Jakarta, Seriusnews.id – Komunitas pemain game dunia kembali menghadapi ancaman serius terkait isu kebocoran Grand Theft Auto VI yang kian memanas. Seorang pembocor anonim beridentitas Cyberleek mengaku memegang versi utuh game tersebut dan berniat menyebarkannya ke internet.
Sosok ini menegaskan file miliknya memuat seluruh mode cerita dari awal hingga kredit akhir. Ia bahkan menantang siapa pun yang meragukannya untuk meminta bukti adegan tertentu di dalam game.
Cyberleek mengaitkan aksi nekatnya dengan target kapitalisasi pasar mata uang kripto meme bikinannya. Ia berjanji merilis game itu jika nilai token miliknya menyentuh angka US$30 juta.
Selain urusan uang, sang pembocor juga menuntut Take-Two Interactive memenuhi sejumlah syarat khusus. Ia mendesak induk perusahaan Rockstar Games tersebut menyediakan versi fisik dan menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada publik.
Tuntutan tersebut berangkat dari kritik pribadinya terhadap model distribusi game digital saat ini. Namun, pihak penerbit belum memberikan respons resmi atas ancaman maupun tuntutan sepihak tersebut.
Aksi Cyberleek sebenarnya sudah mencuri perhatian para penggemar sejak Agustus 2026 lalu. Akun tersebut beberapa kali mengunggah rekaman pendek yang memperlihatkan aksi karakter protagonis pria bernama Jason.
Dalam cuplikan terdahulu, Jason terlihat mengemudikan kendaraan serta berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar. Tak lama berselang, sang pembocor kembali melepas rekaman video berdurasi empat menit 38 detik yang menampilkan aksi Lucia.
Meski cuplikan itu tampak meyakinkan, publik belum bisa memastikan keaslian kepemilikan versi utuh game tersebut secara independen. Beredarnya video singkat tidak otomatis membuktikan keberadaan data permainan lengkap yang bisa berjalan mulus dari awal sampai tamat.
Bahaya Malware Mengintai Penggemar Jelang Peluncuran Resmi
Kabar kebocoran jalan cerita ini tentu menimbulkan kekhawatiran besar bagi jutaan penggemar setia di berbagai negara. Seri legendaris ini selalu mengandalkan kekuatan narasi, dunia terbuka, dan kejutan cerita sebagai daya pikat utamanya.
Bocoran alur kisah Jason dan Lucia berpotensi merusak pengalaman bermain jutaan orang sebelum produk resminya meluncur. Situasi ini juga berisiko mengacaukan strategi promosi Rockstar Games yang terbiasa membagikan materi pemasaran secara berkala.
Di tengah kegaduhan ini, jadwal rilis resmi permainan tetap menjadi acuan utama para pemain. Pengembang menjadwalkan peluncuran perdana game ini pada 19 November 2026 khusus untuk konsol PlayStation 5 serta Xbox Series X|S.
Hingga saat ini, pihak studio belum menetapkan tanggal rilis resmi untuk perangkat PC. Oleh karena itu, pemain wajib mencurigai setiap tautan unduhan yang menjanjikan akses instan ke versi komputer.
Tingginya rasa penasaran publik kerap dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan file berbahaya. Laporan Tom’s Hardware sebelumnya menemukan bahwa banyak file serupa justru berisi program jahat atau malware berbahaya.
Para pelaku sengaja memanipulasi tampilan unduhan dan ukuran file agar tampak asli di mata korban. File jebakan semacam ini berisiko merusak perangkat keras sekaligus mencuri data-data pribadi milik pengguna.
Pemain sebaiknya menahan diri dan tidak mengunduh berkas mencurigakan dari situs-situs ilegal di internet. Menunggu pengumuman resmi dari kanal pengembang menjadi langkah paling bijak demi menjaga keamanan perangkat serta keutuhan pengalaman bermain.(ar)









