Harga Pertamax Tembus Rp17.000 di Sumbar, Ini Penjelasan ESDM dan Pertamina

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 21 Juni 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumatera Barat, Helmi Heriyanto.( poto : infosumbar.net )

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumatera Barat, Helmi Heriyanto.( poto : infosumbar.net )

Sumatera Barat, seriusnews.id – Harga Pertamax 17.000 menjadi perhatian publik setelah harga BBM non-subsidi jenis Pertamax naik menjadi Rp17.000 per liter sejak 10 Juni 2026.

Kenaikan ini langsung memicu diskusi di masyarakat Sumatera Barat karena berdampak pada biaya energi dan aktivitas transportasi.

Isu tersebut mengemuka dalam talkshow “Peta Isu” Info Sumbar pada Jumat (19/6/2026). Pebri Anita Sari memandu acara yang menghadirkan tiga narasumber dari pemerintah, industri energi, dan akademisi untuk membahas penyebab serta dampak kenaikan harga BBM.

Lonjakan harga minyak dunia dorong kenaikan

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumatera Barat, Helmi Heriyanto, menjelaskan bahwa kenaikan Pertamax terjadi karena harga minyak mentah dunia jenis Brent dan WTI meningkat. Ia menegaskan bahwa situasi geopolitik internasional memicu tekanan pada pasar energi global.

Helmi menyebut Pertamina sempat menahan kenaikan harga selama beberapa bulan. Namun, perusahaan akhirnya menyesuaikan harga pada 10 Juni 2026 agar tetap mengikuti kondisi keekonomian.

“Pertamina sudah menahan harga beberapa bulan agar tidak naik. Pada 10 Juni baru dilakukan penyesuaian sesuai harga keekonomian. Harga juga bisa turun jika harga minyak dunia turun,” ujar Helmi.

Baca Juga :  Pertamina Gerak Cepat Kirim BBM dan LPG ke Aceh Usai Banjir

Helmi juga menjelaskan perbedaan harga Pertamax di Sumatera Barat dibandingkan daerah lain di Indonesia. Ia menyebut Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 10 persen menjadi salah satu faktor utama.

Pemerintah daerah menetapkan tarif tersebut melalui Perda tahun 2023. Kebijakan ini membuat harga BBM non-subsidi di Sumbar lebih tinggi dibanding daerah dengan tarif pajak lebih rendah.

“Di Aceh dan beberapa provinsi lain tarifnya lebih rendah, jadi harga di Sumbar memang lebih tinggi,” kata Helmi.

Pertamina jaga pasokan dan distribusi energi

Sales Branch Manager PT Pertamina Patra Niaga Region Sumatera Barat I, Faris Asmariza, menegaskan bahwa Pertamina mengikuti mekanisme pasar dalam penetapan harga BBM non-subsidi sesuai Kepmen ESDM 245/2022. Ia memastikan perusahaan tetap menjaga distribusi dan ketersediaan energi di Sumbar.

Faris menjelaskan bahwa konsumsi BBM non-subsidi di Sumatera Barat hanya mencapai 15–20 persen. Sementara itu, sekitar 80 persen masyarakat masih menggunakan Pertalite dan 96 persen Solar masih bersubsidi.

Baca Juga :  Rekonstruksi GOR Haji Agus Salim Padang Dimulai, Pedagang Mulai Direlokasi

“Sekitar 80 persen masyarakat masih menggunakan Pertalite, dan 96 persen Solar masih bersubsidi. Kami memastikan pasokan tetap aman,” ujarnya.

Pertamina juga menambah pasokan Pertalite untuk mengantisipasi pergeseran konsumsi masyarakat. Faris mencatat konsumsi BBM di Sumbar meningkat secara tahunan, terutama dari sektor niaga dan penindakan distribusi solar ilegal.

Dosen Universitas Negeri Padang Universitas Negeri Padang, Doni Satria, menilai kenaikan harga BBM non-subsidi akan meningkatkan biaya distribusi barang dan transportasi. Ia menekankan pentingnya kebijakan penyeimbang agar dampak kenaikan tidak menekan daya beli masyarakat.

Diskusi dalam program “Peta Isu” juga menyoroti perlunya respons kebijakan yang lebih adaptif terhadap fluktuasi harga energi global.

Talkshow “Peta Isu” akan terus membahas isu kenaikan Pertamax melalui kanal YouTube @infosumbartv. Program ini mengulas penyebab, dampak, dan solusi dari berbagai perspektif untuk memberikan gambaran lebih luas kepada publik.(ar)

Berita Terkait

PT Semen Padang Gelar Distributor Summit AP 1 di Medan Perkuat Fundamental Bisnis
Promo Budiman Swalayan Padang Tawarkan Diskon Serba Angka 357
Revitalisasi Pasar Raya Padang: Pemko Fokus Pembenahan Basement Blok III
Program Nagari Creative Hub Pangian Dorong Ekonomi UMKM dan Budaya Lokal
Pemko Pariaman Rebuilt Kios Sala Pantai Gandoriah
Semarak HJK ke-357, Suzuya Stasiun Padang Diskon Produk hingga 40 Persen
Semarak Hari Jadi Kota Padang Ke-357, Layanan Trans Padang Terapkan Tarif Spesial Rp1
PT Semen Padang Latih Petani Kopi Bantjah Ciptakan Produk Olahan Nilai Tambah
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:00 WIB

PT Semen Padang Gelar Distributor Summit AP 1 di Medan Perkuat Fundamental Bisnis

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:28 WIB

Promo Budiman Swalayan Padang Tawarkan Diskon Serba Angka 357

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:00 WIB

Revitalisasi Pasar Raya Padang: Pemko Fokus Pembenahan Basement Blok III

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:00 WIB

Program Nagari Creative Hub Pangian Dorong Ekonomi UMKM dan Budaya Lokal

Kamis, 30 Juli 2026 - 11:00 WIB

Pemko Pariaman Rebuilt Kios Sala Pantai Gandoriah

Berita Terbaru

Ketua RT 02 RW 06 Kelurahan Kuranji Ardi Nansyah Putra Antoni.(poto: padangkita.com).

Regional

Gubernur Mahyeldi Gerak Cepat Tangani Banjir Kuranji Padang

Jumat, 7 Agu 2026 - 03:00 WIB

Pemerintah Kota Padang meresmikan kemitraan Sister City Padang bersama Pemerintah Kota Hildesheim, Jerman.(poto: padangkita.com).

Pemerintahan

Pemko Padang Perbarui Kemitraan Sister City Hildesheim Jerman

Jumat, 7 Agu 2026 - 02:00 WIB

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengajak Praja IPDN asal Sumbar untuk bersiap menjadi birokrat masa depan yang berintegritas tinggi.(poto: padangkita.com).

Pemerintahan

Gubernur Mahyeldi Dorong Praja IPDN Sumbar Jadi Birokrat Adaptif

Kamis, 6 Agu 2026 - 23:59 WIB