Pemkab Agam Usulkan BTH 339 Warga untuk Jadup Tahap II

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Sosial Agam Villa Erdi.(poto: radarsumbar.com).

Kepala Dinas Sosial Agam Villa Erdi.(poto: radarsumbar.com).

Agam, seriusnews.id – Pemerintah Kabupaten Agam bergerak cepat memperjuangkan nasib ratusan warga yang terdampak bencana hidrometeorologi akhir tahun lalu. Pihak pemerintah daerah kini resmi mengajukan usulan agar ratusan korban tersebut mendapatkan bantuan jadup Pemkab Agam untuk tahap kedua.

Dinas Sosial Kabupaten Agam mencatat sebanyak 339 warga masuk dalam daftar usulan terbaru kepada Kementerian Sosial. Kepala Dinas Sosial Agam, Villa Erdi, mengonfirmasi bahwa seluruh calon penerima ini merupakan korban yang terlewat pada penyaluran gelombang pertama.

Ratusan warga tersebut kini menempati hunian sementara setelah rumah mereka mengalami kerusakan akibat hantaman bencana. Selain itu, pihak pemerintah daerah juga telah menetapkan mereka sebagai penerima sah Dana Tunggu Hunian.

Validasi Data Kependudukan Korban Bencana Hidrometeorologi Agam

Petugas lapangan saat ini terus mempercepat proses validasi data kependudukan di seluruh wilayah terdampak. Langkah verifikasi faktual ini bertujuan untuk memastikan bantuan logistik tersebut benar-benar tepat sasaran.

Pihak dinas sosial menyatakan bahwa angka usulan 339 jiwa ini masih bersifat dinamis dan sementara. Jumlah penerima bantuan jaminan hidup berpotensi mengalami perubahan seiring berjalannya proses pemutakhiran data secara berkala.

Baca Juga :  Pemko Padang Alihkan Rangkaian HJK Ke-357 Jadi Gerakan Kemanusiaan

Pemerintah daerah menargetkan proses finalisasi data ini akan selesai dalam waktu dekat. Hasil verifikasi akhir di lapangan nantinya akan menentukan penambahan atau pengurangan jumlah penerima manfaat.

Pemerintah Daerah Jamin Seluruh Korban Terima Bantuan

Villa Erdi menegaskan pihak pemerintah daerah berkomitmen mengawal hak seluruh korban bencana hidrometeorologi secara maksimal. Beliau meminta masyarakat yang belum terakomodasi pada tahap awal untuk tetap tenang dan bersabar.

Aparatur pemerintah daerah terus bekerja keras merampungkan seluruh tahapan pendataan dan verifikasi berkas secara teliti. Pihak dinas sosial tidak ingin ada satu pun warga terdampak yang terlewat dari program bantuan ini.

Komitmen kuat ini menjadi prioritas utama pemerintah daerah dalam memulihkan kondisi sosial ekonomi masyarakat pascabencana. Seluruh jajaran terkait saling bersinergi demi mempercepat pencairan dana bantuan dari pemerintah pusat.

Rincian Penyaluran Dana Jaminan Hidup Tahap Pertama

Sebelum usulan baru ini bergulir, pemerintah telah mengucurkan dana jaminan hidup tahap pertama sebesar Rp11,06 miliar. Anggaran sebesar itu mengalir langsung kepada 8.195 jiwa dari total 2.313 kepala keluarga.

Baca Juga :  Pemprov Sumbar Tetapkan Kawasan Danau Maninjau Jadi Destinasi Wisata Prioritas

Setiap warga penerima manfaat memperoleh alokasi dana sebesar Rp15 ribu per hari selama tiga bulan. Total bantuan tunai yang masuk ke rekening setiap individu mencapai nominal Rp1,35 juta.

Pihak pemerintah daerah menyalurkan bantuan dana stimulus gelombang pertama ini secara merata di 12 kecamatan. Tim dinas sosial membagi klasifikasi penerima berdasarkan tingkat kerusakan bangunan tempat tinggal warga.

Data riil menunjukkan sebanyak 553 kepala keluarga dengan kategori rumah rusak ringan tersebar di tujuh kecamatan. Selanjutnya, pemerintah daerah mencatat 78 kepala keluarga dengan kondisi rumah rusak sedang di delapan kecamatan.

Kelompok terbesar mencakup 1.666 kepala keluarga yang mengalami musibah rumah rusak berat di 11 kecamatan. Dari total 16 kecamatan di Agam, terdapat lima wilayah kecamatan yang tidak masuk dalam daftar penerima bantuan ini.

Lima wilayah tersebut meliputi Kecamatan Sungai Pua, Tanjung Mutiara, Palembayan atau Bawan, Ampek Angkek, dan Canduang. Pihak pemerintah daerah memastikan kelima wilayah tersebut aman dari kategori kerusakan akibat bencana hidrometeorologi tersebut.(ar)

Berita Terkait

Hadiri HUT Ke-27 Tanjab Timur, Walkot Alfin Dorong Sinergi
Cegah Karhutla, Pemprov Sumbar dan Polda Targetkan Nol Titik Api
Pemko Padang Siap Pertahankan Juara Keterbukaan Informasi Tingkat Sumbar 2026
Menjelang 2 Tahun Prabowo-Gibran, Ikappi DKI Soroti Distribusi dan Harga Pangan Pasar
Kapolda Sumbar Temui Gubernur Mahyeldi Bahas Kamtibmas hingga Mitigasi Bencana
Pemko Padang Pacu Pembelajaran Mandiri Demi Tingkatkan Kompetensi ASN
Targetkan Swasti Saba Wistara, Pemko Padang Tuntaskan Verifikasi Kota Sehat 2026
Wawako Maigus Nasir Lantik 27 Pejabat Baru Pemko Padang, Tegaskan Birokrasi Bukan Sekadar Rutinitas Rapat
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:37 WIB

Hadiri HUT Ke-27 Tanjab Timur, Walkot Alfin Dorong Sinergi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:27 WIB

Cegah Karhutla, Pemprov Sumbar dan Polda Targetkan Nol Titik Api

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:18 WIB

Pemko Padang Siap Pertahankan Juara Keterbukaan Informasi Tingkat Sumbar 2026

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Menjelang 2 Tahun Prabowo-Gibran, Ikappi DKI Soroti Distribusi dan Harga Pangan Pasar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Kapolda Sumbar Temui Gubernur Mahyeldi Bahas Kamtibmas hingga Mitigasi Bencana

Berita Terbaru

Pemko Padang memacu proyek trotoar di Pasar Raya dan Jalan Samudera.(poto: padangkita.com).

Regional

Pemko Padang Kebut Jalur Pedestrian Pasar Raya dan Pantai

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:58 WIB

Presiden RI Prabowo Subianto memimpin langsung Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).(poto: istimewa).

Nasional

Prabowo Buka Rakornas TPAKD, Mahyeldi Pacu Finansial Warga

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:53 WIB

Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, memimpin langsung jalannya upacara sebagai inspektur pada Kamis pagi, 22 Oktober 2026.(poto: radarsumbar.com).

Islami

Ratusan Santri Meriahkan Hari Santri 2026 di Pariaman

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:49 WIB

Ilustrasi Tim SAR gabungan menyisir aliran sungai dengan perahu karet untuk mencari balita hilang di Padang Pariaman.(poto: AI).

Regional

Balita 2 Tahun Diduga Hanyut di Sungai Padang Pariaman

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:44 WIB