Sumatera Barat, seriusnews.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat merancang prioritas pembangunan ekonomi daerah untuk mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus memacu pertumbuhan menuju target 2029. Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyampaikan langsung empat strategi utama tersebut dalam Rapat Anggota DPD RI Subwilayah Barat I di Batam, Jumat (11/9/2026).
Strategi komprehensif ini mencakup empat pilar utama, yaitu pemulihan, konektivitas, produktivitas, serta pemerataan pembangunan di seluruh wilayah. Pemprov Sumbar menyusun langkah ini dengan mempertimbangkan tantangan fiskal daerah dan potensi ekonomi lokal yang sangat besar.
Gubernur Mahyeldi Ansharullah Dorong Percepatan Pemulihan Infrastruktur Daerah
Kinerja perekonomian Sumatera Barat pada Triwulan II 2026 mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 4,54 persen secara tahunan. Nilai ekspor daerah juga menunjukkan tren membaik dengan capaian USD1,94 miliar sepanjang Januari hingga Juli 2026.
Tingkat kemiskinan di Sumatera Barat turut menurun dari 5,31 persen pada September 2025 menjadi 5,27 persen pada Maret 2026. Namun, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat masih menghadapi tantangan berat terkait pemulihan infrastruktur publik akibat bencana alam.
Ruang fiskal daerah kini terbagi antara kebutuhan rehabilitasi aset publik dan program dorongan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, sekitar 85,78 persen komoditas ekspor daerah masih sangat bergantung pada minyak nabati.
Mahyeldi menegaskan pentingnya memperkuat fondasi ekonomi daerah untuk membuka berbagai sumber pertumbuhan baru. Pemprov Sumbar menempatkan pemulihan infrastruktur dasar di 13 kabupaten/kota sebagai fokus prioritas utama sesuai dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana.
Prioritas kedua berfokus pada penguatan konektivitas antarwilayah melalui penanganan jalur Sitinjau Lauik dan koridor Riau – Sumbar – Jambi. Pemerintah daerah juga terus mendorong preservasi jalan serta memperjelas kepastian tahapan pembangunan jalan tol.
Sumatera Barat Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Mencapai Angka 7,3 Persen
Sektor produktivitas menjadi pilar ketiga melalui pengembangan kawasan strategis Padang–Pariaman, kawasan Bungus, dan sentra pangan daerah. Pemprov Sumbar memperkuat infrastruktur pendukung seperti fasilitas rantai dingin, utilitas kawasan, dan rehabilitasi jaringan irigasi pertanian.
Pilar keempat mengusung pemerataan pembangunan melalui percepatan infrastruktur jalan Trans-Mentawai dan penguatan angkutan publik antarpulau. Pemerintah daerah juga memprioritaskan penyediaan air minum layak serta pengingkatan fasilitas rumah sakit umum daerah.
Pengembangan seluruh sektor prioritas ini bertujuan memposisikan Sumatera Barat sebagai Gerbang Barat Indonesia. Kawasan ini menghubungkan sektor pertanian, perkebunan, perikanan, UMKM, dan pariwisata langsung ke pasar internasional melalui Pelabuhan Teluk Bayur.
Melalui strategi tersebut, Pemprov Sumbar menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 7,3 persen pada tahun 2029 mendatang. Target tersebut diimbangi proyeksi PDRB per kapita sebesar Rp90,2 juta serta penurunan tingkat kemiskinan hingga 2,40–3,40 persen.
Gubernur Mahyeldi meminta dukungan konkret DPD RI dan pemerintah pusat melalui penyusunan satu daftar prioritas pembangunan nasional. Pemprov Sumbar mengharapkan kesepakatan skema pembiayaan melalui APBN, APBD, KPBU, maupun investasi swasta guna menutup kesenjangan pendanaan proyek.(ar)









