Padang, Seriusnews.id – Pemerintah Kota Padang membuka panggung baru bagi para pelajar berprestasi lewat gelaran perdana Pra-Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SMP dan MTs se-Sumatera Barat tahun 2026.
Ratusan murid berbakat memadati ruang kelas SMP Negeri 25 Padang sejak Sabtu pagi, 24 Oktober 2026. Mereka datang dari berbagai penjuru daerah untuk menguji kemampuan di tingkat provinsi.
Kompetisi ini memberi ruang pemanasan yang nyata sebelum siswa terjun ke ajang OSN tingkat nasional yang sesungguhnya. Seluruh peserta bertarung menunjukkan kecakapan analisis dalam tiga mata pelajaran utama, yaitu Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
Asah Mental Juara dan Daya Serap Belajar
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, menyatakan bahwa ajang ini mengukur sejauh mana murid menyerap materi belajar harian di sekolah. Pihaknya sengaja membuka pintu seluas-luasnya agar bibit potensial di ranah Minang muncul ke permukaan.
Langkah ini juga menguatkan arah program Pemko Padang yang bertekad mencetak generasi cerdas berdaya saing global melalui program unggulan Padang Juara.
Menurut Yopi, perlombaan sains semacam ini tidak hanya menguji hafalan atau rumus. Ajang ini justru menempuh jalur pendidikan karakter untuk membentuk mental bertarung yang tangguh di bawah tekanan.
Para peserta membedah lembar-lembar soal analitis yang membutuhkan ketenangan, ketelitian, serta daya nalar tinggi. Pengalaman bersaing langsung dengan rekan sebaya dari kabupaten dan kota lain menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak sejak usia belia.
Yopi meyakini anak-anak Sumatra Barat menyimpan bakat alami yang mampu menembus panggung nasional bahkan internasional jika terus menerima dukungan tepat. Karena itu, pengalaman bertanding di arena lokal menjadi modal berharga bagi masa depan akademik mereka.
Komitmen Pembinaan Pasca-Lomba Secara Intensif
Kepala SMP Negeri 25 Padang, Herry Susanto, menyambut antusias amanah besar sebagai tuan rumah kompetisi perdana ini. Ia menegaskan bahwa pihak sekolah berupaya penuh menciptakan atmosfer tanding yang sehat, tertib, dan menyulut gairah belajar para siswa.
Herry memandang kompetisi terbuka sebagai instrumen paling ampuh untuk membakar rasa ingin tahu peserta didik. Ketika siswa melihat kemampuan lawan dari sekolah lain, mereka terdorong untuk terus mengevaluasi dan melipatgandakan waktu belajarnya.
Meski demikian, pihak sekolah mengingatkan bahwa medali hari ini bukanlah akhir dari perjalanan panjang. Pihak pendidik meminta seluruh pemangku kepentingan segera menyusun program pembinaan intensif berkelanjutan bagi para pemenang maupun peserta potensial.
Dukungan guru pembimbing di sekolah memegang peranan kunci dalam mengasah teknik bedah materi serta menjaga stabilitas emosional murid. Lewat bimbingan yang terarah, delegasi Sumatra Barat diyakini mampu merebut posisi teratas dalam putaran final OSN tingkat nasional mendatang.(ar)









