Hutama Karya Perkuat Kinerja Jalan Tol Trans Sumatera, Trafik dan Pendapatan Melonjak

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jalan Tol Padang - Pekanbaru ruas Padang - Sicincin, salah satu tuas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang dikelola Hutama Karya.( poto : padangkita.com )

Jalan Tol Padang - Pekanbaru ruas Padang - Sicincin, salah satu tuas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang dikelola Hutama Karya.( poto : padangkita.com )

Sumatera Barat, seriusnews.idPT Hutama Karya (Persero) terus mencatat kinerja positif dalam pengelolaan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Pertumbuhan trafik, kenaikan pendapatan, dan peningkatan profitabilitas menunjukkan bahwa proyek strategis nasional tersebut semakin mendorong konektivitas sekaligus memperkuat kinerja perusahaan.

Hingga saat ini, Hutama Karya telah membangun JTTS sepanjang 1.185 kilometer. Dari total tersebut, 829 kilometer sudah beroperasi, sedangkan 356 kilometer masih berada dalam tahap konstruksi, termasuk jalan tol pendukung pembangunan.

Perusahaan juga mengelola 14 ruas jalan tol di Indonesia. Sebagian besar ruas itu menjadi bagian dari JTTS yang berperan sebagai tulang punggung konektivitas di Pulau Sumatera. Selain itu, Hutama Karya mengoperasikan Tol JORR Seksi S dan Tol Akses Tanjung Priok di Pulau Jawa.

Direktur Keuangan Hutama Karya, Eka Setya Adrianto, mengatakan pengelolaan jalan tol menunjukkan perkembangan yang semakin kuat seiring bertambahnya ruas yang beroperasi dan meningkatnya konektivitas antarwilayah.

Menurut dia, JTTS tidak hanya membuka akses dan memperkuat konektivitas masyarakat di Sumatera. JTTS juga menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan melalui pengelolaan jalan tol yang produktif.

Peningkatan lalu lintas menjadi salah satu indikator utama yang mencerminkan pertumbuhan tersebut. Pada periode Lebaran 2026, trafik JTTS, termasuk ruas yang dikelola PT Hutama Marga Waskita (Hamawas), naik 69,5 persen dibandingkan kondisi normal.

Selain itu, trafik pada periode yang sama tumbuh 9,8 persen dibandingkan Lebaran tahun sebelumnya. Kenaikan volume kendaraan itu ikut mendorong pertumbuhan bisnis jalan tol Hutama Karya.

Baca Juga :  Hutama Karya Percepat Pengadaan Lahan JTTS di Sumsel, Fokus Tol Palembang–Betung

Pendapatan Jalan Tol Tumbuh Signifikan

Hutama Karya juga mencatat pertumbuhan pendapatan yang kuat. Pada 2025, pendapatan jalan tol yang mencakup kontribusi Hamawas naik sekitar 26,8 persen dibandingkan 2024.

Jika dibandingkan dengan 2023, pendapatan jalan tol tumbuh sekitar 35,7 persen. Pada saat yang sama, kontribusi sektor jalan tol terhadap pendapatan konsolidasian perusahaan meningkat menjadi 16,83 persen dari 11,58 persen pada tahun sebelumnya.

Lonjakan trafik terlihat jelas pada Ruas Tol Sigli–Banda Aceh. Setelah Hutama Karya mengoperasikan secara fungsional Seksi 1 Padang Tiji–Seulimeum, ruas tersebut mencatat kenaikan Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR) sebesar 229 persen.

Capaian itu melampaui target dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa konektivitas yang semakin baik mampu menarik lebih banyak pengguna jalan.

Selain pendapatan, Operating Income jalan tol juga menunjukkan pertumbuhan yang konsisten. Pada 2025, Operating Income jalan tol naik sekitar 9,8 persen dibandingkan 2024.

Kontribusi Operating Income jalan tol terhadap Operating Income konsolidasian mencapai 39,65 persen. Angka tersebut memperlihatkan semakin besarnya peran bisnis jalan tol dalam menopang kinerja perusahaan.

Hutama Karya juga berhasil membalikkan Earnings After Tax (EAT) jalan tol ke posisi positif pada 2025. Sebelumnya, indikator tersebut masih mencatat angka negatif sepanjang 2023 dan 2024.

Keberhasilan itu menandakan bahwa bisnis jalan tol Hutama Karya bergerak ke arah yang lebih sehat. Perusahaan meraih hasil tersebut melalui pertumbuhan trafik, peningkatan kematangan ruas operasi, dan optimalisasi pengelolaan operasional.

Baca Juga :  OJK Batasi Layanan Paylater, INDEF Nilai Perlindungan Konsumen Lebih Kuat

JTTS Dorong Mobilitas dan Pertumbuhan Ekonomi

Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, menegaskan bahwa masyarakat semakin merasakan manfaat JTTS.

Menurutnya, jalan tol membantu masyarakat memangkas waktu tempuh perjalanan, memperlancar distribusi logistik, dan mempercepat akses menuju pusat ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta pariwisata.

Selain itu, JTTS membuka peluang usaha baru di berbagai daerah yang dilalui jaringan jalan tol. Karena itu, jalan tol tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga menjadi penghubung aktivitas dan peluang ekonomi masyarakat.

Pengguna jalan turut merasakan manfaat tersebut. Titha Monica Hardi, misalnya, rutin memanfaatkan Ruas Tol Pekanbaru–Dumai untuk menunjang mobilitas harian menuju Duri.

Saat pulang kampung ke Padang, ia juga menggunakan Ruas Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar dan Tol Padang–Sicincin. Menurutnya, jalan tol membuat perjalanan menjadi lebih cepat, nyaman, dan efisien.

Hutama Karya tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis. Perusahaan juga terus meningkatkan kualitas layanan, keamanan, dan kenyamanan bagi pengguna jalan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, perusahaan mengoptimalkan sarana transaksi, meningkatkan kesiapan petugas lalu lintas, memanfaatkan teknologi Intelligent Traffic System (ITS), serta memperkuat pengawasan melalui Command Center.

Ke depan, Hutama Karya akan terus menjaga standar operasional dan pelayanan. Perusahaan juga memastikan setiap ruas tol yang beroperasi mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi pengguna jalan, masyarakat, dan keberlanjutan bisnis perusahaan.(ar)

Berita Terkait

Apindo Susun 12 Pedoman Mitigasi PHK, Dorong Pencegahan Pemutusan Kerja di Perusahaan
Prabowo Soroti Kebocoran Kekayaan Negara di Munas NU Bangkalan 2026
Revitalisasi Pasar Raya Padang Dikebut, Target Selesai Agustus 2026 dan Pedagang Kembali Berjualan
RUPSLB Bank Nagari Tetapkan Sutan Emir Hidayat sebagai DPS 2026–2030, Perkuat Pengawasan Syariah
Pemerintah Gelontorkan Stimulus Ekonomi Rp26,34 Triliun untuk Jaga Daya Beli dan Pertumbuhan 2026
Bank Nagari dan IKM Pekanbaru Teken PKS Perkuat Layanan UMKM Minang di Riau
Vasko Ruseimy Dorong Penguatan Ekosistem UMKM di Festival Kuliner Jam Gadang Bukittinggi
OJK Batasi Layanan Paylater, INDEF Nilai Perlindungan Konsumen Lebih Kuat
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:00 WIB

Apindo Susun 12 Pedoman Mitigasi PHK, Dorong Pencegahan Pemutusan Kerja di Perusahaan

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:00 WIB

Prabowo Soroti Kebocoran Kekayaan Negara di Munas NU Bangkalan 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:00 WIB

Hutama Karya Perkuat Kinerja Jalan Tol Trans Sumatera, Trafik dan Pendapatan Melonjak

Selasa, 23 Juni 2026 - 23:59 WIB

Revitalisasi Pasar Raya Padang Dikebut, Target Selesai Agustus 2026 dan Pedagang Kembali Berjualan

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:00 WIB

RUPSLB Bank Nagari Tetapkan Sutan Emir Hidayat sebagai DPS 2026–2030, Perkuat Pengawasan Syariah

Berita Terbaru