Solok, seriusnews.id – Dinas Sosial Kabupaten Solok terus memasok kebutuhan konsumsi warga terdampak bencana melalui pengoperasian dapur umum banjir solok secara intensif. Petugas lapangan memproduksi hingga 2.000 porsi makanan siap saji setiap hari untuk menjangkau para pengungsi di berbagai titik pasca banjir bandang (galodo).
Petugas gabungan dan jajaran pegawai Dinsos bahu-membahu menyiapkan konsumsi harian tersebut sejak pagi hari. Upaya tak kenal lelah ini memasuki hari keenam pascabencana guna memastikan pasokan gizi warga terdampak tetap terjaga.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Solok, Desmalia Ramadhanur, memantau langsung proses pengolahan bahan makanan di pusat logistik Arosuka. Pihaknya terus menyesuaikan alokasi distribusi makanan dengan kebutuhan riil masyarakat di setiap kantong pengungsian.
Petugas Dinsos menyalurkan ribuan porsi makanan tersebut secara merata ke lokasi-lokasi penampungan sementara. Langkah cepat ini mencegah munculnya potensi krisis pangan di tengah masa darurat penanganan pascabencana.
Selain mengelola fasilitas memasak utama, Dinsos juga menyalurkan stok bahan pangan mentah ke titik penampungan lain. Bantuan berupa mi instan, telur, dan bumbu dapur mengalir ke posko mandiri buatan warga setempat.
Dukungan bahan pokok tersebut memperkuat operasional dapur swadaya yang digerakkan oleh elemen relawan. Personel gabungan TNI, Polri, dan Kejaksaan turut menerima pasokan logistik untuk menunjang aktivitas pelayanan darurat di lapangan.
Kebutuhan Air Bersih Jadi Prioritas Utama Penanganan Pengungsi Solok
Sinergi pelbagai pihak membuat ketersediaan konsumsi bagi para penyintas bencana hingga saat ini masih relatif aman. Bantuan bahan pangan dari berbagai donatur dan lembaga terus mengalir masuk ke Posko Utama Arosuka.
Ratusan warga korban banjir bandang saat ini tersebar memadati sejumlah lokasi pengungsian strategis. Para pengungsi menempati kawasan depan Kantor Bupati Solok, Mapolres Solok, Gedung Pemuda, serta Rumah Dinas Wakil Bupati Solok.
Data Dinsos menunjukkan lonjakan jumlah penyintas di posko Rumah Dinas Wakil Bupati Solok secara signifikan. Jumlah warga yang mengungsi di lokasi tersebut meningkat dari 30 orang menjadi sekitar 50 orang.
Dinsos Kabupaten Solok gencar menyisir dan mendata kebutuhan dasar para pengungsi di seluruh titik penampungan. Tim lapangan memastikan penanganan darurat berjalan cepat agar kondisi kesehatan warga tetap terpelihara dengan baik.
Desmalia menegaskan bahwa ketersediaan pasokan air bersih kini menjadi kebutuhan paling mendesak di lapangan. Pihaknya berkoordinasi lintas sektor untuk segera memenuhi pasokan air bersih guna kebutuhan sanitasi harian warga.(ar)









