Solok, Seriusnews.id – Tim SAR gabungan memperluas radius pencarian korban terdampak banjir bandang Arosuka Solok hingga mencapai 14 kilometer pada Kamis (24/9/2026). Memasuki hari keempat operasi, petugas membagi wilayah penyisiran menjadi empat sektor utama demi memaksimalkan proses evakuasi di lapangan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Abdul Malik, mengarahkan langsung pengerahan ratusan personel menuju titik-titik krusial aliran material banjir. Petugas memfokuskan pencarian pada lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi tempat tersangkutnya para korban.
Tim Gabungan Membagi Empat Sektor Operasi Penyisiran
Petugas menerjunkan Search and Rescue Unit (SRU) 1 untuk menyisir Sektor A di sekitar pusat lokasi kejadian sepanjang 2,5 kilometer. Sementara itu, personel SRU 2 bergerak menyusuri Sektor B dengan cakupan area pencarian sepanjang 3,5 kilometer.
Tim SRU 3 melanjutkan penyisiran di Sektor C yang membentang sepanjang lima kilometer dari titik awal banjir. Pada saat bersamaan, tim SRU 4 mengandalkan jalur Sektor D dengan panjang area pencarian yang sama.
Penerapan pola pembagian sektor ini membuat langkah petugas di lapangan menjadi lebih terarah dan terstruktur. Strategi tersebut mempermudah seluruh anggota tim untuk memeriksa setiap jengkal wilayah target secara cermat.
Data sementara Kantor SAR Padang mencatat sebanyak 36 orang masuk dalam basis data penanganan dampak bencana ini. Petugas telah menemukan satu korban dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu warga lainnya masih dalam status pencarian aktif.
Tim evakuasi mengidentifikasi korban meninggal dunia atas nama Daffi Arrahman, pemuda berusia 21 tahun asal Kayu Aro Aia Baliang. Di sisi lain, petugas masih terus mencari keberadaan Agusra, pria berusia 59 tahun warga Nagari Koto Gadang Guguk.
Petugas Mengerahkan Alat Berat Hingga Drone Termal
Bencana air bah melalap pemukiman Arosuka setelah hujan deras menyiram wilayah Kabupaten Solok sejak Senin (21/9/2026) sore pukul 18.00 WIB. Gelombang banjir bandang kemudian menghantam kawasan pemukiman warga sekitar pukul 20.00 WIB dengan sangat cepat.
Ratusan petugas menyiagakan beragam armada operasional, mulai dari rescue carrier, truck, hingga mobil evakuasi di lokasi bencana. Pihak pengelola operasi juga menurunkan excavator guna membersihkan tumpukan material tebal yang menutupi aliran air.
Tim penyisir memperkuat pencarian dengan memanfaatkan peralatan SAR air, perlengkapan mountaineering, alat ekstrikasi, serta perangkat komunikasi medis. Petugas juga menerbangkan drone termal dari udara untuk mendeteksi suhu tubuh manusia di area yang sulit terjangkau.
Sebanyak 639 personel dari berbagai instansi bahu-membahu menjalankan aksi kemanusiaan di kawasan terdampak bencana Solok ini. Unsur yang terlibat mencakup Basarnas Padang, Pos SAR Tanah Datar, Solok Selatan, TNI, Polri, BPBD, hingga puluhan relawan.
Petugas gabungan terus menerjang medan berat meski cuaca di lokasi sempat diwarnai hujan ringan dan angin pelan. Pengelola operasi menegaskan komitmennya untuk terus menyampaikan kabar perkembangan terbaru mengenai penemuan korban kepada publik.(ar)









