Padang Pariaman, Seriusnews.id – Seorang anak laki-laki berumur dua tahun bernama Muhammad Ilmi mendadak raib dari rumahnya di kawasan Nagari Toboh Gadang, Kecamatan Sintuk, Kabupaten Padang Pariaman. Warga setempat menduga kuat balita tersebut tergelincir dan hanyut terbawa arus sungai dekat tempat tinggalnya pada Kamis petang.
Peristiwa pilu ini bermula saat sang ibu bergegas masuk ke kamar mandi sekitar pukul lima sore. Sang ibu langsung panik karena tidak lagi mendapati keberadaan buah hatinya di dalam ruangan seusai membersihkan diri.
Keluarga menaruh curiga besar ke arah aliran sungai di belakang permukiman. Korban memang kerap berjalan menghampiri tepian aliran air tersebut pada sore hari.
Pihak kerabat bersama puluhan tetangga langsung bergerak cepat menyisir area sekitar pekarangan rumah. Mereka juga menelusuri semak belukar di sepanjang bantaran air dengan peralatan penerangan seadanya hingga malam tiba.
Pencarian mandiri tersebut tidak membuahkan hasil sama sekali. Anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat akhirnya meneruskan laporan genting ini ke pihak penyelamat resmi pada pukul sembilan lewat tiga puluh tiga menit malam.
Basarnas Padang Terjunkan Sembilan Penyelamat ke Lokasi
Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang langsung merespons panggilan darurat tersebut. Kepala Basarnas Padang, Abdul Malik, langsung menginstruksikan regu siaga untuk memacu kendaraan operasional menuju titik kejadian.
Sembilan personel terlatih meluncur tepat pukul sepuluh kurang sepuluh menit malam. Rombongan penyelamat ini menempuh jalur darat sejauh dua puluh satu kilometer demi mencapai lokasi musibah secepat mungkin.
Perjalanan darat malam hari memakan waktu tempuh sekitar satu jam perjalanan. Regu penolong tiba di lokasi dengan kesiapan penuh untuk segera membuka posko dan menyusun rencana operasi darurat.
Abdul Malik menegaskan komitmen jajarannya untuk memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada. Petugas langsung berkoordinasi dengan aparatur nagari serta keluarga korban begitu menginjakkan kaki di tempat kejadian perkara.
Penyisiran Aliran Sungai Menggunakan Perahu Karet
Regu penolong membawa seperangkat perlengkapan evakuasi air berstandar tinggi. Satu unit mobil kabin ganda mengangkut perahu karet jenis Landing Craft Rubber lengkap dengan mesin tempel bertenaga kuat.
Petugas juga menyiapkan baju pelampung khusus, dayung, tali lempar, senter tahan air, serta peralatan navigasi perairan. Perlengkapan medis darurat dan radio komunikasi gelombang pendek turut melengkapi kesiapan regu di tepi sungai.
Kondisi arus sungai pada malam hari menuntut kewaspadaan tinggi dari seluruh petugas gabungan. Tim SAR mesti memperhitungkan jarak pandang yang terbatas serta kontur dasar sungai yang berbatu dan licin.
Hingga pergantian hari, status korban masih dinyatakan hilang. Tim SAR gabungan terus memperluas area sapuan dan membagi fokus pemantauan pada sejumlah titik pusaran air yang berpotensi menahan tubuh korban.(ar)









