Padang, Seriusnews.id – Manajemen RS Dr. M. Djamil Padang terus memperkuat kompetensi aparatur demi mendongkrak mutu pelayanan kesehatan rumah sakit. Upaya strategis ini berjalan melalui gelaran Workshop Upgrading Kepemimpinan dan Manajerial di The ZHM Premiere Hotel Padang, Minggu (18/10/2026).
Kegiatan edukatif yang memasuki hari kedua ini menargetkan pembentukan karakter pemimpin adaptif, visioner, serta proaktif memimpin perubahan. Seluruh peserta mendalami keterampilan bimbingan teknis, eksplorasi potensi diri, hingga perumusan rencana kerja nyata.
Tiga fasilitator senior dari TRUSTCO Cipta Mandiri menggembleng langsung para peserta sepanjang hari. Ketiga pemateri tersebut meliputi BS Wibowo, M. Apud Kusaeri, dan Fither Romilado.
Para pakar menyajikan materi aplikatif untuk memperluas cara pandang manajerial di lingkungan fasilitas kesehatan. Mereka mendorong lahirnya terobosan kerja baru yang siap diterapkan langsung pada unit layanan masing-masing.
BS Wibowo mengawali sesi pelatihan dengan mengupas tuntas teknik pembimbingan tim kerja secara efektif. Ia menegaskan bahwa pemimpin hebat wajib mengawal dan mendampingi staf guna mendongkrak capaian kinerja harian.
Keterampilan membimbing anggota menjadi pilar utama dalam membangun koordinasi kerja yang solid serta harmonis. Pola komunikasi yang lancar terbukti menciptakan atmosfer kerja sehat dan memicu kemajuan profesional berkelanjutan.
Fasilitator membedah perbedaan mendasar antara metode pembimbingan, konseling personal, serta pendampingan karir secara rinci. Kendati memakai pendekatan berbeda, ketiga instrumen pembinaan ini saling melengkapi dalam mengasah kematangan pegawai.
Proses pembimbingan menuntun pegawai menggali potensi diri demi memecahkan kendala teknis secara mandiri. Sementara itu, sesi konseling menyediakan ruang dialog aman guna mengurai hambatan psikologis di tempat kerja.
Skema pendampingan berperan sebagai sarana transfer keahlian serta etika kerja dari senior kepada staf muda. Pendekatan terpadu ini menuntut setiap pimpinan bertransformasi menjadi pembimbing yang peka melihat dinamika tim.
Tiga Pakar Latih Peserta Susun Rencana Nyata
Fither Romilado memandu sesi kedua dengan mengajak peserta mengenali potensi kepemimpinan terdalam masing-masing. Ia memotivasi para peserta merombak pola pikir lama demi membangun visi organisasi yang kokoh.
Pemimpin masa depan tidak boleh sekadar menyelesaikan masalah rutin yang muncul di depan mata. Mereka wajib memiliki kepekaan membaca peluang masa depan serta memetakan berbagai tantangan operasional rumah sakit.
Visi kepemimpinan visioner harus terwujud lewat kebijakan terukur yang meningkatkan rasa puas para pasien. Langkah konkret ini menjadi penentu utama keberhasilan transformasi pelayanan medis publik saat ini.
M. Apud Kusaeri kemudian memimpin sesi krusial perumusan rencana tindak lanjut serta penandatanganan komitmen individu. Sesi ini mewajibkan seluruh pejabat merancang agenda kerja taktis yang siap dieksekusi di lapangan.
Pelatihan mengadopsi metode pembelajaran andragogi yang menuntut partisipasi aktif dari seluruh peserta di ruangan. Forum studi kasus dan simulasi interaktif sukses mencairkan sekat komunikasi antarunit kerja.
Direksi Dorong Pemimpin Jadi Teladan Penggerak Perubahan
Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RS M. Djamil, dr. Maliana, menutup agenda pelatihan secara resmi. Ia meminta seluruh peserta segera mempraktikkan keterampilan manajerial yang telah dipelajari ke meja kerja.
Maliana menekankan bahwa hasil pelatihan harus langsung tercermin dalam etos kerja harian para pejabat. Bekal manajerial ini menjadi modal utama dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor serta membenahi sistem.
Setiap pejabat memikul tanggung jawab besar sebagai teladan perubahan perilaku kerja di lingkungan internal rumah sakit. Peningkatan kompetensi aparatur harus bermuara langsung pada perbaikan kualitas layanan kepada masyarakat umum.
Penutupan workshop menandai langkah awal bagi jajaran pimpinan untuk menelurkan karya-karya pelayanan terbaik. Manajemen menaruh harapan besar pada lahirnya gaya kepemimpinan yang adaptif serta berorientasi target.
Pihak rumah sakit meyakini kepemimpinan tangguh menjadi fondasi utama dalam menghadirkan pengalaman berobat yang aman dan nyaman. Panitia menyempurnakan penutupan acara dengan membagikan piagam apresiasi kepada kelompok peserta berprestasi terbaik.(ar)









