Kualitas Udara Jambi Memburuk, Masuk Daftar Terburuk Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Data pemantauan Air Quality Index secara waktu nyata mencatat indeks polusi di Jambi menyentuh angka 234.(poto: ist).

Data pemantauan Air Quality Index secara waktu nyata mencatat indeks polusi di Jambi menyentuh angka 234.(poto: ist).

Jambi, seriusnews.id – Kondisi kualitas udara Jambi memburuk hingga menempati peringkat kedua nasional sebagai wilayah berpolusi tertinggi. Data pemantauan Air Quality Index secara waktu nyata mencatat indeks polusi di Jambi menyentuh angka 234.

Capaian angka ini menandakan udara berada pada kategori sangat tidak sehat bagi masyarakat. Bahkan, lonjakan pencemaran ini mengancam aktivitas harian warga Kota Jambi dan wilayah kabupaten sekitarnya.

Tingkat polusi ekstrem ini menunjukkan kondisi udara yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Oleh karena itu, paparan emisi berlebih tersebut menyimpan bahaya nyata yang mengancam saluran pernapasan warga.

Lonjakan Indeks Polusi Menjangkit Berbagai Daerah

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan memicu peningkatan akumulasi partikel berbahaya di Jambi. Akibatnya, kondisi ini menempatkan Jambi tepat di bawah Palangkaraya yang memimpin daftar polusi nasional.

Baca Juga :  Penanganan Karhutla di Jambi Terus Diintensifkan Usai Pengarahan Presiden

Selain itu, Palembang berada di urutan ketiga nasional dengan catatan indeks kualitas udara mencapai 211. Sementara Pontianak dan Bandung turut mengekor di peringkat selanjutnya dengan tingkat polusi tinggi.

Selanjutnya, eskalasi kabut asap di beberapa titik seperti daerah Tebo turut memperparah konsentrasi emisi. Fenomena pencemaran atmosfer ini akhirnya memicu gangguan aktivitas belajar mengajar di wilayah terdampak.

Pergerakan arah angin dan kondisi cuaca lokal mempercepat penyebaran asap ke kawasan pemukiman. Selain itu, ketidakstabilan iklim membuat tingkat kepekatan kabut dapat berubah drastis dalam waktu singkat.

Sebab, aktivitas pembakaran liar dan sumber pembuangan emisi kendaraan terus memperburuk akumulasi asap. Akhirnya, konsentrasi pencemaran akan tertahan lebih lama saat angin bertiup lemah di sekitar pemukiman.

Baca Juga :  Bantu Remaja Penderita Tumor Tulang, Karang Taruna Muara Semerah Galang Donasi Kemanusiaan

Imbauan Kewaspadaan Bagi Warga Dan Kelompok Rentan

Oleh sebab itu, pihak terkait mengimbau masyarakat agar terus memantau perkembangan indeks kualitas udara. Kesadaran mandiri warga sangat penting untuk mengantisipasi paparan zat kimia berbahaya di luar rumah.

Khususnya, kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia disarankan membatasi seluruh aktivitas di luar ruangan. Sebab, risiko paparan asap sangat membahayakan keselamatan warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.

Namun, masyarakat yang terpaksa keluar rumah wajib mengenakan masker pelindung berstandar kesehatan. Pasalnya, langkah preventif ini terbukti efektif menahan partikel mikro masuk ke dalam saluran pernapasan.

Sementara itu, petugas terus melakukan penanganan kebakaran lahan untuk menekan tingkat akumulasi emisi. Pada akhirnya, kerja sama seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan demi memulihkan kebersihan kualitas udara Jambi.(ar)

Berita Terkait

Wacana Gaji ASN Pindah ke Koperasi Bayangi Likuiditas Bank Jambi
Helneti Mesra Dilantik Jadi Anggota DPRD, Keterwakilan Perempuan Sungai Penuh Menguat
Pemkot Sungai Penuh Canangkan Nilai Dasar ASN BerAKHLAK Perkuat Pelayanan Publik
Jalur Logistik Kembali Terbuka, Penanganan Longsor Tapan Batas Jambi Dipercepat
Rebutan Kursi DPR RI Jambi: Adirozal dan Masnah Bersaing Gantikan Almarhum Bakri
Jalur Pendakian Gunung Kerinci Resmi Buka Kembali, Wisatawan Wajib Pesan Tiket Daring
Pemkot Sungai Penuh Gandeng BPKP Jambi Perkuat Tata Kelola Pemerintahan
Polemik Anggaran Bimtek BPD Sungai Penuh, Komisi I Agendakan RDP Bersama Dinas
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Wacana Gaji ASN Pindah ke Koperasi Bayangi Likuiditas Bank Jambi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Helneti Mesra Dilantik Jadi Anggota DPRD, Keterwakilan Perempuan Sungai Penuh Menguat

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Pemkot Sungai Penuh Canangkan Nilai Dasar ASN BerAKHLAK Perkuat Pelayanan Publik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:47 WIB

Jalur Logistik Kembali Terbuka, Penanganan Longsor Tapan Batas Jambi Dipercepat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Rebutan Kursi DPR RI Jambi: Adirozal dan Masnah Bersaing Gantikan Almarhum Bakri

Berita Terbaru

Ilustrasi Tim SAR gabungan menyisir aliran sungai dengan perahu karet untuk mencari balita hilang di Padang Pariaman.(poto: AI).

Regional

Balita 2 Tahun Diduga Hanyut di Sungai Padang Pariaman

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:44 WIB

Tiga pesilat muda asal SMAN 1 Sungai Penuh sukses menyabet medali pada Kejuaraan Nasional Silat Satria Muda Indonesia di Cibubur, Jakarta, sepanjang 13 hingga 18 Oktober 2026.(poto: dorlanhikmah.com).

Pendidikan

Pesilat SMAN 1 Sungai Penuh Sabet Tiga Medali Kejurnas SMI

Kamis, 22 Okt 2026 - 14:29 WIB

Tim gabungan lintas instansi menertibkan ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini menggelar lapak liar di fasilitas umum, Rabu (21/10/2026).(poto: padangkita.com).

Regional

Revitalisasi Pasar Raya Padang Relokasi Ratusan PKL

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:42 WIB