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini menggelar lapak liar di fasilitas umum, Rabu (21/10/2026).(poto: padangkita.com).

Regional

Revitalisasi Pasar Raya Padang Relokasi Ratusan PKL

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:42 WIB

Waliota Alfin, Duduk berdampingan dengan beberapa orang Kepala Daerah saat menghadiir HUT ke-72 Tanjab Timur.(poto: istimewa).

Pemerintahan

Hadiri HUT Ke-27 Tanjab Timur, Walkot Alfin Dorong Sinergi

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:37 WIB