HF Radar BMKG Pariaman Resmi Beroperasi, Perkuat Peringatan Dini Tsunami di Sumbar

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Pariaman Yota Balad dan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah.( poto : padangkita.com)

Wali Kota Pariaman Yota Balad dan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah.( poto : padangkita.com)

Kota Pariaman, seriusnews.id – Alat pemantau dinamika laut HF Radar BMKG Pariaman mulai beroperasi di Pantai Anas Malik, Kelurahan Lohong, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Jumat (3/7/2026).

Kepala BMKG Prof. Teuku Faisal Fathani meresmikan fasilitas tersebut bersama Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Wali Kota Pariaman Yota Balad, dan Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi.

Pemerintah menghadirkan radar itu untuk memperkuat sistem early warning system (EWS) gempa dan tsunami. Kehadiran teknologi tersebut juga mendukung keselamatan masyarakat pesisir.

HF Radar Perkuat Pemantauan Laut Wilayah Pesisir Sumatera Barat

Kepala BMKG Prof. Teuku Faisal Fathani mengatakan HF Radar memberikan informasi kemaritiman secara cepat. Sistem ini juga membantu pemerintah melindungi masyarakat dari ancaman tsunami dan bencana lain.

Menurutnya, Sumatera Barat kini memiliki tiga radar dengan fungsi berbeda. Pertama berupa C-Band Radar di Bandara Internasional Minangkabau yang mendukung layanan penerbangan.

Radar kedua berada di Teluk Bayur. Radar ini memantau aktivitas di sekitar pelabuhan.

Dan radar ketiga berupa HF Radar. Jangkauannya mencapai 150 kilometer. BMKG memasangnya di dua lokasi strategis untuk mengawasi wilayah laut yang lebih luas.

Keberadaan tiga radar tersebut membuat jaringan pemantauan laut semakin kuat. Data yang dihasilkan juga membantu pemerintah menyampaikan informasi lebih cepat kepada masyarakat.

Baca Juga :  Nobar Piala Dunia 2026 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Dongkrak UMKM

Teknologi Modern Pantau Arus Laut Secara Waktu Nyata Akurat

Prof. Teuku menjelaskan bahwa High Frequency (HF) Radar Array merupakan jaringan antena radio. Sistem ini bekerja pada pita frekuensi tinggi antara 3 hingga 30 MHz.

Teknologi tersebut mampu memantau wilayah laut dan udara secara real time. Cakupan pemantauannya jauh lebih luas dibanding radar biasa.

Radar konvensional hanya bekerja berdasarkan garis pandang. Sebaliknya, gelombang HF dapat menjangkau area di balik cakrawala.

Sistem memancarkan gelombang radio ke arah laut. Gelombang itu merambat melalui metode Surface Wave atau Skywave.

Gelombang radio kemudian mengenai riak laut. Antena penerima menangkap pantulan gelombang tersebut.

Komputer menganalisis perubahan frekuensi menggunakan prinsip doppler shift. Hasil analisis itu menunjukkan arah dan kecepatan arus laut secara akurat.

Prof. Teuku menambahkan BMKG bersama Bakamla terus memperluas pemasangan HF Radar. Kedua instansi memilih lokasi strategis seperti Selat Bali dan Selat Malaka.

Langkah itu bertujuan meningkatkan keamanan maritim. Sistem tersebut juga mendukung keselamatan pelayaran dan navigasi nasional.

Kehadiran Radar Dukung Mitigasi Bencana Keselamatan Nelayan Daerah

Wali Kota Pariaman Yota Balad menilai HF Radar menjadi tonggak penting bagi penguatan mitigasi bencana. Menurutnya, teknologi tersebut membawa kemajuan besar dalam pemantauan laut.

Baca Juga :  Arvin Gumilang Dilantik Jadi Kakanwil Imigrasi Sumbar, Rotasi Jabatan Ditjen Imigrasi Resmi Bergulir

Radar mampu mendeteksi dinamika laut secara real time. Sistem itu juga memetakan arah arus, kecepatan arus, dan tinggi gelombang dengan tingkat ketelitian tinggi.

Informasi tersebut membantu masyarakat pesisir dan nelayan. Data yang sama juga mendukung kebutuhan berbagai instansi.

HF Radar ikut mendukung operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) saat terjadi kecelakaan laut. Data arus laut membantu petugas menentukan area pencarian dengan lebih cepat.

Peresmian radar berlangsung bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-24 Kota Pariaman. Pemerintah Kota Pariaman mengapresiasi kerja sama dengan BMKG.

Pemkot Pariaman berkomitmen mengintegrasikan data radar ke dalam kanal informasi publik. Langkah itu bertujuan memudahkan masyarakat dan nelayan memperoleh informasi kondisi laut.

Yota Balad juga mengajak masyarakat menjaga fasilitas tersebut. Menurutnya, aset negara itu akan memberikan manfaat besar bagi keselamatan warga dan perkembangan ekonomi maritim.

Prof. Teuku Faisal Fathani, Mahyeldi Ansharullah, dan Yota Balad menandatangani prasasti sebagai tanda dimulainya operasional HF Radar Array. Momentum itu menandai penguatan sistem mitigasi bencana di pesisir Sumatera Barat.(ar)

Berita Terkait

Polda Sumbar Pastikan Urus Surat Kehilangan Gratis
DLH Kerahkan Ratusan Petugas Bersihkan Pasar Raya Padang
Bocah Hilang di Padang Pariaman Ditemukan Meninggal Dunia
Proyek Flyover Sitinjau Lauik: Lahan Dikebut, Air Warga Dijaga
Pemko Padang Kebut Jalur Pedestrian Pasar Raya dan Pantai
Balita 2 Tahun Diduga Hanyut di Sungai Padang Pariaman
Musda V IJTI Sumbar Soroti Peran Jurnalis Televisi Atasi Bencana
Revitalisasi Pasar Raya Padang Relokasi Ratusan PKL
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Polda Sumbar Pastikan Urus Surat Kehilangan Gratis

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:53 WIB

DLH Kerahkan Ratusan Petugas Bersihkan Pasar Raya Padang

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Bocah Hilang di Padang Pariaman Ditemukan Meninggal Dunia

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:03 WIB

Proyek Flyover Sitinjau Lauik: Lahan Dikebut, Air Warga Dijaga

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Pemko Padang Kebut Jalur Pedestrian Pasar Raya dan Pantai

Berita Terbaru

Deretan emas batangan Antam di Pegadaian siap diperjualbelikan seiring turunnya harga jual dan buyback hari ini.(poto: AI).

Bisnis

Harga Emas Antam Pegadaian Turun Hari Ini: Cek Rinciannya

Sabtu, 24 Okt 2026 - 15:51 WIB

Instruktur memandu teknik pengereman motor matik di lintasan Astra Motor Safety Riding Center.(ilustrasi poto: AI).

Otomotif

Trik Mencegah Rem Blong Motor Matik di Turunan Panjang

Sabtu, 24 Okt 2026 - 15:40 WIB

Ilustrasi Suasana jalanan kota saat hujan lebat dan langit mendung gelap, masyarakat diimbau waspadai potensi cuaca ekstrem.(poto: AI).

Nasional

BMKG Rilis Peringatan Hujan Ekstrem Besok, Ini Wilayahnya

Sabtu, 24 Okt 2026 - 15:35 WIB

Rais A’am KH Miftachul Akhyar dan Ketum PBNU Gus Kikin pimpin Apel Hari Santri 2026 di Ponpes Tebuireng Jombang, Kamis (22/10).(poto: kompas.com).

Nasional

Gus Kikin Tegaskan PBNU Kembali ke Akar Tradisi Pesantren

Sabtu, 24 Okt 2026 - 15:31 WIB