Padang, Seriusnews.id – Kontingen Perguruan Pencak Silat (PPS) Sakato Semen Padang kembali menorehkan prestasi membanggakan di gelanggang bela diri Sumatra Barat. Para pesilat muda ini memborong total 26 medali dalam ajang Festival Pencak Silat Kota Padang 2026.
Kejuaraan daerah bergengsi ini berlangsung selama dua hari penuh, mulai 23 hingga 24 Oktober 2026. Pengurus memanfaatkan aula Kantor Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat sebagai arena laga bagi ratusan pendekar muda.
Sepanjang kejuaraan, delegasi binaan Semen Padang tersebut mengamankan 21 keping medali emas serta 5 medali perak. Capaian ini sekaligus mempertegas keberhasilan pola pembinaan atlet usia dini dan remaja yang berjalan konsisten di lingkungan perguruan.
Ketua Umum PPS Sakato Semen Padang, Dedi M. Sidiq, menyambut langsung kemenangan besar anak-anak asuhnya tersebut. Ia menegaskan bahwa torehan manis ini lahir dari keringat, kedisiplinan tinggi, serta rutinitas latihan jangka panjang.
Menurut Dedi, kompetisi resmi memberi ruang nyata bagi pesilat pemula untuk mematangkan jam terbang dan mengasah nyali tanding. Selain memburu trofi juara, perguruan menanamkan nilai luhur pencak silat guna membentuk watak sportif generasi muda serta melestarikan budaya bangsa.
Dominasi Kategori Tunggal Usia Dini hingga Remaja
Para pendekar PPS Sakato langsung unjuk kebolehan pada kelompok jurus Tunggal usia dini. Enam pesilat cilik sukses menyabet podium tertinggi dan membawa pulang medali emas ke padepokan.
Keenam penyumbang emas tersebut meliputi Raihan Adyatma Agam, Keyona Lariska Adania, Ibnu Zaidan Fadilah, Khaira Azzahra Ramadhani, Andra Zikri Alhady, serta Kayyisa Zhafira Azhari. Sementara itu, Aulianda Shareen Irawan melengkapi pundi kontingen lewat sumbangan medali perak.
Geliat kemenangan berlanjut ke persaingan Tunggal tingkat praremaja yang berlangsung sangat ketat. Muhammad Farras Desiilva, Madina Azahra, Azel Ibra Rauf, Ramadhina Rheva, dan Seno Firas sukses mengunci lima medali emas tambahan.
Pada kelompok yang sama, tiga pesilat lain finis di urutan kedua dan mengamankan medali perak. Mereka adalah Fathan Asyuja, Dahlan Zainul Arifin, serta pesilat putri Mahira Hasna Kamila.
Persaingan nomor Tunggal kelompok remaja juga menampilkan ketangguhan pesilat Sakato. Duet atlet Liyana Dzillan Atthahira dan W. Fathan sukses merebut emas, sedangkan rekan satu tim mereka Tsany Aurelia berhak atas raihan perak.
Sapu Bersih Nomor Ganda dan Beregu Praremaja
Kekuatan tim kian tak terbendung ketika para pesilat tampil kompak pada nomor pasangan dan beregu. Pada kelas Ganda usia dini, dua pasangan Sakato kompak naik ke podium teratas berkalung medali emas.
Pasangan pertama mempertemukan duet Ibnu Zaidan Fadilah dan Raihan Adyatma Agam. Pasangan kedua menampilkan keserasian gerak dari Keyona Lariska Adania bersama Khaira Azzahra Ramadhani.
Tren kemenangan nomor pasangan berlanjut mulus ke tingkat kelompok praremaja. Duet pesilat putri Madina Azahra dan Livia Hariri Putri serta pasangan putra M. Sidiq Qul Amin dan Luffi Irsyam kompak menyumbang medali emas.
Kejutan manis berlanjut saat tiga regu praremaja PPS Sakato menyapu bersih seluruh medali emas yang tersedia. Tim pertama mengandalkan formasi kompak Waliyu Fathan, Muhammad Farras Desiilva, dan Zafran Khairy.
Regu kedua yang beranggotakan Keysa Gusti Ramadhani, Liyana Dzillan Atthahira, serta Aira Zarifa Althaf juga merebut nilai tertinggi. Tim ketiga menyempurnakan pesta kemenangan lewat aksi solid Cinta Sakinah Ckyvanaya, Mahira Hasna Kamila, dan Fatimah Zahra.
Pesilat berbakat Livia Hariri Putri kemudian menutup rentetan kemenangan lewat nomor Tunggal Bebas atau Solo Kreatif praremaja. Manajemen perguruan berharap seluruh capaian ini terus memantik semangat para atlet untuk menghadapi turnamen tingkat nasional mendatang.(ar)









