Inflasi Sumatera Barat September 2026 Melandai ke Level 3,50 Persen

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 4 Oktober 2026 - 16:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Mohamad Abdul Majid Ikram.(poto: infosumbar.net).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Mohamad Abdul Majid Ikram.(poto: infosumbar.net).

Sumatera Barat, seriusnews.id – Laju inflasi Sumatera Barat September 2026 kembali bergerak melandai hingga menembus angka 3,50 persen secara tahunan (year on year). Badan Pusat Statistik mencatat posisi tersebut masih bertahan rapi di dalam rentang sasaran inflasi nasional.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Mohamad Abdul Majid Ikram, menyambut positif pergerakan angka tahunan yang kian jinak ini. Angka tersebut menurun cukup nyata jika dibandingkan dengan capaian Agustus 2026 yang sempat menyentuh 3,76 persen.

Penurunan ini sekaligus memperpanjang tren perlambatan indeks harga konsumen tahunan di Ranah Minang yang bergulir sejak Juni 2026. Kendati demikian, Majid meminta seluruh pemangku kepentingan tetap mewaspadai lonjakan tekanan harga secara bulanan.

Survei harga membuktikan inflasi bulanan Sumbar pada September 2026 justru melompat ke posisi 0,60 persen. Realisasi ini tercatat jauh lebih tinggi daripada lonjakan Agustus yang hanya bertengger di angka 0,18 persen.

Perhitungan kumulatif dari Januari hingga September 2026 saat ini telah menembus batas 1,83 persen. Penurunan inflasi tahunan sendiri bertumpu kuat pada anjloknya harga sejumlah komoditas pangan pokok di pasar tradisional.

Komoditas cabai merah, bawang merah, serta telur ayam ras kompak mencatatkan deflasi dan menahan laju indeks harga. Cabai merah bahkan menyumbang andil deflasi tahunan hingga minus 0,23 persen berkat pasokan yang relatif terjaga.

Bawang merah turut meredam lonjakan tahunan dengan menyumbang deflasi sebesar minus 0,16 persen. Sementara itu, komoditas telur ayam ras melengkapi bantalan penurunan melalui andil deflasi sebesar minus 0,03 persen.

Baca Juga :  BPTU-HPT Padang Mengatas Gencar Kembangkan Potensi Sapi Pesisir Sumbar untuk Ketahanan Pangan Nasional

Namun, beberapa kebutuhan harian lain tetap memicu rambatan tekanan harga tahunan yang cukup signifikan bagi dapur warga. Daging ayam ras, emas perhiasan, dan beras masing-masing menyumbang andil inflasi sebesar 0,31 persen, 0,30 persen, dan 0,23 persen.

Lonjakan ongkos pakan ternak memicu lonjakan biaya produksi pada peternak daging ayam ras lokal. Pada saat bersamaan, kerusakan sawah akibat bencana alam dan minimnya pasokan luar daerah memangkas hasil panen beras.

Dinamika Harga Pangan Picu Tekanan Inflasi Bulanan

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mendominasi pemicu kenaikan harga kebutuhan masyarakat secara bulanan sepanjang September. Warga merasakan lonjakan harga nyata pada cabai merah, daging ayam ras, beras, cabai hijau, serta ikan cakalang.

Cabai merah bahkan bertengger sebagai biang kerok utama inflasi bulanan dengan sumbangan andil mencapai 0,47 persen. Serbuan permintaan dari luar Sumbar serta penurunan volume panen nasional mengerek harga jual cabai di tingkat pedagang.

Gangguan pasokan dari sentra tani akibat erupsi gunung dan kebakaran hutan kian memperkeruh jalur pasok cabai. Petani di sentra produksi utama juga menghadapi serangan hama perusak tanaman yang memangkas kuantitas hasil petik.

Untungnya, penurunan harga emas perhiasan, cabai rawit, tarif tiket pesawat, jengkol, serta kentang sukses menahan laju inflasi bulanan. Meluasnya lahan tanam cabai rawit memperkuat suplai, sementara penurunan tarif penerbangan mengikuti normalisasi permintaan penumpang usai musim liburan.

Baca Juga :  Harga Kedelai Impor Naik, Perajin Tahu Tempe Parepare Kurangi Produksi dan Rumahkan Pekerja

Secara spasial, seluruh daerah sampel perhitungan Indeks Harga Konsumen di Sumatera Barat mencatat kenaikan harga serentak. Kabupaten Pasaman Barat membukukan lonjakan inflasi bulanan tertinggi dengan angka 1,11 persen.

Kabupaten Dharmasraya mengekor di urutan kedua lewat catatan 1,03 persen, disusul Bukittinggi 0,98 persen dan Padang 0,33 persen. Namun untuk skala tahunan, Dharmasraya memimpin lonjakan tertinggi dengan capaian 4,42 persen.

Sinergi Pengendalian Harga Jaga Daya Beli Warga

Pasaman Barat mencatat inflasi tahunan sebesar 3,56 persen, disusul Kota Bukittinggi 3,43 persen dan Kota Padang 3,33 persen. Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah, pemerintah daerah, dan Bulog terus menggelar langkah stabilisasi harga secara terpadu.

Aparat gabungan rutin menggelar operasi pasar murah, Gerakan Pangan Murah, serta menjalin kerja sama pasokan antardaerah. Langkah terukur ini menjaga ketersediaan barang pokok sekaligus melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah.

Majid memproyeksikan inflasi Sumatera Barat ke depan bakal tetap berada di rentang target nasional 2,5 plus minus 1 persen. Walau demikian, pemda wajib mengantisipasi rambatan kenaikan harga pangan dan bahan bakar minyak dunia.

Ancaman cuaca ekstrem, bencana alam, serta kendala rantai distribusi logistik antardaerah dapat memicu ketimpangan harga sewaktu-waktu. Selain itu, fluktuasi nilai tukar rupiah berpotensi memicu lonjakan biaya produksi industri serta mendatangkan imported inflation.(ar)

Berita Terkait

Yield SBN Indonesia Naik Menembus 7,17 Persen Saat Rupiah Tertekan
IHSG Berpeluang Menguat Hari Ini, Cermati Lima Saham Potensial
Rp115 Miliar Stimulus UMKM Sumbar Bangkitkan Ekonomi Daerah
BSU 2026 Cair Rp 900 Ribu, Cek Syarat Penerima Bantuan di Sini
PLN dan Pemkot Padang Dorong Pertanian Melon Hidroponik Modern
Pameran Seni Kriya SMK Padang Unjuk Gigi di Galeri Taman Budaya Sumbar
Pemko Padang Serahkan Bantuan Sarana Penangkapan Ikan Nelayan
Pemprov Sumbar Siapkan Empat Prioritas Pembangunan Ekonomi Daerah 2029
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Yield SBN Indonesia Naik Menembus 7,17 Persen Saat Rupiah Tertekan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:51 WIB

IHSG Berpeluang Menguat Hari Ini, Cermati Lima Saham Potensial

Minggu, 4 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Inflasi Sumatera Barat September 2026 Melandai ke Level 3,50 Persen

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Rp115 Miliar Stimulus UMKM Sumbar Bangkitkan Ekonomi Daerah

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:19 WIB

BSU 2026 Cair Rp 900 Ribu, Cek Syarat Penerima Bantuan di Sini

Berita Terbaru