Jambi, seriusnews.id – Kondisi kualitas udara Jambi memburuk hingga menempati peringkat kedua nasional sebagai wilayah berpolusi tertinggi. Data pemantauan Air Quality Index secara waktu nyata mencatat indeks polusi di Jambi menyentuh angka 234.
Capaian angka ini menandakan udara berada pada kategori sangat tidak sehat bagi masyarakat. Bahkan, lonjakan pencemaran ini mengancam aktivitas harian warga Kota Jambi dan wilayah kabupaten sekitarnya.
Tingkat polusi ekstrem ini menunjukkan kondisi udara yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Oleh karena itu, paparan emisi berlebih tersebut menyimpan bahaya nyata yang mengancam saluran pernapasan warga.
Lonjakan Indeks Polusi Menjangkit Berbagai Daerah
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan memicu peningkatan akumulasi partikel berbahaya di Jambi. Akibatnya, kondisi ini menempatkan Jambi tepat di bawah Palangkaraya yang memimpin daftar polusi nasional.
Selain itu, Palembang berada di urutan ketiga nasional dengan catatan indeks kualitas udara mencapai 211. Sementara Pontianak dan Bandung turut mengekor di peringkat selanjutnya dengan tingkat polusi tinggi.
Selanjutnya, eskalasi kabut asap di beberapa titik seperti daerah Tebo turut memperparah konsentrasi emisi. Fenomena pencemaran atmosfer ini akhirnya memicu gangguan aktivitas belajar mengajar di wilayah terdampak.
Pergerakan arah angin dan kondisi cuaca lokal mempercepat penyebaran asap ke kawasan pemukiman. Selain itu, ketidakstabilan iklim membuat tingkat kepekatan kabut dapat berubah drastis dalam waktu singkat.
Sebab, aktivitas pembakaran liar dan sumber pembuangan emisi kendaraan terus memperburuk akumulasi asap. Akhirnya, konsentrasi pencemaran akan tertahan lebih lama saat angin bertiup lemah di sekitar pemukiman.
Imbauan Kewaspadaan Bagi Warga Dan Kelompok Rentan
Oleh sebab itu, pihak terkait mengimbau masyarakat agar terus memantau perkembangan indeks kualitas udara. Kesadaran mandiri warga sangat penting untuk mengantisipasi paparan zat kimia berbahaya di luar rumah.
Khususnya, kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia disarankan membatasi seluruh aktivitas di luar ruangan. Sebab, risiko paparan asap sangat membahayakan keselamatan warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.
Namun, masyarakat yang terpaksa keluar rumah wajib mengenakan masker pelindung berstandar kesehatan. Pasalnya, langkah preventif ini terbukti efektif menahan partikel mikro masuk ke dalam saluran pernapasan.
Sementara itu, petugas terus melakukan penanganan kebakaran lahan untuk menekan tingkat akumulasi emisi. Pada akhirnya, kerja sama seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan demi memulihkan kebersihan kualitas udara Jambi.(ar)









