Jakarta, Seriusnews.id – Masyarakat dapat mencermati ketetapan harga BBM Oktober 2026 di berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum hari ini. Seluruh operator ritel bahan bakar minyak kompak menahan banderol produk dan tidak melakukan kenaikan tarif.
Pertamina bersama badan usaha swasta seperti BP-AKR, Vivo, dan Shell masih memakai patokan penjualan September. Kondisi ini membuat struktur pengeluaran bahan bakar kendaraan bermotor pengguna jalan tetap stabil.
Pemerintah terus mengawal ketetapan harga jual untuk komoditas bahan bakar bersubsidi nasional. Pertamina menjamin tidak ada perubahan angka nominal BBM subsidi sampai pergantian tahun mendatang.
Manajemen ritel pelat merah mengambil langkah cermat sebelum menetapkan harga eceran BBM nonsubsidi. Pertimbangan cermat atas kondisi riil ekonomi warga menjadi alasan utama penahanan angka jual.
Ketetapan tersebut langsung memicu respon positif dari para pengendara transportasi darat di berbagai kota. Pengendara kini bisa mengalokasikan anggaran transportasi bulanan mereka secara lebih terukur dan efisien.
Para pengelola stasiun swasta juga menunjukkan sikap selaras dalam menghadapi persaingan pasar hilir. Mereka memilih mempertahankan angka acuan lama ketimbang menguji daya beli konsumen dengan tarif baru.
Perbandingan Rinci Harga BBM Nonsubsidi Seluruh Jaringan SPBU
Stasiun pengisian Pertamina mematok produk bensin Pertamax pada level Rp15.950 per liter. Pengemudi yang memerlukan varian Pertamax Green 95 harus membayar sebesar Rp19.150 per liter.
Pengguna kendaraan performa tinggi dapat membeli Pertamax Turbo seharga Rp19.600 per liter. Sementara itu, pemilik mobil diesel bisa memilih Dexlite Rp23.700 per liter atau Pertamina Dex Rp25.200 per liter.
Jaringan SPBU swasta menawarkan produk bensin oktan 92 dengan label angka seragam. Pengelola BP-AKR dan Vivo mematok varian BP 92 serta Revvo 92 seharga Rp16.130 per liter.
Konsumen yang membutuhkan bensin oktan 95 dari kedua swasta tersebut juga mendapati banderol identik. BP Ultimate dan Revvo 95 kompak bertengger pada level Rp19.330 per liter.
Operator Shell tercatat hanya memasarkan bahan bakar khusus peminum solar untuk saat ini. Pengelola SPBU Shell melepas produk Shell V-Power Diesel seharga Rp25.420 per liter ke pasaran.
Nilai jual solar kelas atas tersebut sama persis dengan banderol Diesel Primus milik Vivo. BP-AKR juga membanderol varian BP Ultimate Diesel miliknya pada nominal Rp25.420 per liter.
Pasokan Solar Subsidi Tetap Aman Terkendali Hingga Akhir
Pemerintah memastikan banderol bahan bakar penugasan dan subsidi tidak mengalami goncangan sama sekali. Masyarakat tetap bisa mengisi Pertalite dengan harga terjangkau yakni Rp10.000 per liter.
Pengemudi armada niaga maupun logistik dapat membeli Biosolar dengan tarif Rp6.800 per liter. Kebijakan proteksi subsidi ini menjaga arus distribusi pasokan barang konsumsi pokok antarwilayah tetap lancar.
Kelangkaan pasokan bensin Shell masih menjadi perhatian utama para pengguna setia merek asal Eropa ini. Gerai Shell mengosongkan persediaan Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ di dispenser mereka.
Konsumen akhirnya beralih memanfaatkan produk alternatif yang tersedia melimpah di SPBU terdekat. Ketersediaan BBM yang stabil membantu masyarakat menjaga kelancaran seluruh kegiatan mobilitas harian.(ar)









