Padang, Seriusnews.id – Pemerintah Kota Padang bersama Komisi V DPR RI mempercepat penyelesaian sejumlah kendala teknis pembangunan Flyover Sitinjau Lauik I di Sumatera Barat.
Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa mendampingi langsung Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda saat memeriksa lokasi pekerjaan bersama kontraktor pelaksana, PT Hutama Karya.
Langkah lapangan ini bertujuan memastikan proyek jalan layang strategis tersebut rampung tepat waktu tanpa mengorbankan kualitas lingkungan hidup warga sekitar.
Pemerintah setempat mengarahkan perhatian penuh pada dua persoalan mendesak, yakni pembebasan lahan warga dan perlindungan pasokan air bersih bagi ribuan sambungan rumah tangga.
Percepatan Pembebasan Tujuh Persil Lahan Warga
Pemerintah Kota Padang kini menuntaskan administrasi pembebasan lahan tahap dua yang mencakup tujuh persil bidang tanah.
Raju Minropa menegaskan pihaknya tengah merampungkan penetapan lokasi agar para pekerja konstruksi dapat langsung bergerak di lapangan.
Pihak pemda menaruh harapan besar seluruh pemilik lahan dan instansi teknis dapat menuntaskan proses musyawarah tanpa sengketa hukum.
Ketepatan penyelesaian bidang tanah ini memegang peranan krusial dalam menjaga jadwal kerja PT Hutama Karya agar tidak meleset dari kalender konstruksi.
Zigo Rolanda menyampaikan bahwa seluruh pemangku kebijakan di Sumatera Barat telah menyatukan suara demi kelancaran proyek infrastruktur vital tersebut.
Mulai dari pemerintah kota, pemprov, hingga balai kementerian berkomitmen memangkas hambatan birokrasi yang berpotensi menunda pengerjaan jalan layang penghubung jalur logistik ini.
Strategi Tangkal Lumpur dan Jaminan Air Baku PDAM
Selain urusan tanah, tim peninjau menyoroti ancaman sedimentasi galian terhadap fasilitas intake milik Perumda Air Minum Kota Padang.
Aktivitas pengerukan tebing berisiko menurunkan mutu aliran sungai hulu, terlebih saat kawasan Sitinjau Lauik menghadapi musim hujan berintensitas tinggi.
Zigo Rolanda secara tegas meminta kontraktor pelaksana memperketat benteng pelindung tanah di sepanjang area tebing galian.
Merespons instruksi tersebut, PT Hutama Karya telah mendirikan bendungan penyaring sedimen di beberapa titik aliran air.
Pihak kontraktor juga terus menggali kolam penampungan lumpur tambahan di sekitar tiang pancang jembatan layang.
Kolam endapan ini berfungsi menangkap lumpur galian sebelum material tanah sempat mencemari aliran sungai yang mengarah ke pipa pengolahan PDAM.
PT Hutama Karya juga menyepakati skema ganti rugi teknis apabila tingkat kekeruhan air mendadak melonjak tajam selama masa pengeboran pilar flyover.
Perusahaan BUMN tersebut siap memasok subsidi bahan kimia penjernih air secara berkala kepada pihak PDAM Kota Padang.
Kontraktor turut menyiagakan unit derek gantry guna mempercepat pembersihan material lumpur padat yang menyumbat saluran saringan intake instalasi pengolahan air warga.
Langkah mitigasi terpadu ini memberi kepastian bahwa pembangunan fisik jalan layang tetap sejalan dengan perlindungan hak dasar masyarakat atas air bersih.(ar)









