Erupsi Gunung Anak Krakatau Picu Dentuman dan Getaran di Jawa Barat

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 6 September 2026 - 20:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampakan erupsi Gunung Anak Krakatau.(poto: padangkita.com).

Penampakan erupsi Gunung Anak Krakatau.(poto: padangkita.com).

Jakarta, seriusnews.id – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan fenomena suara dentuman di Jawa Barat dipicu oleh erupsi Gunung Anak Krakatau. Suara dentuman yang disertai getaran tersebut dirasakan oleh sebagian besar masyarakat pada 4 hingga 5 September 2026.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, menyampaikan kepastian tersebut melalui keterangan resmi pada Minggu, 6 September 2026. Ia menegaskan bahwa tim ahli telah mencocokkan data rekaman sinyal akustik dengan waktu letusan gunung api tersebut.

Hasil analisis menunjukkan kesesuaian antara sinyal pemantauan di Jawa Barat dengan aktivitas letusan di Selat Sunda. Sinyal berfrekuensi rendah tersebut membuktikan bahwa gelombang suara merambat jauh melintasi atmosfer.

Proses perambatan gelombang akustik dalam kondisi atmosfer tertentu menghasilkan tenaga yang cukup kuat. Akibatnya, benturan gelombang suara tersebut menggetarkan kaca serta pintu rumah warga di kawasan terpapar.

Baca Juga :  Timnas Indonesia vs Malaysia: Skuad Garuda Incar Puncak Klasemen ASEAN Cup 2026

Penyebab Dentuman Keras dan Sebaran Abu Vulkanik

Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi menerus sejak Sabtu malam, 5 September 2026, mulai pukul 23.07 WIB. Letusan tipe air mancur lava tersebut berlangsung selama beberapa jam hingga Minggu pagi pukul 04.40 WIB.

Aktivitas vulkanik dalam durasi panjang ini melepaskan energi akustik besar ke udara bebas. Fenomena alami tersebut menjadi pemicu utama timbulnya suara dentuman keras yang terdengar di tiga provinsi sekaligus.

Lana Saria menjelaskan bahwa fenomena erupsi menerus seperti ini merupakan hal yang lazim terjadi pada gunung api aktif. Masyarakat di wilayah Banten, Lampung, hingga Bandung Raya melaporkan getaran fisik yang seirama dengan durasi letusan.

Selain memicu dentuman, letusan Gunung Anak Krakatau juga melontarkan material abu vulkanik ke udara. Petugas gabungan kini memantau secara ketat pergerakan awan abu yang mulai meluas ke sejumlah daerah.

Baca Juga :  BEM UI Bantah Klaim Polisi soal Surat Pemberitahuan Demo di Bundaran HI

Imbauan Aktivitas Warga dan Penutupan Bandara Udara

Sebaran abu vulkanik saat ini terdeteksi mengarah ke wilayah Banten, DKI Jakarta, Lampung, Bengkulu, dan sebagian Jawa Barat. Arah sebaran material halus ini sangat di pengaruhi oleh kecepatan serta arah angin di atmosfer.

Lembaga PVMBG, BMKG, dan VAAC Darwin terus berkoordinasi untuk memetakan risiko sebaran abu vulkanik tersebut. Tim gabungan memantau perkembangan situasi udara guna mengantisipasi bahaya penerbangan dan kesehatan warga.

Dampak erupsi juga memicu langkah antisipasi keselamatan pada moda transportasi udara di kawasan sekitar. Pihak berwenang mengambil keputusan tegas dengan menutup sementara operasi enam bandara yang terdampak sebaran abu.

Masyarakat di kawasan terdampak wajib membatasi aktivitas di luar ruangan demi menjaga kesehatan pernapasan. Warga dapat memperbarui informasi perkembangan kondisi terkini melalui kanal resmi pemerintah untuk menghindari simpang siur berita.(ar)

Berita Terkait

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Akibat Siklon Tropis
Daftar Lengkap Harga BBM Seluruh SPBU Oktober 2026
Petani Makin Mudah Tebus Pupuk Subsidi di KDKMP
Tunjangan Guru Non-ASN Mulai Cair Pekan Depan, Kemendikdasmen Tuntaskan Dokumen Pencairan
Buka MTQ Sijunjung, Gubernur Mahyeldi Tekankan Pengamalan Nilai Al-Qur’an
Presiden Prabowo Lantik Jenderal Tandyo Budi Jadi KSAD Baru: Ini Rekam Jejak Tempurnya
Prabowo Resmi Rombak Kabinet: Lantik Kepala BNPB dan Empat Wamen Baru di Istana
Kemenaker Buka Seleksi Hakim Ad Hoc PHI 2026, Cek Syarat dan Batas Pendaftarannya
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:25 WIB

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Akibat Siklon Tropis

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:12 WIB

Daftar Lengkap Harga BBM Seluruh SPBU Oktober 2026

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:57 WIB

Petani Makin Mudah Tebus Pupuk Subsidi di KDKMP

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Tunjangan Guru Non-ASN Mulai Cair Pekan Depan, Kemendikdasmen Tuntaskan Dokumen Pencairan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Buka MTQ Sijunjung, Gubernur Mahyeldi Tekankan Pengamalan Nilai Al-Qur’an

Berita Terbaru

Tiga pesilat muda asal SMAN 1 Sungai Penuh sukses menyabet medali pada Kejuaraan Nasional Silat Satria Muda Indonesia di Cibubur, Jakarta, sepanjang 13 hingga 18 Oktober 2026.(poto: dorlanhikmah.com).

Pendidikan

Pesilat SMAN 1 Sungai Penuh Sabet Tiga Medali Kejurnas SMI

Kamis, 22 Okt 2026 - 14:29 WIB

Tim gabungan lintas instansi menertibkan ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini menggelar lapak liar di fasilitas umum, Rabu (21/10/2026).(poto: padangkita.com).

Regional

Revitalisasi Pasar Raya Padang Relokasi Ratusan PKL

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:42 WIB

Waliota Alfin, Duduk berdampingan dengan beberapa orang Kepala Daerah saat menghadiir HUT ke-72 Tanjab Timur.(poto: istimewa).

Pemerintahan

Hadiri HUT Ke-27 Tanjab Timur, Walkot Alfin Dorong Sinergi

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:37 WIB