Pemerintah Rencanakan Pembatasan Pertalite untuk Masyarakat Kesejahteraan Tertinggi

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Pertalite(poto: istimewa).

Ilustrasi Pertalite(poto: istimewa).

Jakarta, seriusnews.id – Pemerintah kini merancang regulasi baru terkait skema penyaluran BBM agar tepat sasaran kepada masyarakat penerima manfaat. Rencana pembatasan BBM bersubsidi Pertalite ini menyasar kelompok masyarakat yang berada pada tingkat kesejahteraan ekonomi teratas.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan rencana pembatasan tersebut usai menggelar pertemuan strategis dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Kedua menteri menyepakati penataan ulang distribusi BBM subsidi demi menjaga keadilan alokasi anggaran negara.

Pemerintah menilai penyaluran Pertalite selama ini belum sepenuhnya tepat sasaran karena kelompok ekonomi atas masih menikmati subsidi. Langkah penataan sistem penyaluran ini bertujuan melindungi anggaran subsidi ratusan triliun rupiah agar benar-benar menjangkau warga berhak.

dynamic data system menjadi basis acuan utama untuk menyaring penerima BBM bersubsidi secara nasional. Pemerintah menggunakan sistem klasifikasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk memetakan tingkat kesejahteraan keluarga.

Skema Pengelompokan Desil Tingkat Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat

Sistem DTSEN membagi seluruh populasi keluarga di Indonesia ke dalam sepuluh tingkatan yang disebut sebagai desil. Badan Pusat Statistik (BPS) menentukan pemeringkatan tersebut mulai dari tingkat kesejahteraan terendah hingga yang paling tinggi.

Baca Juga :  Andre Rosiade dan Menteri PU Bahas Percepatan Pembangunan Infrastruktur Sumatera Barat Pascabencana

Desil 1 merepresentasikan sepuluh persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah dalam keseluruhan strata populasi. Sebaliknya, desil 10 menandakan sepuluh persen kelompok keluarga yang memegang tingkat kesejahteraan ekonomi paling tinggi.

Pemerintah menetapkan desil 9 dan 10 sebagai sasaran utama dari kebijakan pembatasan akses pembelian Pertalite. Gabungan kedua desil ini mencakup total 20 persen keluarga berpenghasilan atau berkesejahteraan teratas di Indonesia.

Desil 9 mengacak sepuluh persen keluarga pada strata 80 hingga 90 persen tingkat ekonomi nasional. Sementara itu, desil 10 memuat sepuluh persen keluarga teratas yang memiliki kapasitas finansial paling mapan.

BPS mengurutkan posisi kesejahteraan setiap keluarga secara relatif dalam populasi untuk menentukan masuk ke desil tertentu. Jika terdapat 270 keluarga, petugas membaginya menjadi sepuluh kelompok yang masing-masing berisi 27 keluarga secara berurutan.

Indikator Penetapan Peringkat Kesejahteraan Sosial dan Ekonomi

Penetapan posisi desil sebuah keluarga tidak semata-mata bergantung pada besaran nilai nominal pendapatan harian maupun bulanan. Pemerintah menerapkan rangkaian indikator komprehensif untuk mengukur tingkat kesejahteraan nyata dari setiap rumah tangga di lapangan.

Baca Juga :  Ternyata Ini Penyebab Anda Masuk Desil Tinggi dalam Aplikasi DTSEN

Petugas menilai variabel fisik tempat tinggal, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, hingga kepemilikan aset berharga milik keluarga. Selain itu, kondisi demografi, jumlah anggota keluarga, serta kepemilikan unit usaha turut memengaruhi hasil pemeringkatan tersebut.

Pendapatan nominal yang tinggi tidak otomatis menempatkan sebuah keluarga ke dalam desil tertentu tanpa perhitungan variabel lain. Setiap indikator memberikan bobot penilaian yang membentuk gambaran utuh mengenai posisi relatif sosial ekonomi keluarga tersebut.

Tingkat kesejahteraan dalam satu desil juga tidak seragam karena setiap rumah tangga memiliki variasi kondisi ekonomi. Pemeringkatan ini merefleksikan posisi relatif suatu keluarga jika dibandingkan dengan seluruh populasi penduduk di wilayah Indonesia.

Pemerintah menegaskan bahwa status desil masyarakat bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai pembaruan data berkala. Perubahan kondisi ekonomi suatu keluarga secara langsung akan memengaruhi posisi desil mereka dalam basis data DTSEN.

Saat ini pemerintah sedang menyiapkan mekanisme teknis penerapannya secara cermat agar transisi kebijakan berjalan mulus. Pemerintah berkomitmen memastikan anggaran subsidi BBM ratusan triliun rupiah benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kelompok sasaran.(ar)

Berita Terkait

BMKG Ungkap El Nino Sangat Kuat Landa Jawa Timur hingga April 2027
Sah! Ini Susunan Dewan Pengawas LPP RRI Periode 2026–2031
Heboh Selebrasi Power Rangers Prabowo Rayakan Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Kemen Imipas Pecat Kalapas Cibinong Imbas Skandal Klaster Mewah Narapidana
Andre Rosiade Beberkan 5 Perintah Prabowo Rombak Ekosistem Haji Nasional
Komdigi Tegur Operator Seluler Soal Paket Internet Non-Rollover yang Langgar Putusan MK
Peneliti BRIN Usul Sekda Jabat Kepala Daerah Menjelang Pilkada 2031
Kepala BGN Bongkar Modus Yayasan Minta Setoran Dapur MBG
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:39 WIB

BMKG Ungkap El Nino Sangat Kuat Landa Jawa Timur hingga April 2027

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Heboh Selebrasi Power Rangers Prabowo Rayakan Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:13 WIB

Kemen Imipas Pecat Kalapas Cibinong Imbas Skandal Klaster Mewah Narapidana

Minggu, 4 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Andre Rosiade Beberkan 5 Perintah Prabowo Rombak Ekosistem Haji Nasional

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Komdigi Tegur Operator Seluler Soal Paket Internet Non-Rollover yang Langgar Putusan MK

Berita Terbaru