Padang, seriusnews.id – Banjir terjang Kota Padang setelah hujan deras mengguyur seluruh wilayah kota sejak Senin (3/8/2026) siang. Curah hujan yang tinggi menyebabkan sejumlah sungai meluap hingga menggenangi kawasan pemukiman warga serta fasilitas umum.
Debit air sungai yang meningkat pesat mengalir cukup deras dan mulai memasuki rumah-rumah warga. Laporan Pusdalops BPBD Kota Padang mengonfirmasi bahwa genangan air sudah meluas ke berbagai lokasi pemukiman.
Beberapa kawasan pemukiman warga mencatat dampak banjir yang cukup parah sejak siang hari. Genangan air merendam wilayah Kampung Lapai, Lubuk Minturun, hingga Kampung Tanjung dengan ketinggian bervariasi.
Kawasan Sungai Sarik dan Jondul juga tidak luput dari luapan air sungai yang melimpah. Arus air yang deras membuat warga sekitar terpaksa menyelamatkan barang-barang berharga mereka ke tempat aman.
Sejumlah Kawasan Pemukiman dan Kantor Dinas Terendam Banjir
Air meluap hingga menggenangi halaman Kantor Dinas Pertanian Kota Padang pada siang hari. Petugas di lokasi memantau pergerakan debit air yang terus naik secara signifikan di sekitar area kantor.
Sungai di kawasan Batu Busuak kembali meluap setelah sempat dilanda bencana hidrometeorologi beberapa waktu lalu. Kondisi serupa terjadi di Gunung Sarik akibat lonjakan debit air sungai yang terjadi sangat cepat.
Aktivitas masyarakat terganggu secara total akibat tingginya genangan air di jalan-jalan utama. Warga terpaksa memperlambat laju kendaraan saat melintasi titik-titik lokasi banjir yang tergolong dalam.
BPBD Kota Padang terus menyiagakan personel untuk memantau perkembangan situasi di lapangan. Tim lapangan fokus mengumpulkan data serta mengantisipasi potensi evakuasi warga yang membutuhkan bantuan cepat.
Siswa SMP Negeri 27 Padang Terjebak Luapan Air
Bencana banjir juga mengganggu aktivitas pendidikan di kawasan Sungai Sapih sejak siang tadi. Sejumlah siswa SMP Negeri 27 Padang sempat terjebak di lingkungan sekolah karena akses jalan terisolasi.
Genangan air yang membentang tinggi menghambat para siswa untuk kembali ke rumah dengan selamat. Petugas dan pihak sekolah berupaya memastikan kondisi seluruh siswa tetap aman di dalam kompleks sekolah.
Kejadian ini memicu kekhawatiran para orang tua murid yang menunggu kepulangan anak-anak mereka. Pihak sekolah mengimbau para orang tua agar tidak panik sembari menunggu kondisi jalan membaik.
Aparat keamanan bersama warga sekitar turut membantu memantau jalur utama menuju area sekolah tersebut. Mereka memastikan akses evakuasi tetap aman jika debit air terus mengalami peningkatan malam ini.
Polresta Padang Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem
Polresta Padang langsung merespons kondisi darurat ini dengan mengeluarkan peringatan dini kepada seluruh warga. Pihak kepolisian mengacu pada prakiraan cuaca resmi dari BMKG Provinsi Sumatera Barat per 3 Agustus 2026.
BMKG memprediksi wilayah Kota Padang dan sekitarnya masih berpotensi mengalami hujan lebat dalam beberapa hari kedepan. Potensi cuaca ekstrem tersebut dapat memicu bencana susulan jika intensitas hujan tidak berkurang.
Kapolresta Padang mengimbau masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi. Cuaca buruk berpotensi memicu banjir bandang, tanah longsor di kawasan perbukitan, hingga pohon tumbang.
Masyarakat yang bermukim di daerah rawan bencana imbau segera mengamankan diri ke lokasi yang lebih tinggi. Kepolisian bersama instansi terkait siap bersiaga selama 24 jam untuk menanggulangi dampak bencana.(ar)









