Pemprov Sumbar Siapkan Empat Prioritas Pembangunan Ekonomi Daerah 2029

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 12 September 2026 - 21:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyampaikan langsung empat strategi utama tersebut dalam Rapat Anggota DPD RI Subwilayah Barat I di Batam, Jumat (11/9/2026).(poto: padangkita.com).

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyampaikan langsung empat strategi utama tersebut dalam Rapat Anggota DPD RI Subwilayah Barat I di Batam, Jumat (11/9/2026).(poto: padangkita.com).

Sumatera Barat, seriusnews.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat merancang prioritas pembangunan ekonomi daerah untuk mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus memacu pertumbuhan menuju target 2029. Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyampaikan langsung empat strategi utama tersebut dalam Rapat Anggota DPD RI Subwilayah Barat I di Batam, Jumat (11/9/2026).

Strategi komprehensif ini mencakup empat pilar utama, yaitu pemulihan, konektivitas, produktivitas, serta pemerataan pembangunan di seluruh wilayah. Pemprov Sumbar menyusun langkah ini dengan mempertimbangkan tantangan fiskal daerah dan potensi ekonomi lokal yang sangat besar.

Gubernur Mahyeldi Ansharullah Dorong Percepatan Pemulihan Infrastruktur Daerah

Kinerja perekonomian Sumatera Barat pada Triwulan II 2026 mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 4,54 persen secara tahunan. Nilai ekspor daerah juga menunjukkan tren membaik dengan capaian USD1,94 miliar sepanjang Januari hingga Juli 2026.

Tingkat kemiskinan di Sumatera Barat turut menurun dari 5,31 persen pada September 2025 menjadi 5,27 persen pada Maret 2026. Namun, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat masih menghadapi tantangan berat terkait pemulihan infrastruktur publik akibat bencana alam.

Baca Juga :  Padang Fashion Summit 2026: Strategi Baru Dorong Ekonomi Kreatif Daerah

Ruang fiskal daerah kini terbagi antara kebutuhan rehabilitasi aset publik dan program dorongan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, sekitar 85,78 persen komoditas ekspor daerah masih sangat bergantung pada minyak nabati.

Mahyeldi menegaskan pentingnya memperkuat fondasi ekonomi daerah untuk membuka berbagai sumber pertumbuhan baru. Pemprov Sumbar menempatkan pemulihan infrastruktur dasar di 13 kabupaten/kota sebagai fokus prioritas utama sesuai dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana.

Prioritas kedua berfokus pada penguatan konektivitas antarwilayah melalui penanganan jalur Sitinjau Lauik dan koridor Riau – Sumbar – Jambi. Pemerintah daerah juga terus mendorong preservasi jalan serta memperjelas kepastian tahapan pembangunan jalan tol.

Sumatera Barat Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Mencapai Angka 7,3 Persen

Sektor produktivitas menjadi pilar ketiga melalui pengembangan kawasan strategis Padang–Pariaman, kawasan Bungus, dan sentra pangan daerah. Pemprov Sumbar memperkuat infrastruktur pendukung seperti fasilitas rantai dingin, utilitas kawasan, dan rehabilitasi jaringan irigasi pertanian.

Baca Juga :  Gubernur Sumbar Mahyeldi Dorong Masjid Istighfar Bina Khatib Muda Padang

Pilar keempat mengusung pemerataan pembangunan melalui percepatan infrastruktur jalan Trans-Mentawai dan penguatan angkutan publik antarpulau. Pemerintah daerah juga memprioritaskan penyediaan air minum layak serta pengingkatan fasilitas rumah sakit umum daerah.

Pengembangan seluruh sektor prioritas ini bertujuan memposisikan Sumatera Barat sebagai Gerbang Barat Indonesia. Kawasan ini menghubungkan sektor pertanian, perkebunan, perikanan, UMKM, dan pariwisata langsung ke pasar internasional melalui Pelabuhan Teluk Bayur.

Melalui strategi tersebut, Pemprov Sumbar menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 7,3 persen pada tahun 2029 mendatang. Target tersebut diimbangi proyeksi PDRB per kapita sebesar Rp90,2 juta serta penurunan tingkat kemiskinan hingga 2,40–3,40 persen.

Gubernur Mahyeldi meminta dukungan konkret DPD RI dan pemerintah pusat melalui penyusunan satu daftar prioritas pembangunan nasional. Pemprov Sumbar mengharapkan kesepakatan skema pembiayaan melalui APBN, APBD, KPBU, maupun investasi swasta guna menutup kesenjangan pendanaan proyek.(ar)

Berita Terkait

Pemko Padang Serahkan Bantuan Sarana Penangkapan Ikan Nelayan
Gubernur Sumbar Dorong Kolaborasi Riset Energi Terbarukan di Unand
Kerapatan Adat Puji Keberlanjutan Program BMN Semen Padang Rp20 Miliar
Atome Finance Bantu Pemulihan Ekonomi Masyarakat Terdampak Bencana di Agam
Kota Padang Raih Juara Anugerah Adinata Syariah Sumbar 2026
Strategi Perkembangan Industri Tercepat: Langkah Nyata Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Modern
Kota Tua Padang Simpan Potensi Besar Dorong Ekonomi
Wali Kota Pariaman Salurkan Bantuan Paket Usaha Batik dan Rajutan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 21:00 WIB

Pemko Padang Serahkan Bantuan Sarana Penangkapan Ikan Nelayan

Sabtu, 12 September 2026 - 21:12 WIB

Pemprov Sumbar Siapkan Empat Prioritas Pembangunan Ekonomi Daerah 2029

Jumat, 4 September 2026 - 17:11 WIB

Gubernur Sumbar Dorong Kolaborasi Riset Energi Terbarukan di Unand

Jumat, 28 Agustus 2026 - 07:47 WIB

Kerapatan Adat Puji Keberlanjutan Program BMN Semen Padang Rp20 Miliar

Minggu, 23 Agustus 2026 - 05:38 WIB

Atome Finance Bantu Pemulihan Ekonomi Masyarakat Terdampak Bencana di Agam

Berita Terbaru

Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, S.E., M.I.P., hadir menyambut para peserta dan pengurus APWI.(poto: kominfo).

Pemerintahan

Jamnas APWI IV NTB Mendorong Inovasi Birokrasi ASN

Senin, 21 Sep 2026 - 09:35 WIB