Targetkan Nol Kasus 2029, Pemko Padang Gandeng Tokoh Adat Tangani Ribuan Anak Putus Sekolah

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir memimpin forum koordinasi yang menghadirkan jajaran dinas, lurah, ninik mamak, serta bundo kanduang, Senin (12/10/2026).(poto: padangkita.com).

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir memimpin forum koordinasi yang menghadirkan jajaran dinas, lurah, ninik mamak, serta bundo kanduang, Senin (12/10/2026).(poto: padangkita.com).

Padang, seriusnews.id – Pemerintah Kota Padang mempercepat agenda penanganan anak tidak sekolah demi mewujudkan target nol kasus pada tahun 2029 mendatang. Wali Kota dan jajarannya menggandeng tokoh adat serta perangkat kelurahan guna menuntaskan masalah putus sekolah secara menyeluruh.

Para pemangku kepentingan membahas rencana aksi terpadu ini dalam Rapat Koordinasi Sinergi Nagari di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Senin (12/10/2026). Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir memimpin forum koordinasi yang menghadirkan jajaran dinas, lurah, ninik mamak, serta bundo kanduang.

Maigus menegaskan komitmen kuat pemerintah kota dalam menjamin hak belajar setiap anak. Kebijakan strategis ini menopang implementasi Program Unggulan Padang Juara dan Smart Surau di bawah komando Wali Kota Padang Fadly Amran.

Dinas Pendidikan mencatat jumlah anak putus sekolah menyentuh angka 6.139 jiwa per Oktober 2026. Angka tersebut membuktikan penurunan nyata daripada tahun 2025 yang sempat menembus 7.178 anak.

Baca Juga :  Pemko Padang Tuntaskan Dokumen Dossier Kota Kreatif Dunia UNESCO

Sinergi Nagari Libatkan Pemangku Adat Dan Unsur Kelurahan

Pemerintah kota menginstruksikan aparatur sipil dari camat, lurah, hingga ketua RT dan RW agar bergerak proaktif. Tokoh adat di lingkungan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau, KAN, serta bundo kanduang memegang peranan krusial dalam menyadarkan warga.

Maigus mengajak seluruh pihak menghidupkan kembali kearifan lokal Minangkabau dalam menjaga masa depan generasi muda. Falsafah adat anak dipangku, kemenakan dibimbing, dan orang kampung diperhatikan menjadi pedoman moral utama dalam menuntaskan persoalan ini.

Pihaknya mencatat bahwa faktor ekonomi bukan satu-satunya pemicu fenomena anak berhenti belajar. Pengaruh pergaulan bebas, lingkungan tempat tinggal yang buruk, trauma akibat perundungan, hingga kelalaian orang tua turut memicu masalah ini.

Pemko Padang menyediakan solusi jalur nonformal berupa program Paket A, B, dan C bagi anak-anak yang enggan masuk kelas formal. Skema pendidikan kesetaraan tersebut menjamin kelangsungan belajar anak hingga mengantongi ijazah resmi pemerintah.

Baca Juga :  Pemko Padang Buka Peluang Beasiswa Nalanda University India

Ribuan Siswa Putus Sekolah Kembali Akses Layanan Pendidikan

Sekretaris Disdikbud Kota Padang Ikhwansyah membeberkan kemajuan konkret yang telah dicapai timnya di lapangan. Dinas terkait telah mendampingi sekitar 2.000 anak hingga mereka berhasil kembali menikmati bangku pelajaran.

Tim lapangan menyalurkan bantuan dana sekolah serta menyelesaikan kendala administrasi kependudukan keluarga. Aparatur dinas juga membukakan pintu masuk ke lembaga pendidikan formal maupun sentra belajar nonformal.

Ikhwansyah meminta para orang tua agar segera mendatangi kantor kelurahan jika menghadapi kendala pembiayaan sekolah. Pihak kelurahan siap menampung setiap laporan warga dan mencarikan solusi cepat bagi anak yang putus sekolah.

Pemerintah hadir memberi jalan keluar nyata agar tidak ada lagi anak yang kehilangan masa depan. Upaya berkelanjutan ini terus melaju demi memastikan Padang benar-benar bebas dari anak putus sekolah pada 2029.(ar)

Berita Terkait

Pesilat SMAN 1 Sungai Penuh Sabet Tiga Medali Kejurnas SMI
Kabut Asap Masih Pekat, Disdik dan Kemenag Kompak Perpanjang PJJ di Sungai Penuh
Kabut Asap Masih Pekat, Masa PJJ Sekolah Sungai Penuh Diperpanjang
Aturan Baru Kenaikan Kelas Tidak Otomatis Mulai Berlaku Tahun Ajaran 2027
Kabut Asap Pekat Selimuti Kota Padang, Pemko Resmi Berlakukan PJJ Sekolah
Kabut Asap Selimuti Padang, DPRD Desak Pemko Terapkan Sekolah Daring
Kadiskominfo Padang Tegaskan Literasi Digital Survival Skill Mahasiswa
Kualitas Udara Buruk, Sekolah di Padang Perketat Aturan Belajar dan Wajibkan Masker
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Pesilat SMAN 1 Sungai Penuh Sabet Tiga Medali Kejurnas SMI

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Kabut Asap Masih Pekat, Disdik dan Kemenag Kompak Perpanjang PJJ di Sungai Penuh

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Kabut Asap Masih Pekat, Masa PJJ Sekolah Sungai Penuh Diperpanjang

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Aturan Baru Kenaikan Kelas Tidak Otomatis Mulai Berlaku Tahun Ajaran 2027

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Kabut Asap Pekat Selimuti Kota Padang, Pemko Resmi Berlakukan PJJ Sekolah

Berita Terbaru

Tiga pesilat muda asal SMAN 1 Sungai Penuh sukses menyabet medali pada Kejuaraan Nasional Silat Satria Muda Indonesia di Cibubur, Jakarta, sepanjang 13 hingga 18 Oktober 2026.(poto: dorlanhikmah.com).

Pendidikan

Pesilat SMAN 1 Sungai Penuh Sabet Tiga Medali Kejurnas SMI

Kamis, 22 Okt 2026 - 14:29 WIB

Tim gabungan lintas instansi menertibkan ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini menggelar lapak liar di fasilitas umum, Rabu (21/10/2026).(poto: padangkita.com).

Regional

Revitalisasi Pasar Raya Padang Relokasi Ratusan PKL

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:42 WIB

Waliota Alfin, Duduk berdampingan dengan beberapa orang Kepala Daerah saat menghadiir HUT ke-72 Tanjab Timur.(poto: istimewa).

Pemerintahan

Hadiri HUT Ke-27 Tanjab Timur, Walkot Alfin Dorong Sinergi

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:37 WIB