Sungai Penuh, seriusnews.id – Kantor Kementerian Agama Kota Sungai Penuh menggelar kegiatan Supervisi Bina KUA dan Keluarga Sakinah. Acara tersebut berlangsung secara khidmat di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Sungai Penuh pada Selasa (11/8/2026).
Selain itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sungai Penuh, H. Hardiman, S.Ag., M.M., membuka kegiatan tersebut secara resmi. Kasubbag Tata Usaha Muharum, S.Ag., M.H., serta Kepala Seksi Bimas Islam juga turut mendampingi pembukaan acara.
Selanjutnya, peserta kegiatan mencakup seluruh Kepala KUA dan Penyuluh Agama Islam se-Kota Sungai Penuh. Penyelenggara merancang agenda ini untuk meningkatkan kualitas program sekaligus menyiapkan fasilitator bimbingan perkawinan yang profesional.
Penguatan Fasilitator Bimbingan Perkawinan Masyarakat Kota Sungai Penuh
Oleh karena itu, Hardiman menekankan pentingnya supervisi ini dalam membentuk fasilitator yang berkompetensi tinggi. Kehadiran fasilitator andal tentu sangat menentukan keberhasilan penyampaian materi bimbingan perkawinan kepada masyarakat.
Bahkan, bimbingan perkawinan memegang peranan krusial dalam membangun fondasi rumah tangga yang harmonis. Program edukasi ini tidak hanya menyasar calon pengantin, melainkan juga pasangan yang sudah lama menikah.
Sebab, dinamika kehidupan keluarga terus berkembang seiring munculnya berbagai tantangan sosial di masyarakat. Oleh sebab itu, pasangan suami istri membutuhkan penguatan serta pendampingan berkelanjutan agar mampu menyelesaikan masalah rumah tangga berbasis nilai agama.
Optimalisasi Ketahanan Keluarga Berbasis Agama Sosial dan Kesehatan
Kemudian, pada sesi utama, Hardiman menyampaikan materi bertema “Optimalisasi Bimbingan Perkawinan di Kota Sungai Penuh”. Pemaparan tersebut berfokus pada strategi membangun ketahanan keluarga melalui pendekatan multidimensi.
Menurutnya, ketahanan keluarga tidak hanya bergantung pada aspek keagamaan semata dalam kehidupan sehari-hari. Sebaliknya, pemahaman aspek sosial dan kesehatan juga menjadi pilar penting untuk menciptakan keluarga berdaya tahan.
Pasalnya, ketiga elemen tersebut saling berkaitan erat dalam membentuk tatanan keluarga yang sehat dan bahagia. Oleh karena itu, seluruh peserta menyimak pemaparan materi tersebut guna memperluas wawasan bimbingan di wilayah kerja masing-masing.
Tata Kelola Administrasi Program Bimbingan Kua Dan Sakinah
Sementara itu, Kasubbag Tata Usaha Kemenag Sungai Penuh, Muharum, S.Ag., M.H., tampil sebagai pemateri kedua. Ia memaparkan materi teknis mengenai tata kelola administrasi program Bina KUA dan Keluarga Sakinah.
Dalam hal ini, Muharum menjelaskan pentingnya kerapian administrasi dalam menunjang keberhasilan pelaksanaan program di lapangan. Dengan demikian, pengelolaan dokumen yang tertib akan meningkatkan akuntabilitas serta efektivitas pelayanan bimbingan perkawinan.
Hasilnya, kegiatan supervisi ini berhasil meningkatkan pemahaman serta kapasitas seluruh Kepala KUA dan penyuluh agama. Melalui penguatan tersebut, para fasilitator kini siap memberikan layanan bimbingan perkawinan yang jauh lebih berkualitas.
Pada akhirnya, Kementerian Agama Kota Sungai Penuh terus berkomitmen memperkuat pembinaan keluarga sakinah secara konsisten. Langkah nyata ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan masyarakat yang kokoh dan harmonis dalam menghadapi tantangan zaman.(ar)









