Petani Padang Pariaman Sukses Gelar Panen Perdana Padi Agroekologi Bebas Kimia

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

petani yang tergabung dalam Basis Serikat Petani Indonesia (SPI) Sakayan Jauah menggelar panen perdana padi agroekologi.(poto: padangkita.com).

petani yang tergabung dalam Basis Serikat Petani Indonesia (SPI) Sakayan Jauah menggelar panen perdana padi agroekologi.(poto: padangkita.com).

Padang Pariaman, seriusnews.id – Petani Serikat Petani Indonesia (SPI) Sakayan Jauah mencetak sejarah baru lewat keberhasilan panen padi agroekologi Padang Pariaman pada Minggu (16/8/2026).

Kegiatan panen perdana ini berlangsung di kawasan hamparan sawah Korong Balah Aia, Nagari Anduriang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam.

Petani setempat memulai proses penanaman padi ramah lingkungan ini sejak 30 April 2026 lalu.

Momen awal penanaman tersebut bertepatan langsung dengan deklarasi Kawasan Daulat Pangan (KDP) sebagai tonggak kemandirian pertanian Sumatera Barat.

Pengolahan Pupuk Organik Mandiri Menjadi Kunci Utama Keberhasilan Sawah Petani

Para petani meninggalkan pola pertanian konvensional dengan menghentikan penggunaan pupuk kimia buatan pabrik.

Mereka memproduksi sendiri bahan penyubur tanaman secara alami dengan memanfaatkan sumber daya sekitar.

Pengolahan pupuk kompos, bokashi, hingga Pupuk Organik Cair (POC) menjadi andalan utama pengayaan nutrisi tanah.

Hasil pemantauan di lapangan memperlihatkan pertumbuhan fisik rumpun tanaman padi yang cukup menjanjikan.

Baca Juga :  BPBD Kota Padang Uji Sirene EWS Tsunami dan Banjir Berfungsi 100 Perksen

Setiap rumpun padi menghasilkan rata-rata 33 batang tanaman produktif dalam sekali masa tanam.

Sampel rumpun terkecil menghasilkan 17 batang, sementara rumpun tersubur mampu memicu pertumbuhan hingga 45 batang.

Strategi Memutus Ketergantungan Agribisnis Demi Mewujudkan Kedaulatan Pangan Lokal

Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) SPI Sumatera Barat, Rustam Effendy, mengapresiasi keberhasilan panen alami ini.

Ia menegaskan praktik agroekologi menjadi jalan lepas dari himpitan biaya produksi pertanian konvensional yang tinggi.

“Implementasi agroekologi adalah salah satu wujud kemerdekaan petani dari ketergantungan terhadap sistem agribisnis yang menghisap dan memperbodoh kaum tani,” kata Rustam.

Rustam menyebut Kawasan Daulat Pangan mengembalikan pengetahuan lokal pengelolaan lahan, produksi benih, hingga pupuk mandiri kepada petani.

Pendekatan ini berhasil membangkitkan kepercayaan diri masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Jadwal Lengkap Perhelatan Mauluik Gadang 2026 Padang Pariaman

Potensi Perluasan Lahan Dan Perubahan Kualitas Tanah Nagari Anduriang

Dukungan kuat turut mengalir dari Anggota Badan Musyawarah (Bamus) Nagari Anduriang, Atmadelis.

Ia menilai metode ini efektif menekan pengeluaran modal pertanian serta meningkatkan rasa kebersamaan antarwarga.

Atmadelis mencatat perubahan nyata pada struktur tanah yang kini mengalami penurunan tingkat keasaman.

Pemerintah nagari berencana mendorong sosialisasi agroekologi agar berkembang menjadi kebijakan resmi di tingkat desa.

Ketua Basis SPI Sakayan Jauah, Agusnaini, mengakui volume hasil panen masa transisi ini masih setara dengan cara konvensional.

Namun, tingkat kesuburan tanah dan daya tahan tanaman terhadap hama mengalami peningkatan yang signifikan.

Kelompok tani Sakayan Jauah kini telah menyiapkan rencana strategis perluasan kawasan sawah organik tersebut.

Mereka membidik potensi area persawahan hingga lima hektare untuk pengembangan tahap berikutnya secara bertahap.(ar)

Berita Terkait

Perbedaan Gemini dan ChatGPT yang Perlu Dipahami Sebelum Memilih
Perbedaan Gemini Gratis dan Berbayar untuk Produktivitas Kerja
8 Dukungan IT untuk Bisnis Modern Agar Operasional Makin Efisien
Pakar Dunia Peringatkan Bahaya Ledakan Kecerdasan AI
Huawei Mate 90 Pro Max Resmi Debut Bawa Kamera Modular Canggih
Bank Nagari Perkuat ETPD Sumbar Lewat HLM dan Awarding 2026
Sistem AI Gemini Google Bobol Tiga Perusahaan Nyata Saat Simulasi
Ribuan Warga Padati Pameran Alutsista TNI Fair 2026 di Monas
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:18 WIB

Perbedaan Gemini dan ChatGPT yang Perlu Dipahami Sebelum Memilih

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Perbedaan Gemini Gratis dan Berbayar untuk Produktivitas Kerja

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:39 WIB

8 Dukungan IT untuk Bisnis Modern Agar Operasional Makin Efisien

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Pakar Dunia Peringatkan Bahaya Ledakan Kecerdasan AI

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Huawei Mate 90 Pro Max Resmi Debut Bawa Kamera Modular Canggih

Berita Terbaru