Padang, sriusnews.id – Pengelola rumah sakit rujukan utama di Sumatra Barat kini resmi mengakhiri masalah pasokan air. Pembangunan sumur bor sedalam 124 meter berhasil menuntaskan masalah kebutuhan air bersih RSUP Dr. M. Djamil Padang.
Oleh karena itu, pihak terkait meresmikan penyerahan fasilitas infrastruktur pendukung tersebut pada Jumat (18/9/2026). Kehadiran sumur bor ini menjadi jawaban permanen atas tingginya kebutuhan operasional harian rumah sakit.
Sebelumnya, pengelola rumah sakit harus menyediakan hingga 24 tangki air saban hari. Oleh sebab itu, Wali Kota Padang ikut menyiapkan armada tangki guna memenuhi kondisi darurat tersebut.
Melihat situasi kritis tersebut, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade langsung mengambil langkah cepat. Selanjutnya, politisi Fraksi Gerindra ini berkoordinasi dengan jajaran kementerian terkait untuk mengupayakan solusi permanen.
Sinergi Kementerian PU dan BWS Sumatera V Padang
Selain itu, Andre menjalin komunikasi intensif dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum. Langkah tersebut bertujuan meminta diskresi anggaran agar pengerjaan fisik dapat segera berjalan di lapangan.
Setelah mengantongi persetujuan Dirjen SDA dan Menteri PU, BWS Sumatera V Padang langsung menurunkan tim teknis. Akibatnya, langkah taktis ini berhasil menyelesaikan hambatan distribusi air yang telah berlangsung lama.
Namun, Plt Kepala BWS Sumatera V Padang Reski Wahyudi mengungkapkan proses pengeboran menghadapi tantangan tanah yang cukup keras. Hal itulah yang membuat tim teknis harus menembus kedalaman hingga 124 meter demi mengalirkan air.
Saat ini, air bersih dari sumur bor tersebut sudah mengalir lancar untuk menunjang seluruh operasional medis. Dengan demikian, Andre bersyukur karena fasilitas vital ini dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Dorong Peningkatan Kualitas Riset dan Pelayanan Kesehatan
Sementara itu, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang Dovy Djanas menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan lintas sektor ini. Pasalnya, ketersediaan air bersih menjadi modal utama dalam mendorong percepatan pembangunan, riset, serta inovasi medis.
Di samping itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menilai sinergi pusat dan daerah ini semakin memperkuat jaminan layanan kesehatan. Ia berharap ketersediaan fasilitas pendukung yang memadai dapat menjadikan Sumatra Barat sebagai destinasi utama rujukan berobat.
Sebab itu, Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus menekankan pentingnya penguatan fasilitas kesehatan dasar hingga rumah sakit rujukan. Langkah kolaborasi ini berjalan sejalan dengan program pemerintah pusat dalam merevitalisasi infrastruktur kesehatan nasional.
Akhirnya, rampungnya proyek sumur bor ini membuktikan komitmen bersama dalam menghadirkan pelayanan publik yang prima. RSUP M. Djamil kini semakin siap menjalankan perannya sebagai pusat pelayanan, pendidikan, dan riset kesehatan terpadu.(ar)









