Jakarta, seriusnews.id – Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid memimpin agenda pengukuhan anggota kpi pusat periode 2026–2029 di Jakarta pada Rabu (26/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, beliau meminta lembaga pengawas penyiaran ini mampu beradaptasi cepat menghadapi dinamika perubahan lanskap media digital yang sangat pesat.
Masyarakat modern saat ini mengalami pergeseran pola menonton yang sangat dramatis akibat perkembangan teknologi informasi. Perubahan perilaku audiens ini menuntut peran pengawasan penyiaran nasional agar bertindak semakin tegas, adil, transparan, sekaligus adaptif.
Menkomdigi menegaskan KPI tidak boleh sekadar menjalankan kewajiban sebagai lembaga pengawas administratif semata di lapangan. KPI wajib membantu seluruh pelaku industri penyiaran menciptakan iklim persaingan usaha yang sehat serta setara tanpa mematikan inovasi.
KPI Harus Mendorong Persaingan Sehat Tanpa Mematikan Inovasi
Tantangan regulasi media ke depan bergerak semakin kompleks akibat maraknya kehadiran berbagai platform media baru di tengah masyarakat. Pengawas penyiaran memegang fungsi vital untuk terus membentengi kualitas demokrasi bangsa dari ancaman bahaya disinformasi.
Meutya Hafid mendorong pengawasan ketat demi mencegah praktik manipulasi informasi yang dapat menyesatkan ruang publik. Beliau juga menginstruksikan penyaringan ketat terhadap berbagai konten siaran agar senantiasa aman bagi perlindungan tumbuh kembang anak.
Penentu kebijakan penyiaran nasional wajib memegang teguh dua prinsip fundamental secara konsisten dalam setiap pengambilan keputusan. Dua prinsip utama tersebut mencakup keberagaman isi konten siaran (diversity of content) serta keberagaman kepemilikan (diversity of ownership).
Menkomdigi Menargetkan Indeks Kualitas Siaran Naik Lebih Tinggi
Pemerintah menetapkan target capaian indeks kualitas siaran nasional secara terukur hingga beberapa tahun mendatang. Target nilai kualitas siaran nasional wajib mencapai angka 3,2 pada 2026 dan meningkat menjadi 3,35 pada 2029.
Derasnya banjir arus informasi era modern membuat keunggulan lembaga penyiaran sangat bergantung pada mutu berita yang disajikan. Media penyiaran harus konsisten menghadirkan informasi yang teruji akurat, terverifikasi, berimbang, serta memiliki konteks penyampaian secara lengkap.
Jurnalisme bermutu tinggi berperan menjadi pembeda utama lembaga penyiaran di tengah ketatnya persaingan media digital saat ini. Lembaga penyiaran hadir membantu masyarakat luas memahami inti persoalan tanpa memperbanyak kegaduhan yang tidak perlu.
Integritas Jurnalistik Merupakan Kredibilitas Utama Dari Lembaga Penyiaran
Masyarakat yang memiliki kebebasan memilih sumber informasi menjadikan tingkat kepercayaan publik sebagai modal utama yang sangat berharga. Lembaga penyiaran harus terus merawat profesionalisme dan integritas karya jurnalistik mereka secara berkelanjutan demi menjaga kredibilitas.
Persaingan antarindustri penyiaran tidak boleh mengorbankan kualitas materi siaran hanya demi mengejar sensasi dan kontroversi semata. Lembaga penyiaran memikul tanggung jawab moral yang besar karena memanfaatkan alokasi sumber daya frekuensi milik publik.
Seluruh jajaran komisioner baru perlu memahami penetrasi teknologi streaming serta perubahan model bisnis media secara mendalam. Regulator penyiaran perlu mengedepankan pembinaan serta dialog interaktif agar iklim inovasi industri penyiaran tetap tumbuh subur.
KPI bersama lembaga penyiaran bertugas menyediakan konten ramah anak yang edukatif sekaligus memperkuat nilai keberagaman budaya nasional. Menkomdigi berharap jajaran KPI periode 2026–2029 mampu memperkuat industri penyiaran nasional yang inovatif dan bertanggung jawab.(ar)









