Padang, seriusnews.id – Rumah Sakit M. Djamil Padang sukses menggelar operasi bedah jantung anak untuk enam pasien penderita kelainan jantung bawaan pada Sabtu (25/7/2026). Program bakti sosial medis ini menandai kolaborasi internasional antara RS M. Djamil, King Salman Humanitarian Aid and Relief Center (KSRelief), dan Muslim World League (MWL).
Kerja sama lintas negara ini bertujuan memberikan layanan pembedahan gratis bagi anak-anak Indonesia. Selain itu, program ini juga menjadi sarana transfer ilmu pengetahuan serta teknologi medis di bidang bedah jantung anak.
Tim Dokter Gabungan Indonesia Arab Saudi Gelar Operasi
Tim dokter gabungan dari Arab Saudi dan Indonesia memulai tindakan medis serentak sejak pukul 07.30 WIB. Mereka memanfaatkan dua ruang operasi sekaligus, yakni Kamar Operasi XVI dan XVII di Instalasi Bedah Sentral Lantai 1.
Sebelum masuk ke ruang pembedahan, seluruh pasien telah melewati tahapan seleksi dan pemeriksaan medis secara ketat. Tim kesehatan memastikan kondisi fisik enam anak tersebut benar-benar siap dan layak menjalani prosedur pembedahan.
Ketua Tim Pelaksanaan Alih Iptekdok KSRelief RS M. Djamil, dr. Ardiansyah, Sp.BTKV, MARS, FICS, FISQua, FIATCVS, menyatakan bahwa tim medis telah mematangkan seluruh persiapan teknis. Oleh sebab itu, seluruh rangkaian operasi dapat berjalan lancar tepat sesuai jadwal.
“Hari ini enam pasien anak menjalani operasi bedah jantung anak. Kami sudah mulai pukul 07.30 dengan dua pasien di ruang kamar operasi XVI dan kamar operasi XVII,” kata dr. Ardiansyah.
Ia menambahkan bahwa satu tindakan operasi memakan estimasi waktu penanganan sekitar empat hingga lima jam.
Dokter Spesialis Tangani Berbagai Kasus Kelainan Jantung
Prosedur medis hari pertama ini melibatkan dokter ahli asal Arab Saudi, Prof. Zuhair Al-Halis, yang memimpin tim di ruang operasi pertama. Sementara itu, dokter spesialis Hasan Alhazmi memimpin tim dokter pada ruang operasi kedua.
Kedua ahli bedah internasional tersebut bekerja berdampingan dengan para dokter spesialis bedah jantung RS M. Djamil. Tim lokal terdiri dari dr. Ardiansyah, dr. Aulia Rahman, Sp.BTKV, Subsp.JD (K), serta Dr. dr. Muhammad Riendra, Sp.BTKV, Subsp.VE(K), FIATCVS.
Kolaborasi ini melatih dokter Indonesia untuk menyerap ilmu, mempertajam keterampilan teknis, serta berbagi pengalaman klinis secara langsung. Dengan demikian, kualitas pelayanan medis bagi masyarakat akan terus meningkat.
Pasien yang menjalani pembedahan hari ini mengidap beberapa variasi kelainan jantung bawaan. Tim dokter menangani kasus Ventricular Septal Defect (VSD), Atrial Septal Defect (ASD), hingga Tetralogy of Fallot (ToF).
“Untuk pasien dengan VSD dan ASD, tim dokter menutup lubang pada sekat jantung guna memperbaiki aliran darah sehingga fungsi jantung dapat kembali bekerja secara optimal,” jelas dr. Ardiansyah.
Fasilitas Modern Dukung Kejayaan Program Bakti Sosial
Manajemen RS M. Djamil menyiapkan dukungan fasilitas utama dan peralatan medis berteknologi tinggi untuk menyokong kerja tim dokter. Kehadiran sarana yang lengkap ini menjadi salah satu kunci penting keberhasilan tindakan pembedahan berisiko tinggi tersebut.
Di samping itu, penanganan pasien juga melibatkan tim multidisiplin ilmu demi menjaga kondisi pasien selama operasi berlangsung. Langkah ini memastikan setiap tahapan pembedahan berjalan aman dan memberikan hasil medis terbaik bagi pasien.
Melalui bakti sosial ini, KSRelief, Muslim World League, dan RS M. Djamil membuktikan kepedulian nyata terhadap masa depan anak-anak penderita jantung bawaan. Anak-anak Indonesia kini mendapatkan kesempatan hidup lebih sehat melalui penanganan medis standar internasional.(ar)









