Sumatera Barat, seriusnews.id – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengajak seluruh pegawai meningkatkan kualitas pelayanan publik ASN Sumbar melalui momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Beliau menyampaikan pesan penting tersebut saat membuka rangkaian Perlombaan Semarak Kemerdekaan di halaman Kantor Gubernur Sumatera Barat pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat merancang rangkaian perlombaan ini sebagai wadah refleksi bersama bagi seluruh Aparatur Sipil Negara. Momentum kemerdekaan harus menjadi pemicu utama dalam membangun kembali kepemimpinan serta karakter pelayanan yang berdampak langsung kepada masyarakat luas.
Refleksi Kemerdekaan Mendorong Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Daerah
Mahyeldi menegaskan bahwa momentum sejarah ini harus memacu semangat seluruh pegawai pemerintahan dalam menghadirkan kinerja terbaik. Peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi wujud nyata penghormatan terhadap jasa para pahlawan bangsa.
Melalui refleksi diri ini, jajaran aparatur pemerintah diharapkan mampu menghidupkan kembali tradisi kepemimpinan nasional yang kuat dari Sumatera Barat. Nilai-nilai perjuangan masa lalu harus melandasi setiap kebijakan dan pelaksanaan tugas harian pegawai.
Seluruh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemprov Sumbar hadir memadati lokasi acara dengan antusiasme tinggi. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan kemerdekaan dengan penuh semangat persaudaraan dan kebersamaan.
Semarak Lomba Tradisional Pererat Kebersamaan Seluruh Pegawai Pemerintah
Pembukaan acara berlangsung meriah melalui pertandingan sepak bola ria yang melibatkan jajaran pejabat daerah. Gubernur Mahyeldi bertanding langsung bersama Sekretaris Daerah Sumbar Arry Yuswandi serta beberapa kepala dinas.
Panitia penyelenggara juga memfasilitasi berbagai perlombaan tradisional dan pentas seni kreatif untuk memeriahkan suasana perayaan. Para peserta menunjukkan kebolehan dalam lomba bernyanyi lagu perjuangan, tembang Minang, tarik tambang, makan kerupuk, hingga balap karung.
Mahyeldi mengingatkan bahwa kemerdekaan Bangsa Indonesia berdiri kokoh berkat fondasi persatuan serta kerja sama seluruh lapisan masyarakat. Penjajah berhasil keluar dari bumi Nusantara berkat sinergi manunggal, bukan karena aksi perjuangan individu secara terpisah.
Oleh karena itu, seluruh aparatur pemerintahan wajib menjaga serta menerapkan nilai persatuan ini dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan perayaan kemerdekaan tidak boleh dipandang sekadar agenda hiburan tahunan tanpa makna mendalam.
Perlombaan ini memegang peran strategis sebagai sarana efektif untuk mempererat tali silaturahmi antarasenior dan junior. Setiap pertandingan dirancang untuk menumbuhkan rasa kebersamaan yang kokoh di antara sesama pelayan masyarakat.
Melestarikan Tradisi Ketokohan Nasional Dari Bumi Ranah Minangkabau
Gubernur menginstruksikan panitia dan peserta untuk tetap memprioritaskan keselamatan fisik selama perlombaan berlangsung. Seluruh jajaran pegawai harus menjunjung tinggi nilai sportivitas serta menghindari potensi perselisihan sekecil apa pun.
Pertandingan ini bertujuan murni untuk menciptakan kegembiraan bersama serta memperkuat kekompakan antarinstansi pemerintah daerah. Perselisihan atau permusuhan pasca-pertandingan sama sekali tidak mencerminkan nilai-nilai luhur kemerdekaan bangsa.
Lebih jauh lagi, Mahyeldi mengajak seluruh jajaran ASN merenungkan kembali sejarah panjang serta kebudayaan Minangkabau. Rekam jejak sejarah Ranah Minang terbukti sukses melahirkan banyak tokoh besar pembangun Republik Indonesia.
Kekayaan tradisi dan sejarah Minangkabau menjadi modal utama dalam membentuk karakter generasi penerus pemerintahan saat ini. Generasi muda ASN menghadapi tantangan besar untuk melestarikan tradisi ketokohan serta kontribusi nyata bagi Indonesia.(ar)









