Jakarta, seriusnews.id – Laju IHSG berpeluang menguat hari ini setelah indeks saham domestik melonjak 1,39 persen ke posisi 6.118 pada penutupan awal pekan. Reli tersebut memperpanjang tren positif bursa domestik seiring membaiknya sentimen pasar global.
BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan pergerakan indeks hari ini mendapat suntikan tenaga dari ekspektasi kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat yang lebih ramah pasar. Investor kian meyakini The Fed bakal menahan atau bahkan memangkas suku bunga acuan setelah rilis data ketenagakerjaan AS tampil loyo.
Laporan ketenagakerjaan AS periode September hanya mencetak 29.000 pekerjaan baru, anjlok tajam dari estimasi konsensus sebesar 90.000 pekerjaan. Pada saat bersamaan, tingkat pengangguran di Negeri Paman Sam justru merangkak naik hingga menyentuh angka 4,2 persen.
Meski demikian, analis mengingatkan pelaku pasar agar tetap mewaspadai dinamika transaksi harian. Investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih atau net sell senilai Rp 123 miliar pada sesi perdagangan Senin kemarin.
Sentimen Risalah FOMC Dan Tekanan Yield Obligasi
Pelaku pasar modal kini mengalihkan pandangan penuh ke arah rilis risalah rapat Federal Open Market Committee atau FOMC Minutes pada 7 Oktober mendatang. Risalah tersebut memegang peranan krusial untuk memetakan arah suku bunga The Fed pascakenaikan Federal Funds Rate ke rentang 3,75 hingga 4,00 persen.
Selain risalah rapat bank sentral, investor juga memantau ketat data US ISM Services serta neraca perdagangan AS. Di sisi lain, imbal hasil atau yield US Treasury tenor 10 tahun yang masih bertahan tinggi di kisaran 5,3 persen tetap membayangi pergerakan aset-aset pasar berkembang.
Tingginya yield surat utang pemerintah AS berpotensi membatasi aliran modal masuk ke bursa saham negara berkembang seperti Indonesia. Kendati begitu, data ekonomi AS yang terus melemah memberi harapan baru bagi pelonggaran likuiditas global ke depan.
Dari kacamata teknikal, peluang kenaikan indeks mulai terkonfirmasi kuat setelah IHSG mampu bertahan di atas level psikologis 6.000. Posisi penutupan indeks juga sukses mengamankan posisi di atas area support Fibonacci pada level 6.017.
Rekomendasi Saham Pilihan Analis Untuk Perdagangan Harian
Kendati tren jangka pendek membaik, indikator Moving Average Convergence Divergence atau MACD masih menunjukkan pola bearish. Kondisi ini mengisyaratkan bahwa momentum pembalikan arah belum sepenuhnya terbentuk secara solid di pasar reguler.
BRI Danareksa Sekuritas menetapkan bahwa IHSG wajib menembus level resistance terdekat di 6.140 untuk melanjutkan kenaikan menuju target 6.240. Selama indeks mampu menjaga pijakan di atas rentang batas bawah 6.017 hingga 5.851, peluang technical rebound tetap terbuka lebar.
Untuk memaksimalkan momentum perdagangan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas menyodorkan tiga saham pilihan bagi investor. Pilihan pertama jatuh pada saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dengan area akumulasi beli di rentang Rp 3.200–Rp 3.250, target pelepasan di kisaran Rp 3.360–Rp 3.460, serta batas penghentian rugi di bawah Rp 3.180.
Selanjutnya, saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) menawarkan rentang beli pada Rp 4.140–Rp 4.240 dengan target harga Rp 4.350–Rp 4.620 dan stop loss di bawah level Rp 4.000. Analis juga merekomendasikan saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) pada area beli Rp 1.100–Rp 1.140, target jual Rp 1.180–Rp 1.310, serta batas risiko ketat di bawah Rp 1.090.
Sementara itu, KISI Sekuritas merilis dua saham unggulan yang menarik dicermati oleh investor ritel pada sesi perdagangan kali ini. Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) layak dipantau pada area beli Rp 25.200–Rp 25.600 dengan target profit berjenjang di Rp 26.400 dan Rp 27.000, serta patokan batas rugi di bawah level Rp 24.150.
Pilihan terakhir mengarah pada saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dengan rekomendasi area masuk pada level Rp 1.475–Rp 1.500. Investor dapat menetapkan target kenaikan harga bertahap di posisi Rp 1.550 dan Rp 1.580, dengan menjaga perlindungan modal melalui proteksi stop loss apabila harga tergelincir di bawah Rp 1.435.(ar)









