Padang, seriusnews.id – Sebanyak 29 Sekolah Sepak Bola (SSB) se-Kota Padang bersaing ketat dalam kejuaraan sepak bola usia dini Wali Kota Cup U-12. Turnamen bergengsi ini berlangsung selama dua hari di Lapangan Kompak FC, Jalan Bypass Kilometer 22, Kelurahan Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Tangah.
Pemerintah Kota Padang menggelar ajang ini sebagai langkah strategis mencetak atlet muda berbakat. Kompetisi tersebut sekaligus menjadi wadah kegiatan positif untuk menghindarkan generasi muda dari bahaya kenakalan remaja.
Kolaborasi kuat antara Dispora Padang, KONI Kota Padang, dan dana pokir Anggota DPRD Kota Padang Rustam Effendi berhasil mewujudkan kejuaraan ini. Sinergi lintas lembaga tersebut membuktikan komitmen bersama dalam membangun fondasi olahraga daerah.
Kepala Dispora Kota Padang, Eka Putra Buhari, mengapresiasi tinggi konsistensi para pembina SSB dan orang tua peserta. Ia menegaskan pentingnya kompetisi usia dini demi menjaga keberlanjutan pembinaan atlet di ibu kota Sumatera Barat.
Eka juga meminta seluruh pemain muda tampil sportif dan mendengarkan instruksi pelatih di lapangan. Ia berharap turnamen ini menjadi ajang menjalin persahabatan antarpeserta dari berbagai wilayah.
Sinergi Lintas Sektor Dorong Pembinaan Sepak Bola
Bendahara Umum KONI Kota Padang, Zulhardi Z. Latif, membuka kegiatan secara resmi pada Sabtu pagi. Ia menilai kompetisi rutin sangat efektif membentengi anak muda dari tawuran dan perkelahian pelajar.
Zulhardi optimistis dukungan anggaran pokir DPRD mampu mewujudkan program unggulan Wali Kota Padang, Fadly Amran. Program bertajuk Padang Berlomba, Padang Juara ini menargetkan pencapaian prestasi hingga tingkat nasional.
Panitia penyelenggara menyiapkan piala bergengsi beserta uang pembinaan bagi para pemenang. Partai final serta upacara penutupan kejuaraan di jadwalkan berlangsung pada Minggu sore.
Menyiapkan Atlet Muda Menuju Pekan Olahraga Provinsi
Ketua Pelaksana, Yuherdi, menjelaskan bahwa turnamen U-12 ini memfokuskan pembinaan pemain secara berjenjang. Para peserta di proyeksikan terus mendapat pembinaan bertahap mulai dari kelompok U-13, U-17, hingga U-23.
Langkah panjang ini menjadi bagian penting dalam menyambut gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang. Ajang olahraga bergengsi tingkat provinsi tersebut bakal bergulir pada awal Oktober.
Selain mencetak calon bintang lapangan hijau, event olahraga ini turut menggerakkan roda perekonomian lokal. Puluhan pelaku usaha kecil menengah (UKM) memadati area sekitar stadion untuk menjajakan produk mereka.
Dampak Positif Kejuaraan Sepak Bola Usia Dini
Ratusan penonton dan orang tua murid memadati arena pertandingan sepanjang akhir pekan. Kehadiran pengunjung membawa keuntungan langsung bagi para pedagang makanan dan minuman di sekitar lokasi.
Yuherdi berharap kejuaraan serupa terus bergulir secara rutin pada masa mendatang. Kehadiran turnamen terbukti memberikan dampak berganda, baik untuk prestasi olahraga maupun kesejahteraan masyarakat sekitar.(ar)









