Jambi, Seriusnews.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembersihan material longsor ruas Tapan Batas Jambi di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Langkah cepat ini bertujuan memulihkan arus transportasi masyarakat sekaligus mengamankan jalur distribusi logistik antarprovinsi.
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar memastikan akses jalan nasional tersebut kini sudah kembali fungsional. Petugas lapangan memberlakukan sistem buka-tutup arus kendaraan demi menjaga keselamatan para pengguna jalan selama proses evakuasi material berlangsung.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan komitmen jajarannya untuk menuntaskan penanganan darurat pada seluruh titik bencana secepat mungkin. Pihaknya menginstruksikan tim teknis segera menyambung pekerjaan darurat menuju tahap konstruksi permanen guna mencegah bahaya lanjutan.
Sebanyak 14 titik longsoran tercatat mengepung jalur vital sepanjang 16,2 kilometer tersebut pascahujan lebat berhari-hari. Tim reaksi cepat langsung memetakan lokasi bencana guna menentukan prioritas penanganan berdasarkan tingkat kerentanan tanah di lapangan.
Kondisi Kerusakan Berat Mengancam Jalur Nasional Lintas Sumatra
Data teknis BPJN Sumbar mencatat sebaran bencana mencakup dua titik di bawah badan jalan serta 12 titik lereng atas. Guyuran hujan lebat tanpa henti pada 9 hingga 11 Oktober 2026 menjadi pemicu utama guguran tebing tanah tersebut.
Kerusakan paling parah terpantau berada di Kilometer 219+100 karena separuh badan jalan ambrol ke jurang. Kondisi kritis ini memicu risiko amblas total sehingga memerlukan pengamanan ekstra ketat bagi kendaraan yang melintas.
Titik rawan berikutnya berada di Kilometer 231+650 yang juga masuk kategori risiko tinggi terhadap kelancaran mobilitas warga. Petugas terus mengawasi pergerakan tanah di kawasan perbukitan tersebut guna mengantisipasi runtuhan lereng susulan saat cuaca memburuk.
Guguran tanah dalam skala besar sempat menutup total badan jalan pada 10 titik lereng tebing atas. Sementara itu, dua titik lainnya mengalami timbunan material skala kecil yang menutupi separuh lebar jalan nasional.
Pengerahan Puluhan Alat Berat Bersihkan Material Tebing Runtuh
Kementerian PU langsung mengerahkan 10 unit alat berat bersama armada pendukung untuk mempercepat pembersihan timbunan tebing. Alat operasional tersebut mencakup empat unit ekskavator tangguh serta dua unit wheel loader pembersih material tanah.
Petugas juga mengoperasikan satu unit motor grader dan tiga unit dump truck untuk mengangkut sisa reruntuhan. Seluruh alat berat bekerja membersihkan batu cadas, batang kayu tumbang, dan lumpur pekat dari lintasan jalan.
Sistem buka-tutup arus kendaraan terbukti efektif melancarkan ritme kerja alat berat tanpa memutus total akses publik. Petugas lapangan mengarahkan laju pengendara secara bergiliran agar proses pembersihan material tidak terganggu antrean panjang.
Kementerian PU terus mengoptimalkan pekerjaan lapangan agar seluruh titik rawan segera terlindungi struktur penahan tebing yang kokoh. Pemulihan infrastruktur jalan ini menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas roda ekonomi masyarakat di perbatasan provinsi.
Langkah percepatan penanganan infrastruktur jalan nasional ini terus berlangsung hingga seluruh jalur benar-benar steril dari bahaya material longsor. Pemerintah berupaya memastikan mobilitas harian warga dan distribusi barang antardaerah kembali beroperasi secara normal tanpa hambatan.(ar)









