Polda Metro Jaya Tetapkan Tersangka Pembawa Botol Cairan Berbahaya Saat Aksi di DPR RI

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Barang bukti sejumlah botol berisi cairan berbahaya lengkap dengan sumbu pembakar diamankan oleh Polda Metro Jaya saat unjuk rasa( poto : ANTARA )

Barang bukti sejumlah botol berisi cairan berbahaya lengkap dengan sumbu pembakar diamankan oleh Polda Metro Jaya saat unjuk rasa( poto : ANTARA )

Jakarta, seriusnews.id – Polda Metro Jaya menetapkan seorang pria berinisial ANH (24) sebagai tersangka botol cairan berbahaya setelah petugas mengamankannya saat aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Jumat (12/6).

Petugas menangkap ANH saat aksi berlangsung dan langsung membawa yang bersangkutan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyampaikan penangkapan terjadi di kawasan Jalan Gatot Subroto sekitar pukul 15.30 WIB. Ia memastikan penyidik langsung memproses hukum setelah menemukan indikasi pelanggaran.

Petugas melakukan penggeledahan terhadap tas ransel milik ANH. Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan tiga botol berisi cairan berbahaya yang dilengkapi sumbu pada bagian ujung.

Polisi menilai benda tersebut berpotensi menjadi alat pembakar ilegal. Aparat kemudian mengamankan seluruh barang bukti untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Budi menegaskan bahwa keberadaan benda tersebut sangat berbahaya di tengah kerumunan massa. Ia menyebut potensi ancaman keselamatan menjadi alasan kuat peningkatan status hukum ANH menjadi tersangka.

Baca Juga :  Pembangunan Jalan Trans Papua Segmen Mamberamo Elelim Dipacu Tembus Pegunungan

Polisi Naikkan Status Hukum ANH

Setelah pemeriksaan awal, penyidik meningkatkan status ANH dari terperiksa menjadi tersangka. Penyidik menilai bukti yang ditemukan sudah cukup untuk melanjutkan proses hukum.

ANH kini menjalani pemeriksaan intensif di Mapolda Metro Jaya. Polisi juga mendalami motif di balik kepemilikan dan rencana penggunaan barang tersebut.

Selain ANH, polisi juga memeriksa seorang pria berinisial R yang ikut dalam perjalanan. Penyidik memeriksa R sebagai saksi untuk mengetahui keterkaitan dengan peristiwa tersebut.

Hingga saat ini, penyidik belum menetapkan R sebagai tersangka. Polisi masih menelusuri kemungkinan keterlibatan dalam perencanaan aksi.

Penyidik kini fokus menggali motif ANH membawa botol berisi cairan berbahaya ke lokasi aksi. Polisi juga menelusuri asal pembuatan serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Polda Metro Jaya tidak menutup kemungkinan adanya jaringan atau instruksi tertentu di balik peristiwa ini. Proses pendalaman masih terus berlangsung.

Polda Tegaskan Kebebasan Berpendapat, Tapi Tidak untuk Kekerasan

Polda Metro Jaya menegaskan tetap menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, polisi menolak keras penggunaan benda berbahaya dalam aksi unjuk rasa.

Baca Juga :  Danantara Pangkas Jumlah BUMN Jadi 200 Perusahaan, Restrukturisasi Tanpa PHK Massal

“Kami menjamin kebebasan berpendapat. Namun jika ada oknum membawa benda berbahaya, kami akan menindak tegas secara terukur,” kata Budi Hermanto.

Polisi mengimbau masyarakat dan koordinator lapangan aksi agar menjaga ketertiban. Aparat juga meminta peserta aksi tidak mudah terprovokasi informasi di media sosial.

Polda Metro Jaya menegaskan bahwa penyampaian aspirasi harus mengikuti aturan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 agar tetap berlangsung damai.

Sebelumnya, Satgas Penegakan Hukum (Gakkum) Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengamankan dua pria di kawasan Bendungan Hilir. Keduanya diduga mencoba menyusup ke aksi mahasiswa dengan membawa bom molotov.

Petugas menangkap keduanya sekitar pukul 15.30 WIB. Polisi memastikan kedua orang tersebut bukan bagian dari kelompok mahasiswa yang berunjuk rasa.

Hingga kini, penyidik masih mendalami identitas serta kemungkinan keterkaitan para terduga pelaku dengan pihak lain. Polisi memastikan proses hukum berjalan untuk menjaga situasi tetap kondusif di lapangan.(ar)

Berita Terkait

Pemerintah Guyur Diskon Tiket Nataru 2026/2027
Kemnaker Ingatkan Pekerja Waspada Tautan Palsu BSU 2026
BMKG Rilis Peringatan Hujan Ekstrem Besok, Ini Wilayahnya
Gus Kikin Tegaskan PBNU Kembali ke Akar Tradisi Pesantren
Prabowo Buka Rakornas TPAKD, Mahyeldi Pacu Finansial Warga
BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Akibat Siklon Tropis
Daftar Lengkap Harga BBM Seluruh SPBU Oktober 2026
Petani Makin Mudah Tebus Pupuk Subsidi di KDKMP
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Pemerintah Guyur Diskon Tiket Nataru 2026/2027

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Kemnaker Ingatkan Pekerja Waspada Tautan Palsu BSU 2026

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:35 WIB

BMKG Rilis Peringatan Hujan Ekstrem Besok, Ini Wilayahnya

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Gus Kikin Tegaskan PBNU Kembali ke Akar Tradisi Pesantren

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:53 WIB

Prabowo Buka Rakornas TPAKD, Mahyeldi Pacu Finansial Warga

Berita Terbaru

Secangkir air rebusan kulit manis hangat beralas tatakan kayu, disajikan bersama batang kayu manis, bubuk rempah, dan madu di meja dapur.

Kesehatan

Rahasia Manfaat Kulit Manis untuk Gula Darah dan Diet Sehat

Rabu, 28 Okt 2026 - 14:36 WIB

Deretan rempah herbal alami seperti kunyit, jahe, bawang putih, dan daun salam yang ampuh menurunkan kolesterol.

Kesehatan

5 Herbal Penurun Kolesterol Alami yang Terbukti Manjur

Rabu, 28 Okt 2026 - 14:30 WIB

Seduhan kunyit hangat, madu alami, dan lidah buaya yang ampuh meredakan gejala asam lambung serta maag.

Kesehatan

5 Obat Herbal Asam Lambung Alami yang Redakan Maag Cepat

Rabu, 28 Okt 2026 - 14:26 WIB

Ilustrasi Uji coba implementasi platform LMS Ruang Kelas Digital di hadapan siswa dan guru SMPN 17 Kota Padang.(poto: AI).

Pendidikan

SMPN 17 Padang Uji Coba Ruang Kelas Digital Diskominfo

Rabu, 28 Okt 2026 - 14:21 WIB