Padang, Seriusnews.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang mempercepat pengerjaan rehabilitasi infrastruktur perkotaan. Langkah terpadu ini menyasar fasilitas publik agar warga kian nyaman beraktivitas sekaligus mendorong geliat ekonomi warga. Pihak dinas memusatkan dua proyek utama pada sentra niaga Pasar Raya dan kawasan wisata pesisir Jalan Samudera.
Pemerintah menaruh perhatian besar pada penataan trotoar dan pembenahan saluran drainase. Jalur pejalan kaki yang mulus kini menjadi kebutuhan mendesak bagi warga lokal maupun wisatawan. Pekerja di lapangan terus mengejar target fisik harian agar seluruh ruas jalan segera berfungsi normal sebelum pergantian tahun.
Revitalisasi Saluran Air dan Trotoar Sentra Niaga
Kawasan niaga Pasar Raya menjadi titik awal pembenahan fisik pedestrian. Jalur pengerjaan mencakup ruas Jalan Sandang Pangan, Jalan Bundo Kanduang, hingga kawasan Hiligoo. Masing-masing ruas membutuhkan penanganan khusus agar daya serap air hujan meningkat drastis saat cuaca buruk melanda kota.
Pelaksana Teknis Lapangan, Tegar Muboka, mengonfirmasi progres fisik di lapangan terus berjalan sesuai jadwal rancangan awal. “Lokasi di kawasan Pasar Raya, termasuk salah satu di Bundo Kanduang, Hiligoo, dan Jalan Sandang Pangan. Kalau untuk panjang rata-rata ada 300 meter kurang lebih,” ujarnya. Tim di lapangan merancang saluran drainase yang kuat guna mencegah genangan air merusak badan jalan.
Pekerja memasang susunan penutup saluran air yang kokoh sekaligus meratakan trotoar bagi pembeli dan pedagang. Kontrak proyek kawasan niaga ini berjalan selama 170 hari kalender. Tim pelaksana menargetkan pekerjaan di pusat perdagangan grosir ini rampung tuntas pada akhir Desember mendatang.
Langkah ini membuat akses pembeli menuju toko kian leluasa tanpa khawatir tergelincir atau terganggu lubang jalan. Penataan trotoar pasar juga menopang estetika ruang dagang terbuka agar terlihat bersih dan tertib. Pengunjung pasar nantinya dapat berjalan kaki dengan tenang tanpa harus berebut lajur dengan kendaraan bermotor.
Jalur Wisata Pantai Padang Bersolek Batu Andesit
Pemandangan serupa tampak di pesisir Jalan Samudera dengan volume pekerjaan trotoar yang jauh lebih masif. Kawasan pantai barat Sumatra ini tengah bersolek demi menyambut gelombang kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara. Pelaksana Teknis Jalur Pantai, Dwi Santono, menyebut jalur pedestrian ini melintasi dua titik ikonik tepi laut.
“Di lokasi sini panjangnya 3.288 meter, mulai Al Hakim sampai Kawasan Danau Cimpago,” tutur Dwi Santono saat menjelaskan cakupan bentang trotoar. Kontraktor memulai pekerjaan sejak 13 Juli lalu dan menargetkan penyerahan hasil kerja pada 19 Desember mendatang. Waktu pengerjaan yang terukur membuat para pekerja sigap menyelesaikan setiap segmen lajur pejalan kaki.
Secara teknis, para pekerja memasang batuan andesit berkualitas tinggi untuk menghadirkan lantai trotoar yang tahan abrasi air laut. Pola pasang batu andesit tersebut meneruskan garis estetika jalur pedestrian yang telah terbangun sebelumnya. Material batu alam ini memberi kesan elegan serta tidak licin saat tersiram air hujan.
Selain lantai batu, petugas memasang deretan lampu penerangan jalan jenis artolite di sepanjang tepian pantai. Tim pertamanan juga menanam kembali pohon pelindung rindang di tengah lajur trotoar dengan jarak antarpohon sekitar 15 meter. Jalur sepanjang tiga kilometer lebih ini siap menyuguhkan suasana pedestrian pesisir yang teduh, sejuk, dan memanjakan mata para pelancong.(ar)









