Dharmasraya, seriusnews.id – Klub Padang Climber Dharmasraya mengirimkan tiga atlet muda bertalenta untuk mengikuti Kejurprov Panjat Tebing Sumatera Barat. Pembina Padang Climber sekaligus Kapolres Dharmasraya, AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, melepas keberangkatan tim secara resmi di depan Mapolres Dharmasraya.
Panitia menyelenggarakan kompetisi regional ini di venue panjat tebing Pengcab Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Sawahlunto. Ajang bergengsi tingkat provinsi ini mempertemukan ratusan pemanjat tebing terbaik dari pelbagai kabupaten dan kota se-Sumatera Barat.
Tiga atlet andalan Padang Climber turun berlaga pada sejumlah kelompok umur dan nomor pertandingan. Kontingen Dharmasraya mempercayakan perjuangan kepada Muhammad Hamka Erdogan, Cahaya Samudra Penyejuk Jiwa, serta Rimba Langit Pembawa Berkah.
Klub menerjunkan dua pemanjat tebing muda untuk bersaing keras pada kategori kelompok usia U11. Atlet termuda Muhammad Hamka Erdogan saat ini baru menginjak usia 8 tahun dan menimba ilmu di kelas 3B SDN 19 Pulau Punjung.
Hamka sudah mengantongi pengalaman bertanding cukup matang di papan panjat tebing daerah. Bocah berbakat ini sebelumnya mengamankan medali perunggu pada ajang kejuaraan daerah bulan Juli lalu.
Rekan satu timnya di kelompok usia U11, Cahaya Samudra Penyejuk Jiwa, mencatatkan debut perdananya. Siswa kelas 5 SDIT Andalas Cendekia Dharmasraya tersebut memperkuat Padang Climber untuk pertama kalinya dalam kejuaraan resmi.
Persiapan Matang Rimba Langit Menghadapi Lima Nomor Pertandingan
Padang Climber mematok harapan besar pada sosok atlet muda berbakat, Rimba Langit Pembawa Berkah. Pelajar kelas 3 SMPN Unggul Dharmasraya ini berpotensi menjadi kuda hitam dalam persaingan ketat kategori junior.
Rimba menorehkan catatan prestasi impresif pada ajang kejuaraan daerah bulan Juni lalu. Pemanjat berbakat ini sukses menyabet medali perak pada nomor Lead serta medali perunggu pada nomor Speed.
Kejuaraan yang berlangsung pada 11-13 November di Sawahlunto ini menjadi pembuktian penting bagi strategi tim. Pelatih sekaligus manajer Padang Climber, Mardi Rosa Tanjung, membebankan target tinggi berupa dua medali emas kepada Rimba.
Tim pelatih menurunkan Rimba pada lima nomor pertandingan sekaligus di tiga kelompok usia berbeda, yakni U15, U17, dan U19. Meski masih berusia 14 tahun, Rimba memberanikan diri tampil menantang peserta dari kelompok usia di atasnya.
Pelatih membuat keputusan berani tersebut setelah meninjau capaian tingkatan grade serta kemampuan teknik Rimba. Porsi latihan intensif yang dijalani selama ini memberikan rasa optimis bagi jajaran pelatih.
Secara keseluruhan, klub Padang Climber mematok target realistis dengan membawa pulang minimal lima medali. Rincian target perolehan tersebut mencakup dua medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu.
Mardi menegaskan bahwa penetapan target tinggi ini merujuk pada grafik peningkatan kemampuan para atlet selama sesi latihan. Disiplin ketat dan latihan keras seluruh tim menjadi pondasi utama dalam memburu prestasi daerah.
Dukungan Pembina Dan Pesan Sportivitas Bagi Para Pemanjat
Mardi menyampaikan apresiasi mendalam kepada AKBP Kartyana atas dukungan moril maupun materiil yang konsisten. Manajemen klub juga menyampaikan terima kasih kepada pihak sekolah yang memberikan kelonggaran jadwal latihan atlet.
Dalam sambutan pelepasan, AKBP Kartyana mengingatkan seluruh anggota kontingen untuk mengedepankan prinsip keselamatan dan kejujuran. Perwira polisi tersebut meminta para pemanjat bertanding fokus tanpa mengabaikan sportivitas olahraga.
Kartyana menekankan bahwa gelar juara sejatinya merupakan bonus dari konsistensi latihan keras yang dijalani. Pembina klub berpesan agar seluruh anggota kontingen senantiasa menjaga nama baik daerah serta almamater sekolah.
Ajang tingkat provinsi ini menjadi pijakan awal bagi atlet muda Dharmasraya menuju karier olahraga yang lebih tinggi. Manajemen berharap para pemanjat muda ini mampu menembus pentas dunia sebagaimana raihan para senior panjat tebing Indonesia.(ar)









