Jambi, Seriusnews.id – Kinerja pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi pada triwulan II 2026 mencatatkan ekspansi sebesar 4,15 persen secara tahunan. Capaian ini menunjukkan perlambatan jika membandingkannya dengan laju triwulan sebelumnya yang menyentuh angka 4,33 persen.
Realisasi tersebut menempatkan posisi perekonomian Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah berada di bawah rata-rata regional dan nasional. Pertumbuhan ekonomi Pulau Sumatera mampu mencapai 5,06 persen, sementara angka nasional melaju lebih tinggi hingga 5,29 persen.
Pertanian Pertambangan dan Perdagangan Menopang Laju Ekonomi Daerah
Aktivitas lapangan usaha utama tetap menjadi motor penggerak utama dalam menjaga pergerakan ekonomi daerah selama periode laporan. Sektor pertanian terus mencatatkan kinerja positif dengan realisasi pertumbuhan sebesar 4,17 persen secara tahunan.
Sektor pertambangan juga memberikan kontribusi penting bagi perputaran roda ekonomi daerah dengan tumbuh 2,38 persen. Sementara itu, lapangan usaha perdagangan mencetak lonjakan kinerja paling tinggi hingga menembus angka 8,15 persen.
Ketiga sektor lapangan usaha tersebut berhasil menahan tekanan perlambatan ekonomi daerah secara keseluruhan. Aktivitas produksi dan distribusi barang tetap berjalan dinamis berkat sokongan aktivitas masyarakat di berbagai daerah.
Pelaku usaha di sektor perdagangan memanfaatkan tingginya perputaran pasokan barang untuk menjaga arus kas tetap sehat. Kondisi tersebut membantu meminimalkan dampak koreksi laju perekonomian daerah yang tengah menghadapi tantangan makro.
Kinerja lapangan usaha pertanian tetap menjadi tumpuan hidup utama bagi sebagian besar masyarakat di daerah. Para petani dan pelaku perkebunan menjaga kelangsungan produksi guna memenuhi kebutuhan pasar lokal maupun antarwilayah.
Sektor tambang turut menyumbang stabilitas pendapatan bagi daerah di tengah fluktuasi harga komoditas pasar. Keterpaduan ketiga sektor andalan ini berhasil mengamankan fondasi ekonomi agar tidak terperosok lebih dalam.
Akselerasi Investasi dan Ekspor Menahan Pelemahan Konsumsi Rumah Tangga
Pergeseran dinamika juga terlihat nyata pada struktur pengeluaran masyarakat Provinsi Jambi sepanjang triwulan kedua tahun ini. Komponen konsumsi rumah tangga masih tumbuh sebesar 4,24 persen, meski melambat dari triwulan sebelumnya yang mencapai 5,01 persen.
Tekanan pada pos konsumsi rumah tangga langsung mendapat penyeimbang dari kinerja penanaman modal dan arus barang luar daerah. Komponen investasi atau Penanaman Modal Tetap Bruto melesat tumbuh 4,18 persen dari sebelumnya hanya 1,45 persen.
Akselerasi yang sangat tajam turut mewarnai kinerja ekspor barang dan jasa dari wilayah Provinsi Jambi. Komponen ekspor melesat hingga 5,42 persen, melompat jauh melampaui capaian triwulan sebelumnya yang berada di level 1,33 persen.
Lonjakan pada pos investasi dan ekspor ini berhasil membendung dampak perlambatan belanja kebutuhan rumah tangga masyarakat. Masuknya modal fisik baru memperkuat ketahanan industri pengolahan serta aktivitas bongkar muat komoditas unggulan.
Para pelaku usaha terus memperluas jangkauan distribusi barang menuju pasar luar daerah maupun pasar global. Langkah ekspansi tersebut secara langsung menggerakkan sektor logistik dan transportasi pengangkutan komoditas secara masif.
Ke depan, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Jambi terus memperkuat sinergi dan kolaborasi erat bersama Pemerintah Provinsi Jambi. Kerja sama lintas instansi ini berfokus mendorong pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi agar tumbuh tinggi, inklusif, serta berkelanjutan.
Langkah terpadu tersebut bertujuan menjaga stabilitas harga sekaligus menciptakan iklim usaha yang semakin ramah bagi para pemodal. Penguatan kemitraan strategis ini menjadi kunci utama dalam memacu akselerasi pertumbuhan pada triwulan-triwulan berikutnya.(ar)









